quick changeover lean manufacturing

Dalam industri manufaktur, changeover berarti proses pergantian aktifitas produksi di suatu lini produksi dari satu produk ke produk lainnya. Waktu changeover dapat bervariasi tergantung kepada jenis produknya. Untuk produk yang lebih sederhana kemungkinan hanya membutuhkan beberapa menit, sedangkan untuk produk yang lebih rumit seperti mobil dapat memakan waktu beberapa minggu untuk proses retooling model baru.

Single Minute Exchange of Dies (SMED), adalah teknik untuk mengurangi waktu changeover, atau mengurangi waktu proses pergantian produksi antara suatu produk yang spesifik menjadi produk spesifik lainnya dalam satu lini produksi. Tujuan mengurangi waktu changeover bukanlah untuk meningkatkan kapasitas produksi, tapi untuk meningkatkan frekuensi changeover untuk menambah produktifitas produksi. Quick changeover akan memungkinkan produksi dalam ukuran batch lebih kecil sehingga pabrik dapat lebih responsif terhadap permintaan pelanggan.

Keuntungan Quick Changeover

  • Mengurangi defect / cacat produksiQuick changeover dapat membantu mengurangi penyesuaian yang dilakukan di setiap proses setup dan menunjang kualitas produksi sejak produk pertama yang dihasilkan.
  • Mengurangi biaya inventori – Eliminasi atau reduksi jumlah dan ukuran batch dan membantu menghemat biaya operasional dan penyediaan ruang penyimpanan inventori.
  • Meningkatkan fleksibilitas produksi – Meningkatkan output dan memperbaiki aktualitas dan kemampuan untuk merespon permintaan pelanggan.
  • Meningkatkan kemampuan on-time-deliveryQuick changeovers memberikan kemampuan untuk memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu.

Istilah set-up kadang juga digunakan dan disinonimkan dengan changeover, namun sebenarnya itu tidak tepat. Set-up adalah salah satu komponen changeover.  Changeover sendiri dapat terbagi menjadi:

  1. Clean-up — pembersihan sisa-sisa produksi (komponen, material) yang sebelumnya berjalan
  2. Set-up — proses menyetel dan mengatur peralatan agar sesuai dengan kebutuhan produksi berikutnya yang akan berjalan.
  3. Start-up — waktu yang dibutuhkan untuk tune-up peralatan setelah proses produksi kembali dimulai.
Baca juga  Maret 2024, PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi

Kunci Keberhasilan Lakukan Quick Changeover

Beberapa kunci yang akan memastikan keberhasilan quick changeover yaitu:

  • Pikirkan ulang ide yang mengatakan bahwa mesin dapat menganggur, sedangkan karyawan tidak boleh menganggur.
  • Perubahan setup yang ideal adalah tanpa ada setup sama sekali atau tanpa setup dalam beberapa detik.
  • Pastikan semua peralatan selalu siap pakai dan dalam kondisi baik.
  • Berikan tanda yang akan dipahami oleh karyawan yang akan membuat mereka merespon setiap changeover.
  • Tetapkan target untuk mengurangi waktu changeover dan catat seluruh waktu changeover. Pampang catatan ini di dekat mesin produksi.
  • Bedakan aktifitas setup internal dan eksternal dan cobalah untuk mengkonversi setup internal menjadi setup eksternal.