Perubahan pada perusahaan manufaktur, selaras dengan terjadinya globalisasi, menciptakan satu tantangan baru bagi semua yang menangani manajemen gudang. Juga memungkinkan barang persedian yang ada dan menunggu ‘order’ bukan lagi menjadi prosedur dasar. Para manajer diberikan trik dan tips untuk beroperasi secara efisien, tetapi tetap harus mencari ide bagaimana untuk mengurangi biaya.

Yang menjadi cara terbaik menerapkan tips-tips implementasi lean di manufaktur untuk kemudian diterapkan pada manajemen gudang. Intinya adalah, apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi waste baik dari orang, proses, maupun peralatan untuk dapat menekan biaya agar menjadi lebih rendah. Lalu, apa saja tips lean manufaktur yang dapat diterapkan dalam manajemen gudang agar dapat menekan biaya dan meningkatkan profit?

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

  1. Libatkan Teknologi

Yang pertama dilakukan untuka menekan biaya dalam manajemen gudang adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Sistem barcode atau RFID label merupakan dua cara yang menyederhanakan operasi gudang sekaligus mampu menekan biaya, karena sistem barcode tidak menghabiskan banyak dana, sementara RFID menyediakan sistem tag yang dapat digunakan berkali-kali meskipun biaya yang dikeluarkan sedikit di atas sistem barcode.

  1. Kurangi Penanganan Manual

Tenaga operasional adalah salah satu penyebab bengkaknya biaya operasional gudang. Operator yang meng-handle salah satu item akan membuat biaya item yang ikut meninggi. Bayangkan saja apabila dalam gudang terdapat berbagai macam barang dengan jumlah besar, biaya yang akan dikeluarkan untuk gudang pun pasti membengkak.

  1. Pastikan untuk Menggunakan Storage yang Benar dan Memanfaatkan Rak

Sederhananya, setelah menerima bahan, produk pastinya harus disimpan dengan cara seefisien mungkin. Jika karyawan kesulitan mencari dimana letak bahan dan juga barang di gudang, sudah dapat dipastikan terjadi pemborosan waktu yang juga akan mengacu pada pemborosan biaya. Dengan menggunakan sistem persediaan yang tepat, setiap karyawan akan dengan mudah menemukan bahan dan barang yang mereka perlukan untuk pengiriman maupun penyimpanan. Selain itu, diperlukan juga pemanfaatan pengaturan gudang dengan menggunakan rak. Rak tersebut akan sangat berguna untuk material yang berlebih dalam satu lokasi gudang. Namun pastikan juga rak yang digunakan memiliki ukuran yang tepat terhadap material yang akan disimpan.

  1. Cari Mitra Kerja yang Berkompeten
Baca juga  Kunci Sukses Implementasi AI (2)

Mitra atau rekan kerja yang sesuai akan dapat menjadi penemu solusi terhadap masalah baik di dalam maupun di luar manajemen pergudangan. Pilihan ini tentunya didasari oleh apa yang dibutuhkan oleh gudang saat ini, juga siapa yang paling berkompeten untuk menyelesaikan pemborosan yang terjadi. Jika letak gudang jauh dari pabrik produksi, tentunya sangat dibutuhkan mitra kerja yang tepat dalam hal transportasi. Apabila perusahaan menggunakan tenaga transportasi internal, sebaiknya berikan fasilitas GPS agar tidak terjadi pemborosan waktu.

  1. Terapkan Metode Just-In-Time Setiap Waktu

Produksi dan pengiriman dengan metode JIT telah terbukti berhasil mengurangi terjadinya pemborosan biaya. Kelebihan produk ataupun kelebihan pemesanan material dalam perusahaan manufaktur akan mempengaruhi cash flow dalam hubungannya dengan inventaris, yang akan mengurangi efisiensi dan memunculkan limbah dalam proses produksi. Hal ini tentunya pun akan mempengaruhi biaya operasi gudang.

Dengan bekerja secara bersamaan dengan vendor maupun klien, dapat dihasikan sebuah jadwal pengeluaran dan pemasukan barang secara teratur. Tidak akan lagi ditemukan kelebihan produk di dalam gudang, juga permintaan produksi mendadak yang hanya akan mengeluarkan biaya produksi yang lebih besar untuk membayar operator. Pastinya dibutuhkan waktu agar semuanya seimbang, namun nantinya hal ini akan sangat mengurangi pengeluaran biaya operasional yang berkaitan dengan gudang.

Sumber: apriso.com