Zaman telah berganti, era terus berubah. Bahkan sejak awal tahun 2000-an perubahan dirasa semakin signifikan. Tak heran, organisasi dan perusahaan dituntut untuk beradaptasi menghadapi perubahan yang terjadi.

Beberapa hal baru terkait manajemen perusahaan yang muncul di era modern ini:

  • Timbulnya beberapa perubahan besar dalam struktur dan organisasi bisnis itu sendiri, yang berdampak pada perubahan proses serta regulasi dalam bisnis.
  • Perubahan bentuk menejemen perusahaan yang menggiring pada beberapa sudut pandang dalam menyikapinya.
  • Perubahan etos kerja yang terdapat dalam diri karyawan. Latar belakang pendidikan, gaya hidup, dan keluarga telah memberikan dampak besar bagi karyawan masa kini.
  • Beberapa pertanyaan yang muncul mengenai manajemen yang sedang menjalani masa training seakan menantang dunia manejemen bisnis. “Bagaimana kita dapat melakukan manejerial terhadap kemampuan dan keterampilan karyawan berdasarkan perkembangan diri karyawan?” dan “metodologi apa yang paling tepat untuk mencetak generasi handal dan dapat memajukan kehidupan bisnis perusahaan?”
  • Masalah asumsi-asumsi yang beredar dan terkait dengan manejemen perusahaan. Tiap pekerja yang sedang dalam masa training memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan hal ini juga menciptakan generasi individu yang berbeda-beda pula. Tugas pihak manajemen mengawasi dan menuntun kinerja karyawannya.

Manajemen yang sedang dalam masa pembentukan akan memiliki “hidup” baru dalam prosesnya, sementara laju pembaharuan dunia tetap berkembang setiap harinya.

[cpm_adm id=”10763″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Oleh karena itu ada beberapa hal yang patut dijadikan perhatian:

  1. Pemikiran yang dihasilkan oleh pemimpin merupakan titik awal segalanya. Setelah proses berpikir oleh pemimpin mengenai hal yang diinginkan terhadap perusahaannya, kesuksesan tinggal ditentukan oleh proses training dan pengontrolan.
  2. Pengembangan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan merupakan bagian yang sangat penting. Penelitian menunjukkan bahwa besar kecilnya biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan sumber daya, tidak berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah perusahaan melakukan pengembangan terhadap karyawannya. Tingkat efektifitas proses training yang dilakukan-lah yang menetukan keberhasilan tersebut. Dalam proses training, sebuah perusahaan disarankan tetap berjalan pada rancangan yang telah dibuat tetapi juga harus mengedepankan fleksibilitas dalam menghadapi beberapa ganjalan.
  3. Sebuah perusahaan harus melakukan penilaian dan pengamatan terhadap hal-hal apa yang dibutuhkan dalam sebuah proses training. Agar tercipta proses training yang maksimal, proses penilaian dan pengamatan harus dilakukan secara kritis dan mendalam.
  4. Pelatihan perencanaan dan berkomunikasi melalui tulisan. Penting bagi karyawan untuk dapat memiliki pemikiran dan cara kreatif dalam bekerja, serta berkomunikasi dengan baik antar departemen perusahaan.
  5. Perusahaan memberi perhatian khusus dalam proses implementasi dan penyampaian training pada karyawan, dengan proses training yang fleksibel yang dapat disampaikan melalui berbagai cara yang berbeda. Agar implementasinya pun dapat dilakukan secara fleksibel, sehingga kemampuan dan keterampilan sebagai hasil dari proses training dapat diterapkan di segala kondisi.
  6. Evaluasi terhadap proses training. Jika proses training tidak dijalankan secara tepat dan efektif, perusahaan akan mengalami kemunduruan dan mendapatkan dampak negatif dalam jangka panjang.
  7. Memberi “garansi” terhadap hasil dari proses training jangka panjang. Hampir sama dengan tahap evaluasi, tetapi proses ini lebih menekankan pada langkah untuk memastikan proses training berpengaruh siginifikan bagi perusahaan.
Baca juga  Mengenal 5 Right Approach, Pendekatan untuk Memilih Project secara Efektif

Kepemimpinan telah menjadi hal paling krusial dalam sebuah proses training di suatu perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan aspek psikologi kognitif.  Beberapa hal yang diperhatikan dari aspek ini adalah analisis kerja dan tugas, kebiasaan-kebiasaan yang tampak, serta waktu dan kebijakan kerja. Kenyataannya, hal-hal tersebut telah berubah pada masa modern sekarang.

Memang, perkembangan jaman terkadang memberikan dampak positif terhadap dunia bisnis, akan tetapi tak jarang juga membawa rintangan.

[cpm_adm id=”11002″ show_desc=”no” size=”medium” align=”none”]

Dalam kondisi ini, pengembangan sumber daya manusia sebuah perusahaan tetap menjadi hal yang paling berpengaruh bagi kehidupan bisnis perusahaan; karena tenaga kerja memang asset yang paling mahal lagi berharga.***