“If you can measure it, we can manage it. If you can manage it, we can achieve it”

Kalimat di atas sangat tepat untuk merefleksikan betapa pentingnya penilaian kinerja karyawan di perusahaan. Untuk menilai kinerja tersebut maka perusahaan membutuhkan suatu ukuran yang dijadikan beban kerja atau tanggung jawab yang harus dipenuhi karyawan. Ukuran tersebut biasa kita kenal dengan istilah Key Performance Indicator (KPI), suatu ukuran kinerja yang bersifat kuantitatif. KPI mengukur sejauh mana progress yang mampu dicapai dan seberapa dekat perusahaan dengan tujuannya.

KPI dibuat dan ditentukan oleh perusahaan untuk mengukur kinerja setiap karyawannya. Diturunkan dari nilai visi dan misi perusahaan, KPI harus dimiliki mulai dari level organisasi, departemen, sampai dengan individu sebagai strategi perusahaan untuk mencapai target. KPI merupakan bagian penting untuk menjelaskan bagaimana proses bisnis di perusahaan, sehingga setiap level mampu memahami perannya.

[cpm_adm id=”11945″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Melalui KPI, kontribusi karyawan akan dapat dinilai secara objective dan terukur. System reward and punishment pun akan berjalan sebagaimana mestinya. Dengan demikian ada hal yang tidak kalah penting dari KPI yaitu cara penilaian KPI itu sendiri.

Dalam memberikan penilaian, karyawan harus merasa bahwa organisasi sudah cukup adil dalam menilai, mulai dari pemiliham metode, proses, sampai penilaian itu keluar. Karena apabila karyawan merasa tidak adil terhadap penilaian kinerja mereka, maka trust karyawan kepada perusahaan akan berkurang. Trust adalah kondisi dimana profesionalitas dan loyalitas menjadi pedoman kerja karyawan. Apabila trust ini hilang, maka bisa dipastikan perusahaan akan merugi.

KPI sangat berpengaruh dalam mewujudkan excellent performance, sudahkah Anda menerapkan KPI dalam perusahaan Anda?

Baca juga  Tidak perlu bingung, ini beda value add dengan value enabler