Di tahun 2017, dengan menjadikan pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi salah satu arah kebijakan pemerintah di bidang ekonomi menunjukkan bahwa pemerintah serius dengan upayanya meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia untuk menghadapi ancaman persaingan global.

Daya saing SDM di Indonesia masih sangat perlu mendapat perhatian khusus, berdasarkan laporan The Human Capital Report 2016 yang dirilis World Economic Forum, daya saing sumber daya manusia Indonesia ada pada urutan ke 72 dari 130 negara. Masih jauh di bawah negara Asean lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Sri Lanka yang masuk dalam kategori 50 besar.

Kalahnya daya saing merupakan ancaman serius. Pembenahan perlu dilakukan oleh semua pihak, tidak hanya pemerintah dan pelaku usaha yang menyediakan ekosistem pengembangan. Semua masyarakat pun perlu menyadari bahwa kualitas dan daya saing SDM merupakan penentu nasib di masa akan datang. Menghadapi MEA dan juga perubahan tren digital menuntut SDM yang mumpuni kalau tidak Indonesia akan menghadapi gempuran tenaga asing.

[cpm_adm id=”11945″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Perkembangan dunia kerja yang disponsori oleh perubahan tren digital, menjadikan teknologi dan internet sebagai tuntutan. Di sisi lain kebutuhan industri yang terus meningkat, menuntut ketersediaan tenaga ahli yang berkualitas. Menjawab kebutuhan tersebut tentu perusahaan tidak akan merekrut orang yang gagap.

Pilihan pemerintah untuk menjadikan pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai salah satu arah kebijakan yang tepat dalam menjembatani tuntutan tersebut. Kebijakan ini harus bisa dimaksimalkan dan mampu melahirkan talent yang berkualitas. Meningkatnya daya saing akan membawa Indonesia menjadi macan Asean.

Baca juga  Lebih Cepat dari Target, BSI Resmi Masuk Jajaran Top 10 Global Islamic Bank