Jakarta – Realisasi penerimaan hulu migas sampai dengan 31 Desember 2014 mencapai Rp 320,254 triliun atau 103 persen di atas target APBN – Perubahan 2014 sebesar Rp 309,933 triliun. Sementara lifting minyak mencapai 794.000 barel per hari atau 97 persen dari target APBN-P 2014 sebesar 818.000 per hari. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bagian Humas SKK Migas, Rudianto Rimbono.

Sedangkan lifting gas mencapai 1.218.000 barel setara minyak per hari, sedikit di bawah target 1.224.000 barel setara minyak per hari.

“Sehingga total lifting migas mencapai 2.012.000 barel setara minyak per hari atau 99 persen dari target 2.042.000 barel per hari,” ucap Rudianto seperti dikutip Okezone.com.

Dia menjelaskan, tidak tercapainya lifting minyak, disebabkan beberapa faktor yaitu beberapa KKKS belum dapat melakukan kegiatan karena gangguan fasilitas produksi dan off taker, antara lain kendala sumur dan fasilitas produksi, unplanned shutdown dan kendala dari off taker dalam proses lifting.

Selain itu, mundurnya jadwal proyek onstream, seperti Banyu Urip, Lapangan Bukit Tua, Lapangan Kerendan, Lapangan Ridho, Lapangan Bayan dan Lapangan Sampoerna.

Penyebab lainnya adalah masalah operasional, seperti hasil pemboran yang tidak sesuai target, kendala teknis operasi produksi, keterlambatan pengadaan fasilitas dan peralatan produksi, kendala perijinan dan gangguan pencurian dan keamanan serta illegal tapping.

Dirinya pun meminta dukungan semua pihak agar pada tahun 2015 kinerja industri migas dapat kembali menunjukkan kinerja sesuai harapan.

Untuk tahun 2015, lifting minyak ditargetkan mencapai 845.000 barel per hari dan lifting gas 1.248.000 barel setara minyak per hari. Rencana kegiatan survei dan seismik sebanyak 46 kegiatan dan akan dilakukan 169 pemboran sumur eksplorasi, termasuk CBM, 818 sumur pengembangan dan 1175 pekerjaan workover seta 32.1414 pekerjaan well services.***

Baca juga  CEO Insight: Pentingnya Continuous Improvement