Pfizer Inc. (PFE), perusahaan farmasi yang memecat 26.000 karyawan dalam tiga tahun terakhir, memotong tunjangan yang akan diterima karyawan PHK. Pemotongan ini disampaikan melalui sebuah memo.

Perusahaan farmasi terbesar di dunia ini kini fokus melakukan penghematan biaya sejak mengakuisisi Wyeth pada Januari 2009. Tahun ini Pfizer tengah bergumul dengan ancaman kerugian penjualan karena produk utamanya, obat anti-kolesterol yaitu LIPITOR yang mencetak penjualan sebanyak US$ 9.6 juta pada 2011, kini mendapatkan pesaing dari produk generik untuk pertama kalinya.

Seperti yang dilansir dari Bloomberg, CEO Ian Read, yang memimpin sejak Desember 2010, terpaksa memotong anggaran operasional sebanyak US$ 1 juta untuk tahun 2012. Memo tersebut memerintahkan pemotongan pesangon dasar yaitu menjadi delapan minggu, dari jumlah 12 minggu yang sebelumnya berlaku untuk pekerja AS, dan tunjangan kesehatan juga dikurangi menjadi hanya delapan minggu alih-alih satu tahun seperti sebelumnya. Karyawan akan mendapatkan tambahan pesangon dan tunjangan kesehatan selama beberapa minggu, tergantung lamanya mereka bekerja. Memo tersebut dikirim kepada Bloomberg oleh seorang karyawan Pfizer, dan dikonfirmasi oleh Joan Campion, juru bicara perusahaan tersebut.

“Pesangon dan tunjangan yang kami berikan masih kompetitif jika dibandingkan dengan perusahaan lain di industri farmasi dan perusahaan kelas dunia lainnya,” demikian isi memo tersebut. “Kami akan terus menganalisa semua program tunjangan kami untuk tetap kompetitif di dunia bisnis yang makin menantang sepertiu sekarang ini.”

Pfizer yang berbasis di New York, AS, memotong 20 persen karyawannya setelah mengakuisisi Wyeth, demikian keterangan dari Chief Financial Officer (CFO) Frank D’Amelio dalam sebuah interview pada bulan Januari lalu. Pada tahun 2011, Pfizer memotong US$ 642 juta, atau lima persen, dari total biaya yang dikeluarkan.

Baca juga  SHIFT Indonesia, Your Operational Excellence Guide

Bagian lain dari pesangon yang diberikan perusahaan, seperti notifikasi 60 hari dan program retraining senilai US$ 5000, menurut memo, masih diberlakukan.