Banyak perusahaan hanya melihat pembukuan yang menguntungkan untuk kemudian merasa puas. Besarnya angka yang tercatat dalam buku laporan seakan sudah cukup merepresentasikan bahwa perusahaan sudah cukup professional. Angka sudah menjadi capaian tertinggi sehingga perusahaan kurang memperhatikan aspek produktivitas karyawan, kurang berani dalam bereksplorasi dan melakukan perbaikan yang menuntut adanya perubahan-perubahan di perusahaan.

Beberapa perusahaan lebih memilih untuk statis. Terlena dengan angka pembukuan. Keadaan ini menjadikan perusahaan kehilangan banyak kesempatan yang besar. Perusahaan memang dibuat untuk mendapatkan keuntungan dan untuk melipatkan keuntungan salah satunya adalah dengan mengoptimalkan produktivitas karyawan.

Untuk meningkatkan produktivitas, perusahaan perlu melakukan perbaikan secara terus menerus. Perusahaan raksasa otomotif Indonesia, Toyota mempunyai prinsip bahwa untuk menghasilkan produk yang berkualitas maka pertama yang dilakukan Toyota adalah melakukan pengembangan dan pemberdayaan karyawannya. Toyota telah membuktikan bahwa mengembangkan karyawan adalah cara paling ampuh bagi perusahaan untuk mencapai keuntungan.

[cpm_adm id=”11945″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Dalam konteks perusahaan, karyawan adalah sumber biaya. Dia mendapat gaji dan fasilitas bekerja sehingga menimbulkan tanggungjawab untuk karyawan menghasilkan sesuatu yang lebih atas beban biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Apabila tidak demikian maka perusahaan menanggung beban yang merugikan. Pimpinan perusahaan harus mampu menghilangkan sifat beban tersebut.

Setiap karyawan mempunyai nilai produktivitas yang berbeda sedangkan angka di pembukuan merupakan representasi dari capaian seluruh karyawan. Melihat hal ini maka memaksimalkan produktivitas setiap karyawan adalah peluang besar bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ada beberapa langkah untuk meningkatkan produktivitas karyawan, diantaranya adalah dengan meningkatkan fokus setiap karyawan. Karyawan yang fokus akan mampu menyelesaikan pekerjaaannya sesuai dengan jadwal. Selain itu fokus juga akan mengurangi tekanan bagi karyawan karena mereka akan menyelesaikan pekerjaan sesuai prioritas sehingga setiap satu pekerjaan selesai maka mereka akan sudah siap dengan pekerjaan berikutnya.

Baca juga  Inspirasi dari Lapangan: Pelajaran Operational Excellence dari Permainan Basket