Dunia telah memasuki era baru, teknologi digital telah begitu cepat dan pesat berkembang dalam sisi kehidupan manusia saat ini.

Para konsumen yang sebagian besar adalah mereka yang ‘melek’ teknologi memiliki kebutuhan untuk bisa berinteraksi kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Banyak orang ingin terlibat dalam interaksi online, seperti aktif memanfaatkan berbagai jejaring sosial, yang kesemuanya berbasis online interaction. Sehingga, interaksi online inilah yang paling menjadi perhatian bagi perusahaan dalam menentukan strategi baru bisnis mereka.

Platform Bisnis yang Memfasilitasi Interaksi untuk Lintas Platform

Multisided platforms (MSPs) adalah salah satu pola dalam model bisnis yang sudah cukup banyak digunakan dalam bisnis saat ini. Model bisnis ini mampu menciptakan nilai dengan memfasilitasi interaksi antara satu platform dengan platform lainnya, namun tetap memiliki pelanggan atau kelompok partisipan yang sama.

Sebagai contoh, ‘Google Search’, semakin banyak orang menggunakan Google Search, maka semakin banyak juga data yang dimiliki Google. Kemudian data ini akan menjadi sumber untuk memperbaiki hasil pencarian lebih lanjut.

MSPs juga merupakan model bisnis yang menggambarkan pola pikir rasional tentang bagaimana organisasi mampu menciptakan, mengirimkan, dan menangkap sebuah value dari kegiatan bisnis mereka dengan konsumennya.

Facebook, eBay, PayPal, Rakuten, dan Alibaba adalah sebagian contoh yang sukses menggunakan model bisnis MSPs.

Bagaimana Perusahaan Bisa Memanfaatkan Strategi MSPs untuk Mengembangkan Bisnis

Seperti yang dikatakan Andrei Hagiu, seorang profesor untuk divisi strategi di Harvard Business School, dalam artikel yang ia tuliskan untuk MIT Sloan Management Review, bahwa banyak orang ingin terlibat dalam interaksi online yang massive ini.

“Dengan makin meningkatnya kesadaran model bisnis dan keberhasilan MSPs di dekade terakhir, hal ini mendorong banyak pengusaha dan investor untuk mencoba membangun dan mengidentifikasi ‘the next eBay’, tulis Hagiu.

Baca juga  Ukur Kualitas Improvementmu di OPEXCON, Pendaftaran Sudah Dibuka!

“Namun, itu bukanlah hal yang mudah,” kata Hagiu.

Meskipun demikian, ada 3 hal yang Hagiu sarankan agar perusahaan sukses menerapkan strategi MSPs. Berikut sarannya:

1. Bertujuan pada Volume

“Fitur penting dari MSPs adalah bahwa nilai yang diberikan kepada pelanggan di satu sisi platform biasanya meningkat dengan jumlah pelanggan partisipan pada sisi platform yang lain,” tulis Hagiu. Dia mengatakan hal ini dikenal sebagai “network effect” dari berbagai lintas platform atau disebut juga “indirect network effects”.

 2Bertujuan untuk Skala Ekonomi

Banyak dari perusahaan yang menerapkan MSPs melihat bahwa biaya rata-rata mereka dapat melayani pelanggan di satu sisi menurun dari jumlah pelanggan yang berpartisipasi. Sebenarnya hal ini bersifat umum, kata Hagiu. Namun, perusahaan bisa membuat software MSPs, yang bisa dikembangkan dengan biaya cukup rendah.

3. Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan Strategis yang Penting

Seperti, berapa banyak pihak yang akan menjadi bagian dari platform ini? Jenis desain seperti apa yang harus dimiliki setiap platform? Atau Bagaimana mengatur harga (mulai dari layanan gratis ataupun bersubsidi)? Dan jenis aturan yang adil bagi para partisipan?

MSPs memang memiliki proporsi yang cukup rumit, bahkan ide yang dipahami dengam baik pun sering menghadapi tantangan dan kompleksitas karena adanya beberapa kepentingan yang harus dipenuhi.

Namun demikian, penelitian Hagiu ini mengacu pada lebih dari 10 studi kasus yang mendalam yang telah dikembangkan dalam 5 tahun terakhir.***RR/RW

sumber: MITSloan Management Review