Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan permintaan makanan dan minuman pada Ramadhan hingga Lebaran tahun ini diperkirakan naik 20-30 persen dibanding bulan biasa.

“Secara umum peningkatan permintaan makanan dan minuman menjelang lebaran adalah 30 persen. Namun untuk produk-produk tertentu bisa meningkat dari 100-150 persen,” kata Adhi usai menghadiri buka puasa bersama di Kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin.

Dia mengatakan produk makanan dan minuman yang meningkat hingga 100-150 persen adalah yang rasa manis seperti sirup dan nata de coco. Produk tersebut menurut dia mengalami peningkatan permintaan karena diminati konsumen untuk berbuka puasa dan keperluaan lebaran.

Menurut Adhi, peningkatan volume produksi makanan dan minuman telah dilakukan sejak Mei 2013. Selain dengan menaikkan volume produksi, produsen juga akan menaikkan stok produksi 50 persen di depo daerah.

Peningkatan stok ini, menurut Adhi dilakukan untuk mengefisiensikan waktu dan biaya distribusi. “Menjelang lebaran permintaan meningkat signifikan dalam dua minggu terakhir. Hal itu diluar perkiraan yang diprediksi sepi namun tahun lalu ada peningkatan seperti ini dan berlanjut hingga selesai lebaran,” ujarnya.

Masih menurut Adhi, pihak industri sudah mengantisipasi peningkatan permintaan itu sejak dua bulan lalu dengan meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi.

Selain itu dia optimis pertumbuhan industri makanan dan minuman sebelum dan setelah lebaran 2014 lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal itu menurut dia dilihat dari pertumbuhan industri tersebut pada kuartal pertama 2014 sebesar 1,9 persen yang lebih disebabkan investasi luar negeri dan domestik pada tahun lalu.

“Kuartal pertama 2014 lebih bagus dibandingkan 2013 karena investasi baru dibangun tahun 2013 dan menunjukkan hasilnya di 2014,” ujarnya.***RR

Baca juga  SHIFT Indonesia, Your Operational Excellence Guide

Sumber: Antara News