mitos lean manufacturing

Yang Anda pikirkan mengenai Lean Manufacturing mungkin sejalan dengan yang ada di kepala beberapa orang: metodologi Lean hanya cocok diterapkan di perusahaan besar.

Memang ada banyak bukti mendukung pemikiran tersebut; mayoritas perusahaan yang terkenal dengan Lean-nya adalah perusahaan multi-milyuner: Toyota, Danaher, Ford, Amazon, General Electric, dan beberapa perusahaan lain yang sedikit lebih kecil dari beberapa raksasa yang disebutkan tadi.

Namun ternyata, dibalik bayang-bayang kemegahan perusahaan market leader tersebut, tersembunyi banyak manufaktur kecil, yang penghasilan tahunannya tidak kurang dari 50 juta dolar!

Apakah Lean Manufacturing cocok diterapkan di manufaktur-manufaktur kecil? Menurut Rick Bohan, prinsipal Chagrin River Consulting, selalu ada kesempatan bagi mereka untuk maju dan tumbuh dengan Lean. “Kesempatan terbentang luas bagi perusahaan-perusahaan kecil,” katanya.

Bohan memperkirakan, banyak perusahaan kecil yang mengimplementasikan Lean Manufacturing tidak sebaik yang seharusnya atau tidak memfokuskan kemampuan mereka untuk memaksimalkan implementasinya. Mereka bisa saja mencari alibi atas ketidak-maksimalan tersebut, karena memang dalam berbagai literatur ditemukan kecenderungan bahwa Lean hanyalah milik perusahaan besar. Perusahaan kecil sepertinya tidak punya cukup sumber daya untuk memiliki Lean champion yang bekerja  full-time, atau menghabiskan tiga hari untuk memberikan pelatihan tentang metode Lean. Mereka sering berkilah bahwa perusahaan sudah cukup “Lean” dengan mengambil beberapa tools. Cara tersebut kemungkinan tidak bisa membawa manfaat yang besar untuk mereka.

Menurut Bohan, hal ini terjadi karena mereka kurang memahami konsep Lean (masalah ini terjadi di perusahaan besar, menengah, maupun kecil).

Untuk memudahkan implementasi, Bohan memaparkan beberapa definisi Lean:

  • Lean adalah sesuatu yang strategis, bukan hanya taktikal. Lean Manufacturing yang diimplementasikan secara strategis akan menciptakan nilai tambah di perusahaan yang akan sulit ditiru perusahaan lain.
  • Lean fokus kepada pelayanan pelanggan.
  • Lean selalu membawa perubahan substansial dalam budaya perusahaan. Improvement tidak akan bertahan lama jika perubahan budaya perusahaan tidak menjadi bagian dalam penerapan Lean.
Baca juga  Berkat Program Efisiensi, Pendapatan Semen Baturaja Tumbuh 9%

Pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap perusahaan adalah “Dapatkah kami memberikan produk yang lebih baik kepada pelanggan tepat di saat pelanggan menginginkannya, dalam bentuk dan format tepat seperti harapan pelanggan, setiap saat tanpa error atau delay,” kata Bohan. “Pertanyaan tersebut akan membawa perusahaan kepada inisiatif Lean. Tidak hanya sekedar ‘Dapatkah kita mengurangi biaya produksi disini?’”

Bohan mencatat bahwa perusahaan kecil memiliki beberapa kelebihan dalam mengimplementasikan Lean, yang tidak dimiliki perusahaan besar, khususnya yang berkaitan dengan perubahan budaya perusahaan yang sangat penting untuk keberhasilan implementasi. Dalam perusahaan manufaktur kecil, CEO kemungkinan akan berada lebih dekat dengan operasional. CEO mungkin dapat sering berdiskusi dengan semua orang mengenai implementasi Lean dan mempelajari bagaimana reaksi setiap individu berkaitan dengan Lean. Ia juga dapat memonitor jika ada penyimpangan dari konsep Lean, atau ketika semangat tim mulai terkuras. Intinya, perusahaan kecil dapat dengan mudah kembali kepada performa Lean mereka.

“Lingkaran feedback di perusahaan kecil cenderung pendek. Itulah keuntungan mereka dalam implementasi Lean Manufacturing,” kata Bohan. “Menurut pengalaman saya, impact dari improvement lebih cepat terlihat di perusahaan-perusahaan kecil.”