Melihat kondisi pasar saat ini, para pelaku bisnis dituntut untuk lebih jeli dalam menyikapi peluang pasar. Pasalnya, setiap peluang membawa tantangan yang terkadang menyulitkan. Oleh karenanya, pelaku bisnis harus memiliki peta strategi untuk menciptakan produk dan layanan yang dapat menjawab kebutuhan dan selera pelanggan sehingga bisa memenangkan persaingan.

Salah satu indikator penting untuk bersaing adalah harga. Perusahaan harus bisa memberikan penawaran terbaik untuk pelanggan. Namun, tidak berarti perusahaan  juga harus mengorbankan kualitas dari produk atau jasa yang mereka tawarkan. Untuk itu, mari kita ingat kembali skema dari prinsip Lean: Biaya = Harga Jual – Laba. Bukan Lagi, Biaya + Laba = Harga Jual Produk. Ya, prinsip Lean inilah yang memungkinkan kita untuk menawarkan harga paling kompetitif ke pasar. Kok, bisa?

Prinsip dalam Lean Manufacturing akan mendorong perusahaan fokus pada upaya pengurangan biaya yang tidak terkait dengan bahan baku dan waktu yang dibutuhkan selama proses produksi. Untuk itu, perusahaan harus lebih memperhatikan proses produksi mereka dan mengatur proses tersebut agar lebih efisien.

Bagaimana perusahaan memulai upaya efisiensi ini ?

Pertama, memaksimalkan efektivitas peralatan.

Kedua, membangun sistem menyeluruh melalui Preventive Maintenance (PM) selama umur efektif peralatan

Ketiga, melibatkan setiap karyawan, mulai dari top manajemen hingga shop floor dengan memulai kegiatan korektif

Ketiga upaya di atas merupakan hal paling mendasar dalam konsep Total Productive Maintenance (TPM), konsep yang berfokus pada peningkatan pemeliharaan di area produksi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses manufaktur. Tujuannya adalah untuk mengurangi dan menghilangkan segala kejadian tidak terduga (darurat) dan pemeliharaan yang belum dijadwalkan.