Sumber Photo: indonesiaport.co.id
Sumber Photo: indonesiaport.co.id

Peluang dan tantangan di bisnis kepelabuhanan merupakan motivasi utama IPC untuk segera berubah. Pelabuhan-pelabuhan lain di Asia telah mulai membenahi diri dan muncul sebagai kekuatan baru, menggantikan pelabuhan di negara-negara Barat menempati peringkat teratas dunia.

“Karyawan adalah Aset”, Bukan Sekedar Jargon

Walaupun dinilai lebih sulit oleh Lino, pengembangan infrastruktur manusia di IPCtetap dilakukan dengan intens. People memang menjadi prioritas utama dalam transformasi IPC. Mereka fokus mempersiapkan karyawan menjadi pemimpin yang kompeten, baik saat ini maupun di masa depan.Salah satu contoh, sistem yang berbasis senioritas diubah menjadi berbasis kompetensi. Karyawan yang memiliki kemampuan tinggi bisa memiliki karir cemerlang. Bahkan, manajemen kadang mengadakan tender jabatan untuk memilih manajer-manajer terbaik. Mereka juga dituntut untuk mampu merancang dan menjalankan program-program baru yang sesuai dengan visi perusahaan.

Terlihat jelas IPC memperlakukan karyawannya sebagai aset berharga. Pendidikan dan pelatihan, baik di level manajer ataupun staf, dilakukan secara intens.Perusahaan bahkan memiliki program pendidikan karyawan dengan menyekolahkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai contoh, saat ini tercatat ada lebih dari 125 orang karyawan yang dikuliahkan di program master logistik dan bisnis di universitas ternama di Amerika, Eropa, Inggris, Singapura, Cina dan Australia. Selain itu, mereka juga mengirimkan lebih dari 700 orang untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di berbagai tempat.

Selain itu, rotasi karyawan juga dilakukan untuk memperkaya pengalaman dan kemampuan kerja. Jika memang ada karyawan atau manajer yang merasa kurang cocok di satu posisi, ia bisa mengajukan perpindahan divisi atau jabatan dimana ia bisa bekerja dan memberi hasil lebih baik. Program rotasi karyawan ini disambut positif oleh mayoritas karyawan.

Baca juga  5 Karakteristik Pemimpin Agile yang Perlu Kita Ketahui

Belum cukup dengan itu, tingkat kesejahteraan karyawan juga sangat diperhatikan. Tingkat gaji di IPC sejauh ini merupakan yang tertinggi di kalangan BUMN dan perusahaan swasta nasional. Hasilnya, survei kepuasan karyawan menunjukkan hasil yang memuaskan di poin kesejahteraan.

Hasil Transformasi IPC

Perubahan yang dijalankan secara terpimpin dan terstruktur di IPC segera membuahkan hasil menggembirakan. Nyaris di semua sisi, baik total aset, pendapatan, maupun laba bersih perusahaan meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2012, pendapatan usaha melonjak tajam melampaui 6,2 triliun rupiah dan laba bersihnya naik secara fantastis mencapai 31%. Aset juga melonjak melewati 11 triliun rupiah.

Hasil transformasi IPC ternyata juga diperhatikan oleh pihak-pihak luar. Persepsi publik dan pelanggan membaik, sesuai dengan target perusahaan memperbaiki citranya. Terbukti dengan peningkatan pada logistics performance index dari 75 menjadi 59. Selain itu, IPC mendapat berbagai penghargaan lain, seperti CEO BUMN terbaik 2011, Best Container Terminal 2011 dan 2012, peringkat 5 integritas KPK, Asia HRD Award (terbaik se-Asia) pada 2012, dan best website pada 2012.

Apa kunci suksesnya? Kombinasi dari pengembangan di sisi hard infrastructure dan soft infrastructure dinilai sebagai resep keberhasilan inisiatif perubahan di IPC. Di sisi hard infrastructure, perbaikan di bidang handling, procurement, perbaikan fasilitas, optimasi lahan dan pengembangan pelabuhan baru menjadi pondasi yang kuat untuk menopang perubahan. Soft infrastructure, seperti pengembangan metode handling, perbaikan proses pelayanan, pengembangan IT, dan pengembangan SDM memuluskannya. IPC mengerti, untuk mendongkrakengangement, mereka harus melakukan buy-in karyawan yang tepat.***RW

Sumber data dan literatur: Inovasi Perusahaan Indonesia (2014)/PPM Manajemen.