Coca cola mungkin menjadi salah satu brand minuman paling terkenal di dunia dengan produknya yang tersebar merata hampir di seluruh negara di bumi. Pastinya kita akan dengan mudah menemukan produk-produk mereka ketika berbelanja di supermaket apapun dimanapun, bahkan hingga toko kelontong sekalipun.

Terkadang, muncul pertanyaan seperti “bagaimana perusahaan dengan jejak besar seperti ini mengelola rantai pasokannya?”

Wendy Manning, Vice President Logistik Pelanggan di Coca Cola Enterprise (CCE) memberikan beberapa wawasan tentang distribusi produk mereka di seluruh Eropa bagian Barat.

Global Manufaktur mengungkapkan 14 hal penting yang menjadi kunci rantai pasokan di Coca Cola. Hal-hal inilah yang menjadi proses bagaimana satu produk Coca Cola dibuat hingga pada akhirnya beredar meluas di hampir seluruh wilayah di dunia.

  1. Kita, setidaknya melihat satu produk Coca Cola di supermaket atau toko kelontong di seluruh dunia.
  2. CCE bertanggung jawab untuk memproduksi dan mendistribusikan berbagai minuman ringan di bawah nama Coca Cola, mulai dari produk Cola itu sendiri hingga ke Fanta, Jus, Air, dan bahkan minuman berenergi.
  3. Mereka beroperasi di 8 wilayah di Eropa Barat, memberikan lebih dari 600 juta produk kepada pengecer setiap tahunnya, yang kemudian dijual pada lebih dari 170 juta konsumen.

Jadi, bagaiman proses operasional sebesar ini dapat ditangani dengan sangat baik? Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa setiap botol yang diproduksi hingga tiba di tangan konsumen tepat pada waktunya dan tetap memiliki kualitas tinggi?

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Menurut Manning, semua itu berawal dari lantai pabrik.

  1. CCE memiliki lokasi manufaktur di 17 negara di seluruh Eropa dan 95% minuman dibuat di negara dimana mereka dijual.
  2. CCE juga menyimpan banyak sumber daya setempat, membantu menjaga kelancaran rantai pasokan tetap singkat dan cepat, yang penting untuk menjaga keselarasan dengan jumlah permintaan.
  3. Setelah semua bahan dan komponen tiba di pabrik, fokus mereka berikutnya adalah untuk menghasilkan minuman yang berkualitas tinggi, dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang singkat, dalam rangka untuk memenuhi permintaan pelanggan dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
  4. Pabrik CCE menjalankan proses produksi tercepat di dunia.
Baca juga  Inilah Pondasi Membangun Keunggulan Bisnis dari Marriot hingga Toyota

Perusahaan ini mampu mengirimkan minuman-minuman tersebut dari pabrik hingga ke supermaket hanya dalam waktu 48 jam.

  1. CCE terus mencari investasi baru untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka – misalnya dengan membuka gudang otomatis seharga 20 Euro dan sistem pengambilan di pusat distribusi mereka di Dongen, Belnda. Fasilitas baru ini dirancang untuk menahan dan secara otomatis memindahkan palet dari botol dan kaleng – memudahkan CCE untuk lebih efisien memenuhi kebutuhan pelanggan, serta untuk memaksimalkan ruang kargo yang digunakan dalam truk.
  2. Perusahaan ini juga secara terus-menerus melakukan pengujian terhadap teknologi dan inovasi terbaru, seperti teknologi Bluetooth dan 3D printing.

Kesinambungan merupakan kunci untuk mengembangkan rantai pasokan yang efisien.

  1. Selama proses produksi, kesinambungan dan efisiensi selalu menjadi pemikiran utama. pada fasilitas produksi yang terdapat di Wakefield, Inggris, CCE baru-baru ini memperkenalkan sistem yang menggabungkan energi dan panas terbaru, yang akan mampu menyimpan sebanyak 1500 ton CO2 setiap tahunnya. Inovasi semacam ini telah membantu perusahaan mengurangi jejak karbon operasional sebesar 23% sejak tahun 2007.
  2. Sementara pentingnya teknologi dan mesin-mesin di pabrik CCE tak bisa dipungkiri lagi untuk memproduksi keluar masuknya botol dari dan ke dalam pasar, orang-orang di dalamnya juga tak kalah penting. “Sebanyak 166 orang yang tergabung dalam tim logistik kami menyediakan dukungan operasional sehari-hari yang luar biasa selama 7 hari seminggu, 365 hari setahun untuk memastikan ketersediaan barang. Tim ini mengawasi semua proses operasional dan memastikan bahwa setelah botol-botol tersebut diisi, setiap orang akan mendistribusikannya.” Kata Manning.

Pastinya, pekerjaan tidak selesai sampai di sini saja.

  1. Setelah produk didistribusikan ke seluruh toko, perusahaan juga memiliki peran dalam memastikan bahwa botol tersebut berada dalam lemari es pembeli. Departemen pemasaran dalam perusahaan memiliki hubungan yang luar biasa baik dengan para pengecer untuk memastikan bahwa di dalam toko produk Coca Cola akan mudah ditemukan.
  2. “Sepanjang perjalanan yang dilalui oleh botol-botol kami, menjadi hal yang penting untuk berkomunikasi dengan mitra ritel kami, terutama karena ritel dapat juga menjadi tak terprediksi, dan bahkan perubahan sekecil apapun, misalnya cuaca, dapat mempengaruhi perilaku pembelian. Sistem produksi kami merupakan jaringan yang menungkinkan kami untuk terus meningkatkan atau menurunkan kapasitas, yang juga memungkinkan kami untuk memenuhi permintaan (terduga ataupun tidak) dengan meregangkan produksi di beberapa lokasi jika dibutuhkan. Dan kamipun sepenuhnya siap untuk menghadapi permintaan yang luar biasa, misalnya selama natal atau acara olahraga besar seperti Olimpiade,” jelas Manning.
  3. Salah satu cara agar perusahaan tetap dekat dengan pelanggan adalah dengan mempromosikan kolaborasi secara lebih untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan karyawan. Hal ini tidak hanya berdampak pada nilai karir setiap individu yang terlibat di dalamnya, melainkan juga terbukti menjadi cara yang efektif untuk berbagi pengetahuan dan wawasan, membantu menyelaraskan strategi untuk meningkatkan penjualan dari waktu ke waktu.
Baca juga  3 Mindset yang Mendorong Budaya Continuous Improvement

Pada intinya, suksesnya rantai pasokan dari Coca Cola dalam mendistribusikan produk mereka sejak masih berada di pabrik hingga sampai di tangan konsumen adalah: kolaborasi, kesinambungan, inovasi, dan efisiensi. Mereka adalah faktor kunci yang membuat perjalanan rantai pasokan mulus dan sukses.***

Sumber: manufacturingglobal.com