Waste adalah segala sesuatu yang tidak memiliki nilai tambah. Waste tidak hanya berupa material yang terbuang, tetapi juga sumber daya lain secara luas, termasuk waktu, energi, area kerja. Dilihat dari sudut pandang nilai tambah, maka segala aktivitas yang kita lakukan dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar:

  1. Aktivitas Bernilai Tambah atau dikenal dengan Value-Added Activities (VA)
  2. Aktivitas Tidak Bernilai Tambah atau dikenal dengan Non-Value-Added Activities (NVA)
  3. Aktivitas Tidak Bernilai Tambah tetapi Diperlukan atau dikenal dengan Value Enabler Activities atau Business Non-Value-Added Activities (VE atua BNVA)

Berbeda dengan VA dan NVA, VE relatif jarang dipakai. Secara ringkas, Value Enabler Activities adalah segala aktivitas yang tidak ‘dibayar’ oleh pelanggan tetapi tetap kita lakukan karena faktor risk management, regulasi, kebijakan perusahaan. Misalnya melakukan pemeriksaan dengan prinsip empat mata (four-eyes principle) atas aplikasi kredit di bank bukanlah aktivitas yang dibutuhkan pelanggan, tetapi regulasi mewajibkan adanya aktivitas ini untuk meminimalkan resiko.

Karena fokus utama dari Lean adalah menghilangkan waste dalam proses, maka sangat penting bagi kita untuk memahami apa saja waste yang dimaksud. Ada 7 jenis waste yang umum dikenal di dalam Lean. Seven waste ini hanyalah pengkategorian agar kita semua lebih mampu mengenali waste.

Seven waste tersebut adalah:

  1. Waste transportasi – waste ini terdiri dari pemindahan atau pengangkutan yang tidak diperlukan seperti penempatan sementara, penumpukan kembali, perpindahan barang
  2. Waste kelebihan persediaan – waste ini termasuk Inventory, stok atau persediaan yang berlebihan
  3. Waste gerakan – waktu dan energi yang digunakan karena gerakan yang tidak memberikan nilai tambah, termasuk misalnya mencari, gerakan yang tidak efisien dan tidak ergonomis
  4. Waste menunggu – waste ini termasuk antara lain aktivitas menunggui mesin otomatis, menunggu barang datang, menunggu approval
  5. Waste kelebihan produksi – menghasilkan produk melebihi permintaan, ataupun lebih awal dari jadwal
  6. Waste proses berlebih – segala penambahan proses yang tidak diperlukan bagi produk yang hanya akan menambah biaya produksi
  7. Waste defect atau produk cacat – termasuk rework, kerja ulang tidak ada nilai tambahnya.
Baca juga  Satu Faktor yang Membuat Perusahaan Inovatif Selalu Terdepan

Tahapan bagaimana kita menyikapi waste adalah:

  1. Memahami konsep value
  2. Mengenali waste
  3. Menghilangkan waste, jika tidak bisa: mengurangi. Jika masih tidak bisa, kurangi dampaknya.