SHIFT SSCX Variability Proses

Peningkatan budget tahunan terkait dengan persoalan IT kini telah menjadi suatu hal yang wajar dalam menjalankan suatu perusahaan. Kebutuhan komputer memang terkadang sulit untuk diseimbangkan dengan kondisi ekonomi yang ada. Hal ini ternyata justru memacu timbulnya otomasi di dalam perusahaan. Alhasil, beberapa kelompok plant otomasi terkadang berusaha bertahan untuk mendapatkan izin dalam melakukan pengeluaran dalam proses kontrol. Di lain pihak, tidak sedikit plant yang mencoba “mengurangi” otomasi mereka.

Untuk mendapatkan proses dan plant yang optimal, diperlukan kontrol sebagai justifikasi atas peningkatan otomasi. Kemajuan ke arah plant yang optimal sering disadari sebagai hasil dari meningkatnya otomasi. Justifikasi lainnya dari otomasi adalah mereduksi staff operasional. Beberapa proyek otomasi telah mencapai hal ini. Namun antisipasi terhadap bahaya perlu dilakukan dalam hal ini. Bahaya dapat terjadi jika terdapat pemahaman yang minim dari operator dan jika alat tersebut merepresentasikan peningkatan yang besar secara otomatis. Bukan tidak mungkin operator akan merasa terbebani dan mengalami stress.

Variability dalam Manufaktur

Variability dapat muncul pada industri manufaktur karena berbagai alasan yaitu variability dari incoming sales order, variability dalam waktu untuk menyelesaikan pekerjaan individu, desain plant yang kurang baik, process control yang tidak memadai, kegagalan equipment, dan eror dari operator.

Pada dasarnya variability dapat muncul pada saat berikut ini :

Keberadaan pegawai yang tidak memadai saat malam hari dan akhir minggu untuk menghadapi situasi yang abnormal
Operator tidak melakukan pekerjaan yang sama dengan operator lainnya. Diluar pembahasan mengenai SOP, hal ini dapat menyebabkan adanya variability pada training, pengalaman yang berbeda, kelelahan, ataupun beban kerja
Tidak melakukan pekerjaan yang memiliki deadline dengan tepat waktu
Beberapa kesalahan dari operator dapat mengarah pada kebutuhan untuk recycle atau mengerjakan suatu produk secara berulang, bahkan sampai menghasilkan waste yang merugikan. Beberapa kesalahan dapat mengakibatkan efek yang berurutan atau menyebabkan terjadinya penundaan penggunaan equipment pada salah satu bagian plant.

Baca juga  Maret 2024, PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi