Industri makanan dan minuman di Indonesia berkembang pesat mencapai Rp400 triliun pada kuartal pertama 2016. Menurut GAPMMI meski berkembang pesat, industri makanan menghadapi tantangan kenaikan bahan baku dan biaya tenaga kerja. Menurut Budi Sutanto, Managing Director PT Omron Electronics sektor makanan dan minuman bukan sekadar komponen utama manufaktur, tapi menjadi pemasok makanan dan minuman 250 juta penduduk Indonesia.

“Agar sektor ini terus berkembang diperlukan penggunaan otomatisasi industri khususnya di bidang robot,” tuturnya. Pengemasan pada industri makanan dan minuman, seperti juga pada produk lain menjadi bagian penting dari proses manufaktur. Pengemasan meminimalisir terkontaminasinya produk, membantu melindungi produk dari kerusakan. Menunjang pemasaran dan branding suatu produk.

Solusi pengemasan yang dipilih harus terukur, mampu mempercepat waktu pemasaran, dan dapat beradaptasi dengan cepat. Terutama beradaptasi dengan perubahan produk. Robot merupakan solusi ideal untuk proses pengemasan yang berulang, intensif.

Di industri otomasi Indonesia Omron sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Membantu perusahaan-perusaahaan menghemat biaya, memperpendek siklus penyediaan barang dan meningkatkan produktivitas. Lambat laun, perusahaan melihat ketertarikan untuk mengaplikasikan robot sebagai solusi ketenagakerjaan.

Omron mengakuisisi Adept Technologies, manufaktur robot industri untuk pengemasan dari Amerika, untuk pasar otomasi di Indonesia. Omron Adept adalah salah satu yang memiliki sistem robot kendali-visi untuk pengemasan dengan basis instalasi terbesar secara global dan menawarkan berbagai aplikasi robot untuk pemberian label, pengemasan, dan pemasangan palet kemasan. []

Baca juga  Strategi Pertamina Jaga Ketahanan Energi dan Kelestarian Lingkungan