SHIFT SSCX Nissan BMW Tesla

Nissan, BMW dan Tesla adalah tiga perusahaan pembuat kendaraan berbeda yang mengontrol 80 persen penjualan mobil elektrik di seluruh dunia.

Ketiga perusahaan pembuat mobil tersebut, akhirnya tertarik menjalin kerjasama untuk mendukung perkembangan platform teknologi Vehicle Electric (VE).

Selang beberapa hari setelah Elon Musk CEO Tesla Motors.Inc mengumumkan bahwa perusahaannya akan membuka paten untuk para pesaingnya, Nissan dan BMW telah menyatakan niatnya untuk bekerja sama dengan pembuat mobil elektrik tersebut.

Menurut laporan yang dipublikasi Financial Times, ketiga perusahaan pembuat mobil ini sedang dalam pembicaraan menyusul keputusan Tesla membuka paten demi mempercepat perkembangan VE.

“Kami percaya bahwa Tesla, perusahaan-perusahaan lain pembuat mobil elektrik, dan juga dunia akan mendapat manfaat yang sama dari platform teknologi yang cepat berkembang,” Kata Elon Musk pekan lalu.

Saat ini, menurut sumber yang mengatakan kepada Financial Times, Nissan, BMW dan Tesla tertarik berkolaborasi untuk menciptakan standar kendaraan pengisian global.

“Hal ini jelas bahwa setiap orang akan mendapat manfaat jika ada cara yang jauh lebih sederhana bagi semua orang mengisi bahan bakar untuk mobil mereka,” kata seorang eksekutif di Tesla.

Musk juga mengatakan bahwa keberhasilan mobil listrik pada umumnya lebih penting baginya dibanding kesuksesan Tesla sendiri. Sementara itu, sejak laporan ini dimuat, saham Tesla naik 6 persen di awal minggu ini.*RR

sumber: Mashable.com

Baca juga  Lampaui Rp565 Triliun, Tren Investasi Manufaktur Terus Naik