(c)newenergyworldnetwork
(c)newenergyworldnetwork

Lingkungan bisnis global yang super-kompetitif dewasa ini mendukung para pelaku bisnis untuk memberikan lebih dari ekspektasi pelanggannya. Tidak terkecuali Toshiba, salah satu penguasa pasar elektronik elektronik terbesar asal Jepang. Management Innovation Program di Toshiba merupakan inisiatif utama yang dijalankan untuk menggali competitive advantage, dengan penerapan metode Six Sigma.

Management Innovation Program fokus untuk menciptakan budaya perusahaan yang terpusat kepada pelanggan dan data. Tujuannya adalah secara signifikan meningkatkan level kepuasan pelanggan dan menciptakan value bagi mereka. Caranya adalah dengan meningkatkan dan memperbaiki proses bisnis secara kontinu melalui pengembangan inovatif dari produk dan jasa baru yang didasarkan kepada Voice of Customers. Selain itu, Toshiba telah mengadakan kerjasama dengan para profesor dari Stanford dan MIT untuk mengembangkan satu set perkakas dan metode yang disebut DFACE (modifikasi dari DFSS yang disesuaikan dengan karakter bisnis Toshiba), yang mengutilisasi Voice of Customer untuk mencari celah untuk improvement dari kebutuhan pelanggan yang belum terpuaskan.

Selain Six Sigma, Toshiba juga mengimplementasikan program kualitas lainnya, seperti supply chain management, spend initiative, eco-process, improved manufacturing and design, dan sebagainya. Toshiba Corporation menginvestasikan nyaris 6% dari revenue penjualan mereka setiap tahun untuk melakukan riset dan pengembangan, yang didedikasikan untuk inovasi. Tujuannya adalah memberikan produk dengan teknologi mutakhir bagi pelanggan dan pelayanan yang mampu menyesuaikan demand yang terus berubah, mengikuti lingkungan kerja dengan jaringan yang luas.

Quality Program ala Toshiba

Untuk memastikan produk-produknya tercipta dengan kualitas terbaik, Toshiba mengadakan penujian quality assurance dan simulasi untuk memeriksa kualitas produk dalam setiap lingkungan dan situasi. Dengan melakukan penilaian fungsi dan reliabilitas dari produk mereka di setiap langkah (dari pengembangan, manufaktur, hingga pengiriman akhir), Toshiba menjaga kualitas produknya. Memastikan keamanan produk melalui pengujian yang teliti juga menjadi prioritas utama mereka.

Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

Lama sebelum proses produksi dimulai, tes sampel memang telah dijalankan dengan prototip MFP, dan seringkali dilakukan dalam kondisi yang sangat ekstrem. Tes tersebut antara lain:

  • Tes ketahanan iklim dalam kondisi ekstrim
  • Tes penyimpanan
  • Tes usia produk dengan pertimbangan faktor keamanan
  • Tes kesehatan
  • Lebih dari 50 tes individual
  • Langkah-langkah optimisasi material, suku cadang, dan prosedur

Proses quality control di Toshiba benar-benar dilakukan dalam regulasi yang ketat dan berlaku bagi seluruh material. Semua rantai produksi dikenakan inspeksi in-process dan spot-check untuk menghindari multiplikasi atau kesalahan yang berlarut-larut. Jika terjadi kesalahan, pemasok barang yang bermasalah akan diminta pertanggungjawaban dan sumber kesalahan akan dianalisa. Setelah itu, langkah-langkah perbaikan segera diambil untuk menghindari repetisi kesalahan.

Setiap produk asli Toshiba akan diberi lot number yang spesifik, yang akan memudahkan identifikasi dan pelacakan produk-produk yang cacat. Nomor ini akan membantu pemasok melacak tanggal produksi, pabrik yang memproduksi, dan sebagainya.

Beberapa contoh kasus yang menunjukkan kesuksesan sistem quality control Toshiba antara lain:

  • Drum OPC Toshiba dilapis dengan zat photoconductor organik dengan kualitas terbaik. Zat photoconductor ini memiliki sensitifitas spektral yang disesuaikan untuk mesin-mesin yang spesifik.
  • Material berkualitas yang dipilih dengan seksama akan memastikan heat roller mampu menjaga toleransi yang sesuai selama masa pakainya. Sesuai dengan hukum di Eropa, roller milik Toshiba memiliki kualitas superior yang akan memenuhi persyaratan pemrosesan limbah.
  • Toner asli Toshiba diproduksi sesuai dengan prosedur yang ketat dan rumit. Sebanyak lebih dari 100 parameter yang berbeda harus diobservasi, termasuk pergantian seragam, ketepatan ukuran butiran spektrum yang dipastikan dengan mikrometer, sifat anti debu, aliran yang lancar, kekebalan terhadap humiditas tinggi, dan hasil yang berkualitas.
  • Laboratorium milik Toshiba telah menjalani tes yang menunjukkan performa dan kualitas dari drum mereka. Generation copy test juga dilakukan untuk melihat reproduksibilitas drum yang sesugguhnya.
Baca juga  Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 5,80 Persen di Tahun 2024

Produk-produk dalam portofolio Toshiba tidak hanya harus melewati serangkaian tes yang inspeksi yang ketat selama proses manufaktur. Jika memungkinkan, mereka juga harus memiliki standar elektrikal dan peralatan elektroknik seperti Waste Electrical and Electronic Equipment (WEEE), Restriction of Hazardous Substances (RoHS), dan banyak sertifikasi eco-label dari banyak negara.

Optimalisasi Performa Pemasok

Demi mempertahankan kualitas tinggi secara konsisten, Toshiba sangat memperhatikan performa para pemasoknya. Perusahaan elektronik tersebut mewajibkan pemasoknya untuk memenuhi standar kualitas yang sama ketatnya dengan mereka, sehingga dapat berkontribusi kepada usaha untuk mencapai kualitas tertinggi dan menambahkan value bagi pelanggan. Untuk tujuan tersebut, Toshiba menyusun Quality Assurance Guidelines for Suppliers khusus untuk para pemasoknya, yang merangkum aturan quality assurance yang berlaku di Toshiba Group dan ekspektasi yang mereka harapkan dari pemasok. Dengan kooperasi dari procurement, quality assurance dan operasional teknis, Toshiba Group akan mengaudit pemasok mereka dalam interval yang relevan, disesuaikan dengan tipe dan tingkat kepentingan produk procurement, untuk memastikan kualitas produk procurement tersebut setiap waktu.***