Semua industri mengakui bahwa Six Sigma adalah metodologi yang dapat diandalkan untuk membuat proses bisnis menjadi lebih efektif dan efisien. Jack Welch, CEO di General Electric yang diakui sebagai salah satu pemimpin hebat di dunia mendefinisikan menjadi salah satu tokoh yang mengakuinya. Menurutnya, Six Sigma adalah program berkualitas yang ketika semua dikatakan dan dilakukan, dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, menurunkan biaya, dan membangun pemimpin yang lebih baik. 

Lahir di Motorola, Diadopsi oleh Semua Industri

Six Sigma menjadi andalan karena memiliki seperangkat tools dan teknik yang dapat mengurangi variasi dan cacat. Tapi juga dapat membantu mengidentifikasi akar penyebab masalah sehingga perusahaan bisa meningkatkan produk dan layanan yang lebih baik untuk pelanggan. Tidak sampai disini, metode berbasis statistik ini juga menjadi pendekatan yang efektif untuk menciptakan budaya continuous improvement di perusahaan.

Melihat sejarah, Six Sigma pertama kali dikembangkan oleh seorang insinyur Motorola bernama Bill Smith, tujuannya yaitu mengurangi variasi dalam proses manufaktur Motorola yang menyebabkan cacat pada produk. Nah, sejak saat itu metode ini menjadi metrik, metodologi, dan strategi yang diadopsi oleh banyak perusahaan di berbagai industri untuk mencapai keunggulan operasi.

Six Sigma Sebagai Metrik

Apa itu metrik Six Sigma? Mengutip indeed.com, Six Sigma adalah seperangkat alat pengukuran yang dapat digunakan untuk melacak kualitas proses. Sebagai metrik, Six Sigma dapat digunakan sebagai:

1. Ukuran statistik untuk variasi

Anda bisa mengenal proses Anda dengan lebih baik menggunakan Six Sigma, termasuk di dalamnya tentang angka defect rate, process capability, process measurement, Cpk, dan lain sebagainya.

2. Ukuran seberapa bagus kinerja proses atau organisasi

Six Sigma dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan benchmark, dengan Six Sigma Anda bisa tahu seberapa efisien proses Anda dibanding orang lain atau organisasi lain di industri Anda.

Baca juga  Efektif dan Efisien dengan Just In Time

3. Memonitor key performance indicator (KPI)

Anda bisa mengetahui kemajuan atau keberhasilan suatu proyek perbaikan beserta karakteristik menarik lain di dalamnya seperti visual yang menarik dan mudah digunakan dengan metrik Six Sigma.

4. Parameter proyek perbaikan

Perusahaan dapat menggunakan Six Sigma untuk menentukan keberhasilan suatu inisiatif perbaikan berdasarkan parameter yang terukur.  

Beberapa industri manufaktur memanfaatkan Six Sigma bersama dengan metode Lean Manufacturing untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Misalnya, salah satu cara umum untuk mengukur kualitas proses adalah dengan menghitung tingkat cacat (defect).

Six Sigma Sebagai Metodologi

Excellent people, masih ingatkah Anda dengan Shewhart, bapak statistical process control? Pada masa aktifnya, Ia adalah seorang insinyur di Bell Telephone yang berperan meningkatkan sistem transmisi. Nah, Shewhart ini dipuji oleh banyak ahli atas gagasannya tentang setiap bagian dari proses yang menyimpang tiga sigma dari rata-rata berarti memerlukan perbaikan. Sebagai informasi, satu sigma adalah satu standar deviasi.

Six Sigma memiliki sejumlah tools dan teknik untuk mendefinisikan dan mengevaluasi setiap langkah dari suatu proses. Metode ini memungkinkan Anda meningkatkan efisiensi, kualitas proses, dan yang paling penting adalah profit bagi perusahaan. Namun implementasi metode ini hanya akan berhasil jika seluruh organisasi sepakat dan mendukung program Six Sigma atau dengan kata lain, orang menjadi faktor paling krusial.

Mengutip sixsigmadaily.com, metodologi Six Sigma menyerukan kita utuk membawa operasi ke tingkat “enam sigma”, yang berarti hanya ada 3,4 cacat untuk setiap satu juta peluang. Adapun tujuan utamanya adalah untuk menggunakan perbaikan proses berkelanjutan dan menyempurnakan proses sampai mereka mendapatkan hasil yang stabil dan dapat diprediksi.

Sebagai metodologi, Six Sigma dapat digunakan sebagai:

Baca juga  Tips Agar Tetap Fokus dan Produktif Bekerja Saat Puasa

1. Metodologi untuk penyelesaian masalah, perbaikan proses atau desain ulang sistem menggunakan lima langkah DMAIC.

2. Teamwork, yaitu membangun kerjasama tim yang solid antar individu antar departemen,  yang juga berarti menghilangkan silo-silo di organisasi.

3. Pemilihan dan memprioritaskan project berdasarkan prioritas kebutuhan (mana yang paling membutuhkan perbaikan).

Six Sigma Sebagai Strategi Bisnis

Mengapa perusahaan kelas dunia seperti General Electric (GE) mempertimbangkan inisiatif perbaikan proses bisnis menggunakan Six Sigma? Bahkan berbagai perusahaan di seluruh dunia saat ini turut berinvestasi melalui pendekatan metodologi Six Sigma? Tidak lain karena sebagai strategi bisnis, Six Sigma dapat meningkatkan:

  1. Profitabilitas
  2. Business dan Operational Performance (Quality, Delivery, Cost)
  3. Leadership dan Engagement

Ketiga hal ini sangat dibutuhkan organisasi untuk menjadi yang terbaik di tengah kompetisi yang sengit. Mengutip techtarget, mereka yang telah menerapkan Six Sigma mengklaim bahwa sebagai strategi bisnis Six Sigma memberi banyak manfaat, termasuk penurunan biaya proses hingga 50 persen, peningkatan cycle-time, pemborosan bahan menurun, memahami pelanggan dengan lebih baik, kepuasan pelanggan meningkat, dan produk/ layanan menjadi lebih handal.

Menerapkan Six Sigma untuk perusahaan Anda? Sekarang waktu yang tepat untuk menghubungi SSCX International, partner andalan untuk pelatihan Six Sigma di Indonesia. Lebih lanjut tentang SSCX kunjungi www.sscxinternational.com atau hubungi tim support di 08175763021.