Maraknya tindak pencurian uang melalui anjungan tunai mandiri (ATM) mendorong PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melakukan perbaikan dengan menargetkan pembuatan kartu debit yang dilengkapi chip. Direktur Consumer Banking BNI, Anggoro Eko Cahyono sebagaimana dikutip dalam sejumlah media online Minggu (6/11) mengatakan jika BNI telah mencanangkan kartu debit menggunakan chip mulai Juli tahun depan. Secara bertahap BNI akan mengganti kartu debit para nasabah tanpa dipungut biaya.

“Nasabah baru sejak juli 2017 kami ganti dengan chip baru, nasabah lama bisa ke kantor cabang untuk gantu kartu,” kata Anggoro sebagaimana dikutip wartaekonomi.co.id (6/11). Kartu debit yang dilengkapi chip akan meningkatkan sisi keamanan dari tindak “skimming”, pencurian. Namun demikian pihak bank mengimbau nasabah untuk selalu teliti sebelum bertransaksi di mesin ATM.

Menurut pakar keamanan Robert Siciliano, skimming telah ada sedari 10 tahun lalu. Perubahan modus pencurian adalah teknologi yang digunakan. Pelaku skimming ATM menggunakan dua perangkat untuk mengetahui PIN dan data kartu. Satu perangkat diletakkan di tempat memasukkan kartu ATM, sehingga mampu membaca garis magnetik dan nomor akun nasabah.

Selain itu, pelaku skimming tak jarang menggunakan kamera tersembunyi untuk mengetahui PIN. Akhirnya pelaku skimming mendapatkan data real time, beraksi membobol akun nasabah di tempat lain menggunakan laptop dan perangkat komputer.

Aplikasi BNI Experience yang bisa diakses melalui ponsel pintar, android, dapat membantu nasabah untuk menelpon pusat layanan resmi jika terkendala saat bertransaksi di ATM. Selama ini bank melengkapi seluruh mesin ATM dengan pelindung, menutupi input nomor identifikasi rahasia. Sehingga nasabah tak perlu panik saat kartunya tertelan mesin ATM, serta tak mudah memercayai nomor telepon yang tertera di mesin.

Baca juga  Strategi Pertamina Jaga Ketahanan Energi dan Kelestarian Lingkungan

Petugas bank dikerahkan mengantisipasi penempelan nomor-nomor palsu oleh sindikat pencuri. Sampai saat ini, transaksi elektronik nasabah di ATM atau di internet dengan saldo minimal satu juta rupiah termasuk tinggi. BNI pun mengapresiasi nasabah memberikan penghargaan melalui pengundian BNI Taplus. []