Pasar yang transparan, mobilitas para pekerja, arus modal secara global, dan komunikasi yang mudah dipahami telah menjadi skenario lama yang membuat nyaman. Untuk kebanyakan industri, dan juga hampir seluruh perusahaan, baik dari skala besar hingga kecil, mereka mulai menganggap serius persaingan global karena adanya pola pikir manajemen secara kolektif demi menyambut satu hal, yaitu perubahan. Perusahaan yang sukses, seperti yang dikatakan oleh Profesor Harvard Business School Rosabeth Moss Kanter, fokus pada budaya perusahaan yang sustainable.  

Tapi saat ini, para eksekutif senior sedang menghadapi tantangan baru. Dalam sebuah transformasi yang besar, mereka bersama dengan kolega-koleganya memusatkan perhatian bagaimana merancang rencana yang strategis dan taktis. Namun, untuk sukses menerapkan rencana-rencana tersebut mereka harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sisi kemanusiaan dari Change Management.

Untuk mewujudkan budaya perusahaan yang selaras, sudah jelas diperlukan usaha yang konsisten , berkelanjutan dan tindakan yang kolektif, sehingga para karyawan yang ada dalam perusahaan Anda bertanggung jawab untuk merancang, melaksanakan dan siap menerima perubahan dari ingkungan kerja.

Transformasi struktural jangka panjang memiliki 4 karakteristik, yaitu scale (perubahan mempengaruhi semua atau sebagian besar organisasi), magnitude (melibatkan perubahan yang signifikan dari status quo), duration (berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun), dan strategic importance. Namun, perusahaan akan menuai hasilnya ketika perubahan itu terjadi dari tingkat individual karyawan.

Para eksekutif pun sangat menyadari gejolak bisnis yang terjadi secara global. Beberapa hal yang membuat tidur mereka tidak nyenyak adalah pemikiran mengenai reaksi karyawan, bagaimana melangsungkan kerja tim yang baik, dan bagaimana menerapkan kepemimpinan yang efektif. Semua itu memang merupakan faktor penting perusahaan agar dapat bersaing di tengah-tengan  pasar global.

Baca juga  7 Fakta Menarik dari Metode Inovasi Design Thinking

Tidak ada metodelogi tunggal yang cocok untuk setiap perusahaan, tapi ada serangkaian praktek, baik itu tools dan juga teknik yang dapat disesuaikan dengan berbagai situasi. Dengan menggunakan kerangka yang sistematis, komprehensif, para eksekutif dapat memahami apa yang diharapkan, bagaimana mengelola perubahan pribadi mereka sendiri dan bagaimana melibatkan seluruh organisasi untuk ikut dalam proses.***RR/RW