SHIFT SSCX pit stop formula 1 planty manager

Di perusahaan manapun, para plant manager pada umumnya memiliki target mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas. Berikut beberapa tips sederhana untuk mengoptimasi proses tanpa menambah beban kepada karyawan:

  1. Latih dan Latih-Ulang

Jika Anda meminta pembalap yang masih belajar untuk mengemudikan mobil Formula 1, kemungkinan besar dia takkan bisa membuat mobil tersebut mencapai kinerja tertingginya. Mesin-mesin di pabrik-pun sama. Jika Anda mempercayakan mesin kepada operator yang masih minim latihan, produktivitas akan anjlok.

Manufaktur mesin-mesin industri pada umumnya mengadakan pelatihan on-site pada saat dan setelah instalasi. Namun biasanya mereka juga bersedia memberikan pelatihan tambahan; Anda hanya harus meminta. Para manufaktur tersebut memang mengharapkan Anda bisa menikmati kinerja terbaik dari mesin yang mereka jual, karena dengan lebih sedikit breakdown, penyelesaian masalah yang lebih cepat, perbaikan yang lebih mudah, akan mendatangkan kepuasan pelanggan, lebih banyak bisnis, dan juga referal.

Pameran produk-produk industrial bisa jadi ajang yang baik untuk melatih operator. Para manufaktur menghabiskan dana ribuan hingga puluhan ribu dolar untuk memamerkan produk mereka, dan bersedia melakukan segalanya untuk mendapatkan ROI. Memberikan pelatihan kepada personel pabrik akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi mereka, dan juga Anda.

Pelatihan-ulang juga menjadi sesuatu yang penting untuk meningkatkan produktivitas. Operator dan kepala operator tidak cukup hanya menerima pelatihan terjadwal, tapi juga harus mampu melalui tes atau mendapatkan sertifikasi yang berbasis kepada kriteria yang Anda butuhkan. Operator yang telah merasa nyaman dengan kemampuannya, apalagi jika skill mereka belum terupdate, akan menimbulkan penurunan produktivitas yang biasanya sulit terlihat. Pelatihan formal dan program sertifikasi adalah metode yang ampuh untuk mengatasi tantangan ini.

  1. Upgrade dan Retrofit
Baca juga  3 Jenis Nilai dalam Analisis Proses Bisnis

Para manufaktur meningkatkan dan memperbaiki mesin mereka secara regular dan terus menerus. Terlepas dari apakah hal tersebut menjadi atribut bisnis yang vital, inovasi yang dilakukan manufaktur terkait erat dengan fakta bahwa pabrik yang membeli mesin 2 tahun lalu akan memiliki “hambatan” produktivitas lebih banyak dibandingkan kompetitornya yang membeli mesin versi baru enam bulan lalu.

Namun jangan khawatir, kesempatan untuk meng-upgrade mesin-mesin lama dan meningkatkan level kinerjanya selalu ada. Kandidat paling memungkinkan untuk di-upgrade adalah kontrol dan diagnostik. Teknologi komputer terus berkembang bagai petir. Me-retrofit teknologi kontrol dan diagnostik pada sebuah mesin dapat membuka jalan kepada kenaikan produktivitas secara signifikan. Kinerja mesin dapat dilacak dan dianalisa lebih cepat dan akurat, masalah operasional dapat diidentifikasi dan diperbaiki lebih cepat, data throughput dapat dikumpulkan di ditinjau secara lebih detail, dan sebagainya.

Para pemimpin di lingkup operasional harus bertemu dengan para manufaktur mesin secara reguler untuk mendiskusikan kemungkinan upgrade dan retrofit. Sebagai tambahan untuk meningkatkan produktivitas, upgrade mesin akan memberikan keuntungan finansial yang tidak sedikit, karena bertambahnya usia pakai mesin.

  1. Carilah Pembunuh Produktivitas Terselubung

Banyak hal yang menyebabkan penurunan produktivitas justru bukan hal besar terkait pelatihan atau mesin, melainkan masalah-masalah kecil yang tak kasatmata. Operasi yang memiliki efisiensi tinggi mampu mendeteksi masalah-masalah tersebut, memahami dampaknya bagi produktivitas dan mengatasinya.

Faktor lingkungan adalah salah satu yang masuk dalam daftar “masalah-masalah kecil” ini. Pabrik yang terlalu panas, dingin atau berisik bisa membuat karyawan kehilangan energi, antusiasme dan kemampuan untuk fokus pada pekerjaan. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti meletakkan karpet karet diatas lantai yang licin dapat memberi peningkatkan produktivitas secara instan.

Baca juga  Inspirasi dari Lapangan: Pelajaran Operational Excellence dari Permainan Basket

Penanganan material juga merupakan area dimana perbaikan kecil bisa memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan. Contohnya, menghubungkan dua mesin berkinerja tinggi dengan konveyor sepanjang 30 meter, alih-alih membiarkan karyawan bolak-balik dalam work in process, akan menghemat beberapa jam man hours dalam operasi tiga shift, dan menurunkan potensi kecelakaan (juga menghemat biaya penanganan kesehatan).

Parts dan maintenance adalah dua area dimana “peperangan” dengan downtime bisa dimenangkan atau kalah. Jangan terlalu pelit dalam mengeluarkan anggaran. Menghemat beberapa ribu dolar dengan membiarkan spare part usang dan level inventori rendah dapat merugikan Anda jutaan dolar.

Perusahaan juga sering tergoda untuk mengurangi jumlah dan jam kerja staf maintenance ketika kondisi bisnis sedang tidak baik. Namun ada alasan bagus mengapa mobil-mobil Formula 1 harus kembali ke pit stop secara berkala. Tidak peduli seberapa bagis mesin dan seberapa efisien operatornya, keusangan dan ke-aus-an akan selalu ada dan menyebabkan operasional terhenti mendadak.

Untuk mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas, periksa secara detail mesin-mesin, operator dan semua aspek yang mempengaruhi mereka. Diatas segalanya, lihatlah produktivitas secara holistik. Fokus kepada satu dua hal mungkin bisa meningkatkan produktivitas, namun peningkatan tersebut bisa tersapu begitu saja karena mengabaikan hal-hal lain yang juga penting.***