Teknologi memang terus berkembang seiring dengan berbagai penelitian yang dilakukan para ilmuwan. Yang terbaru, para ilmuwan tengah mengembangkan baterai kendaraan listrik yang diharapkan bisa dipakai dalam jangka waktu lama untuk sekali charging.

Adalah Singapura yang mengonfirmasi telah mengembangkan sebuah baterai yang dapat bertahan selama dua puluh tahun dalam sekali pengisian.

Seperti dilansir dari Dailystar, Kamis (16/20/2014), teknologi baterai ini didesain oleh tim dari Nanyang Technological University. Menggunakan teknologi lithium-ion yang sudah tersedia mereka berhasil membuat baterai bertahan 20 kali lebih lama dan cepat pengisiannya.

Baterai ini diberi nama Li-Ion. Harapannya dapat membantu mengembangkan kendaraan elektrik yang selama ini kesulitan menyimpan sumber tenaga dan lama mengisi ulang.

Chen Xiaodong, Associate Professor dari Nanyang Technological University mengatakan dengan teknologi nano yang dikembangkannya, mobil elektrik bisa meningkatkan kapabilitasnya dengan waktu pengisian ulang hanya lima menit, setara dengan waktu pengisian bensin di mobil biasa.

Yang menarik, baterai temuan peneliti Singapura tersebut mampu bertahan hingga lebih dari 10.000 charging cycles. Artinya, 20x lebih tangguh dari baterai yang ada saat ini yang hanya memiliki 500 charging cycle.

“Hal lain yang tak kalah pentingnya, kita sekarang mampu mengurangi dampak limbah yang dihasilkan baterai bekas pakai, karena baterai yang kami kembangkan mampu bertahan sepuluh kali lebih lama dibandingkan generasi baterai lithium-ion yang sekarang,” kata Chen.

Peneliti menjelaskan teknologi ini bisa tersedia dalam jangka waktu dua tahun dan punya kemungkinan besar tersedia untuk baterai smartphone.***

Sumber: okezone.com

Baca juga  Mengapa Dukungan untuk Pejuang Inovasi Itu Penting?