Seperti yang telah kita ketahui, Kaizen adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang berarti “perkembangan” atau “perubahan untuk kebaikan”, yang dalam konteks industri artinya usaha untuk melakukan perubahan yang terus menerus untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi, yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan proses dan hasil.

Perubahan dalam Kaizen melibatkan semua orang dalam perusahaan, tak hanya atasan, ataupun hanya bawahan saja, tetapi semua tingkatan dari CEO hingga level operator. Namun demikian Kaizen tidak hanya mengubah cara kerja orang-orangnya saja, tetapi juga proses-proses dalam logistik terkait manajemen supply chain.

Dalam bidang logistik, konsep Kaizen memiliki nilai tersendiri, karena melalui filosofinya proses yang merupakan bagian dari manajemen supply chain dapat ditingkatkan dan dirancang ulang untuk meraih efektivitas dan daya saing yang lebih tinggi.

Sebuah metodologi untuk implementasi Kaizen yang dikenal adalah PDCA, Plan – Do – Check -Act. Teknik ini terdiri dari pengulangan empat langkah tersebut untuk mengontrol dan meningkatkan proses manajemen supply chain atau kebiasaan perusahaan. Dengan kata lain, metode ini menggunakan empat fase untuk mengawasi dan menyesuaikan ketidaknormalan yang mungkin terjadi dalam sebuah proses bisnis, dengan tujuan utama untuk melakukannya dengan lebih baik lagi.

Plan
Bagian siklus ini adalah membangun tujuan dan kebutuhan yang hendak ditingkatkan. Fase ini adalah di mana tujuan didefinisikan untuk dikembangkan. Sangat dianjurkan untuk membuat rencana dalam skala kecil untuk menguji perkembangannya.

Do
Tahap ini adalah di mana rencana yang sebelumnya sudah dibuat dieksekusi dan diimplementasikan. Dengan kata lain, di tahap ini rencana perbaikan yang ditargetkan akan dicapai. Selain itu, dalam fase “Do” ini dilakukan pula pengumpulan data dan informasi untuk dianalisa dan mendapatkan umpan balik untuk tahap berikutnya.

Check
Dalam tahap ini, dilakukan pemeriksaan dan analisa data dari tugas-tugas yang telah dieksekusi pada tahap “Do” tadi. Selain itu, informasi dirangkum dan dikonsolidasi untuk digunakan pada tahap selanjutnya, yakni “Act”. Singkatnya, langkah “Check” ini adalah di mana implementasi dari rencana awal dilihat apakah berhasil atau tidak.

Baca juga  Industri Tekstil, Pakaian Jadi, dan Alas Kaki Semakin Ekspansif

Act
Tahap akhir ini adalah tahap di mana informasi dari semua langkah siklus yang telah dilakukan sebelumnya dikumpulkan dan dianalisa. Keputusan diambil untuk melihat apakah perbaikan yang dilakukan di tahap “Do” berhasil atau tidak. Jika proses perbaikan ini berhasil, implementasinya akan menjadi sebuah garis dasar untuk siklus PDCA selanjutnya. Jika implementasinya kurang berhasil, siklus PDCA ini hendaknya dirancang ulang dan dibuat perencanaan ulang.

Tertarik untuk mengimplementasikan Kaizen atau perbaikan operasional lainnya atau mempelajari metode Kaizen PDCA? Hubungi SSCX International, konsultan untuk pelatihan Lean Six Sigma terkemuka di Indonesia. Dengan pendekatan yang tepat untuk tiap klien yang berbeda. Dengan memahami visi, budaya, tantangan bisnis, dan tujuan strategis Anda, SSCX International memastikan hasil dan membawa Anda pada sebuah kinerja baru yang signifikan. Hubungi 08175763021 atau info@sscx.asia.

Simak ulasan seputar business productivity kami lainnnya di sini! Dan dapatkan pelatihan tentang kaizen di sini.