Otomasi Membantu Efisiensi Proses Penanganan Bagasi, Penghematan dan Tingkatkan Kepuasan Penumpang. Strategi ini telah diterapkan di beberapa bandara. Artikel ini adalah lanjutan dari artikel “Merampingkan Proses Penanganan Bagasi dengan Automation (Bagian 1)“. Simak disini.

Proses Check-In yang Ergonomis

Kunci efektifitas proses check-in bagasi terletak kepada sisi ergonomis dari sistem penimbangan dan peletakan pada konveyor. Desain konter yang ergonomis akan memudahkan kerja staf di konter check-in bagasi dan penumpang yang ingin memasukkan kopernya kedalam bagasi. Desain yang ergonomis akan memberikan jalan bagi sistem yang efektif, yang akan merampingkan dan memudahkan proses check-in. Proses check-in yang mudah dan sederhana akan memangkas antrian penumpang dan meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kecepatan pelayanan di konter.

Konter check-in yang ergonomis, ditambah sistem RFID (berupa label dan printer RFID) sebagai alternatif bagi sistem barcode yang konvensional tentu akan menambah kecepatan dan akurasi penanganan bagasi. Sistem yang lengkap ini akan membantu meningkatkan kapabilitas proses check-in, yaitu proses penyortiran-pencatatan-pelacakan bagasi, mendekati 100 persen. Sistem check-in yang efisien dan lengkap juga seharusnya memiliki akses otomatis kepada informasi mengenai berat dan data RFID pada label koper.

Pada sistem check-in yang umum ditemukan di bandara, koper-koper biasanya ditimbang di konveyor yang akan mentransfernya ke pos pemindaian dan penyortiran. Dengan volume penumpang yang besar setiap harinya, proses check-in yang lebih cepat berarti kemampuan lebih untuk memastikan keberangkatan dan kedatangan penumpang secara tepat waktu.

Perancangan dan Tata Letak Sistem

Untuk merancang sistem penanganan bagasi dengan efisiensi tertinggi, harus dipikirkan cara untuk mengoptimasi performa dan readabilitas sistem secara serius. Salah satu bagian dari proses perancangan adalah memahami dan mengetahui letak titik-titik kritis. Lalu perlu dipikirkan rancangan sistem yang bisa mengurangi frekuensi berhentinya sistem (downtime). Salah satu tujuan utama ketika merancang proyek penanganan bagasi adalah memaksimalkan kemampuan personel pemeliharaan (maintenance) untuk merespon dengan cara terbaik ketika terjadi kesalahan pada sistem.

Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi adalah mengurangi waktu dan energi yang dipakai tim maintenance untuk memperbaiki kesalahan pada sistem. Untuk memenuhinya, perlu dibuat sistem cadangan dengan menambahkan rute-rute alternatif untuk bagasi dan informasi mengenai penanganan bagasi ketika terjadi downtime. Sistem cadangan ini akan mencegah masalah bagasi terlambat sampai di pesawat, yang mengancam ketepatan penerbangan, dan berbagai biaya yang menyertainya.

Sisi-sisi Pendukung Proyek

Sebelum merancang proyek perbaikan proses penanganan bagasi, bandara dan para partnerhnya harus memikirkan sistem dengan komponen yang handal dan terjamin. Selain itu, komponen-komponen baru harus dibuat secocok mungkin dengan infrastruktur yang telah ada. Komponen penting lain yang perlu disediakan adalah alat bantu diagnosntik yang membantu staf maintenance mendapatkan data mengenai reliabilitas sistem. Staf maintenance juga harus memiliki akses mudah kepada komponen umum dan spare part yang sering dibutuhkan.

Dukungan dari manajemen dan pelatihan yang rutin diberikan kepada staf hingga mereka memiliki pemahaman yang bagus juga penting. Untuk sistem yang kritikal seperti penanganan bagasi, bandara harus menyediakan pelayanan 24/7, juga berbagai opsi pelatihan termasuk pelatihan berbasis web. Pelayanan, bantuan dan pelatihan juga memegang peran krusial pasca penjualan, seperti peran mereka pada fase pra-penjualan.

Mendapatkan “buy-in” dari karyawan pelaksana adalah juga bagian penting dari proses perancangan sistem penanganan bagasi. Undanglah perwakilan dari karyawan pelaksana untuk membantu tim inti proyek dalam memberikan pelatihan, melakukan instalasi, hingga tahap implementasi dan kontrol proyek.

Pentingnya Kemampuan Adaptasi

Seperti sistem lainnya, sistem penanganan bagasi otomatis harus dibuat fleksibel dan dapat diukur. Hal tersebut penting untuk menjaga relevansi dan vitalitasnya. Contohnya, penggunaan frekuensi variabel akan memudahkan dan mendorong sistem untuk bekerja pada kecepatan throughput pada saat ini, dan siap untuk peningkatan throughput pada esok harinya.  Untuk meningkatkan adaptabilitas sistem, pihak bandara bisa menambahkan “inteligensia” dalam sistem, seperti smart control software, misalnya.

Kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan-kebutuhan di masa depan juga menjadi faktor esensial di era perubahan ekonomi, kebijakan, dan energi yang serba cepat ini. Peralatan penanganan bagasi harus dirancang untuk secara otomatis berhenti bekerja ketika sedang tidak ada muatan bagasi dalam sistem. Ini akan membantu bandara menghemat energi, memperpanjang umur mesin dan mengecah kerusakan dini. Selain itu, perlu juga dipikirkan sistem yang bisa menjamin keselamatan kerja. Pada era ini, keselamatan kerja menjadi salah satu bagian dari kesuksesan sebuah organisasi.***

Referensi: www.aviationpros.com (Philip Heacock).