GYI0050924283.jpg

Jika gangguan dalam proses membuat output anda terhambat, tidak ada pilihan lain kecuali memperbaikinya. Jika jatah lembur anda dibatasi, seperti yang mungkin dialami oleh sebagian besar pabrik, satu-satunya pilihan adalah meningkatkan kecepatan dalam kalkukasi Takt Time anda. Pembahasan mengenai topik ini biasanya panjang, namun inilah dasar-dasarnya:

  • Jika semuanya berjalan mulus, anda akan selesai lebih cepat. Berhentilah dan gunakan waktu untuk mengatur perbaikan di sisi lain, atau mengembangkan karyawan. Jika anda terus berproduksi, akan terjadi kelebihan produksi (overproduction) dan anda tidak menginginkannya. Jika anda merasa “kehabisan pekerjaan” terlalu cepat, artinya hari baik tengah menunggu anda esok.
  • Jika ada masalah, gunakanlah buffer time untuk membereskannya. Bukankah itulah tujuan utama diadakannya buffer time?
  • Jika masalah terlalu banyak hingga buffer time tidak mencukupi, akan ada keputusan operasional yang harus diambil. Buatlah kebijakan yang mengatur hal tersebut. Yang paling mudah adalah “mengharapkan hari yang lebih baik esok” dan menggunakan jatah buffer time esok hari untuk menutup gap-nya. Jika masih belum cukup, maka keputusan manajemen mengenai overtime atau solusi lainnya akan dibutuhkan.

Bagaimana jika anda membiarkan produksi berhenti, tapi tidak terjadi apapun? Jika memang demikian, artinya anda telah berjalan lebih cepat daripada permintaan pelanggan. Inilah saatnya memangkas “usaha ekstra” dari jadwal anda, berhenti berproduksi berlebihan (yang tentunya akan membawa masalah lain), dan tetap fokus pada hal-hal yang memang harus dicapai. Berhentilah menggelembungkan angka-angka karena hanya akan menyembunyikan masalah. Masalah akan terakumulasi dan anda hanya akan terus menggelembungkan lebih banyak lagi.***

banner opexcon14 kompetisi proyek

Baca juga  Kisah Sukses Bank of America Gunakan Design Thinking untuk Berinovasi