Karyawan selalu berada di garis depan dalam setiap perusahaan manufaktur. Setiap hari mereka bekerja, mereka akan melihat dan mempelajari seluk beluk perusahaan mereka. Karyawan memiliki posisi yang ideal untuk dapat menemukan apa yang bekerja dengan baik dan yang tidak beroperasi dalam perusahaan, entah itu proses, sistem, ceklis, ataupun beberapa aspek maunfaktur lainnya. Kewenangan ini memberikan keuntungan kepada para karyawan untuk dapat mengetahui dan mencari perubahan apa yang dapat membantu kemajuan perusahaan.

Namun, para karyawan ini pun memiliki beberapa kerugian pada posisinya. Karena mereka bukan merupakan orang-orang yang memiliki pengaruh yang tinggi, pastinya mereka pun tidak memiliki kesempatan ataupun wewenang untuk menciptakan perubahan. Untuk membantu mewujudkan kesuksesan pada setiap perusahaan manufaktur, menjadi hal penting bagi setiap karyawan untuk mengungkapkan ide perubahan yang berasal dari inisiatif mereka sendiri untuk manajemen. Karyawan yang bekerja keras ini yang melihat adanya manfaat dari perubahaan ini harus mampu menyajikan dan diharapkan dapat menerapkan perubahan dalam manajemen dengan berpedoman pada beberapa tips, dan langkah-langkah yang mudah.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Sama halnya seperti setiap perusahaan yang membutuhkan proses produksi yang efektif dan menetapkan pedoman untuk menghasilkan keuntungan, para karyawan dengan ide-ide inisiatif ini juga perlu memastikan bahwa ketika mempresentasikan kepada manajemen, mereka pun memiliki proses yang efektif yang akan membuat para manajer mengatakan ‘ya’ terhadap ide tersebut:

  1. Manajemen Bersifat Unaware

Sebagai salah satu anggota penting dalam organisasi dan salah satu orang yang menghabiskan setiap harinya untuk melakukan tugas-tugas tertentu, karyawan merupakan orang pertama yang akan menyadari kapan perubahan tersebut diperlukan. Hal ini seringkali berujung pada harus adanya ide-ide baru yang memiliki dampak yang efektif dan efisien untuk manajemen.

Baca juga  7 Fakta Menarik dari Metode Inovasi Design Thinking

Sebagaimana mestinya ide baru, sebaiknya perlu disiapkan informasi mengenai inisiatif perubahan sebanyak mungkin. Setiap aspek dari perubahan diteliti kelanjutannya, karena semakin banyak informasi dan arahan yang dapat diberikan, akan semakin mudah untuk mendapat persetujuan oleh manajemen. Jelaskan bahwa ide ini tidak hanya berdampak positif pada kinerja karyawan saja, namun juga akan menuai manfaat bisnis yang besar dalam jangka pendek maupun panjang.

  1. Manajemen Tidak Melihat Kebutuhan

Meskipun bukan pada situasi yang ideal, bukan menjadi hal yang tidak mungkin untuk memutar inisiatif perubahan di sekitar dan membuatnya turut merasakan dampaknya. Menyajikan suatu perubahan yang mana manajemen merasa hal tersebut tidak diperlukan memberikan nilai tambah bahwa karyawan harus meyakinkan mereka hal yang sebaliknya.

Kemungkinan besar yang muncul adalah, manajemen telah melalui berbagai pro dan kontra dari perubahan tersebut, sehingga akan menjadi tugas dari karyawan untuk memberikan argument positif untuk menguatkan manfaat dari ide yang disampaikan. Jika diperlukan, mintalah bantuan kepada sesama karyawan sebagai pengaruh politik untuk membantu meyakinkan manajemen bahwa perubahan tersebut perlu dilakukan karena akan memberikan manfaat besar bagi perusahaan. Jangan lupa untuk selalu menggunakan informasi statistik sebagai pendukung terkuat dari presentasi yang dipaparkan.

  1. Perubahan Tanpa Biaya

Seperti halnya situasi tidak ideal lainnya, masih ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk ide perubahan tersebut. Menyajikan ide untuk mengurangi biaya di area lainnya untuk realisasi perubahan akan menunjukkan bahwa terdapat kesungguhan yang tinggi untuk implementasi ide tersebut, sehingga pihak manajemen akan memikirkan inisiatif sumber dana lainnya. Dorongan dan tekad merupakan kunci penting. Jika tidak ditemukan cara sederhana untuk implementasi ide tersebut saat ini, presentasikan pada waktu berikutnya.

  1. Memahami Kedua Sisi Manufaktur
Baca juga  Lima Langkah Esensial Menjadi Profesional

Dalam industri manufaktur, tidak hanya keterlibatan karyawan dalam proses produksi yang menjadi hal penting, namun juga proses dan tekniknya. Dengan menggabungkan kedua sisi tersebut sebagai bahan presentasi kepada manajemen tingkat atas, akan dihasilkan sebuah presentasi yang sangat meyakinkan. Sisi manufaktur akan memberikan informasi bagaimana aspek tertentu tidak berfungsi dengan baik, sementara sisi teknis akan memberikan informasi kepada manajemen tingkat atas bagaimana ide perubahan tersebut dapat diimplementasikan dalam desain baru, juga berapa banyak proses yang dibutuhkan untuk membuatnya.***