Dalam satu dekade terakhir, Four Seasons Hotel and Resorts telah mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam industri perhotelan mewah global, bukan hanya melalui ekspansi properti, tetapi melalui evolusi estetika dan layanan yang sangat terencana. Reputasi emas yang dimiliki Four Seasons tidak terjadi secara kebetulan; perusahaan ini telah bertransformasi dari penggunaan desain tradisional yang sarat pola bunga menuju tampilan kontemporer yang bersih dan memancarkan ketenangan.
Perubahan ini bukanlah sekadar pergantian gaya, melainkan hasil dari penerapan pemikiran desain atau Design Thinking yang mendalam, dengan setiap aspek dirancang dengan intensi untuk menciptakan “rumah yang jauh dari rumah” bagi para pelancong modern. Melalui kemitraan jangka panjang selama 25 tahun dengan pemegang saham seperti Cascade Investment, L.L.C. dan Kingdom Holding Company, Four Seasons berhasil menjaga konsistensi layanan premiumnya sembari terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan tamu yang terus berkembang.
Mengenal Four Seasons Hotel
Sejarah panjang perusahaan ini bermula pada tahun 1960-an, ketika Isadore Sharp, seorang arsitek muda asal Kanada, mendirikan hotel pertamanya pada tahun 1961 tanpa rencana awal untuk membangun bisnis skala besar. Namun, dekade tersebut menjadi fondasi penting ketika Sharp membuka tiga hotel, dan puncaknya terjadi pada tahun 1970 dengan pembukaan hotel di London, Inggris.
Momen ini menjadi titik balik yang menentukan arah masa depan perusahaan dan memelopori banyak layanan khas Four Seasons yang kini dikenal di seluruh dunia. Seiring berjalannya waktu, Four Seasons bertransformasi dari pemilik-operator menjadi perusahaan manajemen yang mengelola hotel di pengembangan serba guna (mixed-use), memperluas keahlian Four Seasons ke lingkungan hunian berkualitas tinggi, dan kini telah hadir di setiap benua kecuali Antartika dengan rencana mengoperasikan 180 properti secara global pada tahun 2033.
Strategi Kunci dalam Menjaga Reputasinya
Mempertahankan reputasi mewah di tengah ekspansi agresif bukanlah tugas yang mudah, karena tujuan Four Seasons bukan sekadar menarik pelanggan baru, tetapi mempertahankan loyalitas melalui kepuasan yang mendalam. Manajemen menyadari bahwa kemewahan sejati bukan hanya tentang kemegahan visual, melainkan tentang rasa memiliki yang bermakna.
Oleh karena itu, strategi Four Seasons tidak dapat dilakukan secara sembarangan; setiap langkah didasarkan pada riset dan pemahaman mendalam tentang perilaku tamu. Hal ini terlihat jelas dari kesuksesan finansial Four Seasons. Penjualan residensial bruto yang mencapai USD 2,1 miliar pada tahun 2024 membuktikan bahwa daya tarik merek ini tetap kuat di mata konsumen kelas atas.
Penerapan Design Thinking ala Four Seasons sangat terasa dalam cara Four Seasons berempati terhadap kebutuhan setiap pengunjung secara spesifik. Contoh nyata dari pendekatan ini adalah renovasi Four Seasons Hotel Toronto pada tahun 2013 oleh firma Yabu Pushelberg. Tim desain berkonsultasi dengan penelitian ilmiah untuk memahami perasaan tamu di dalam kamar, yang menghasilkan interpretasi kemewahan yang sangat bijaksana. Four Seasons mengganti meja kerja persegi panjang tradisional dengan meja aktivitas bundar yang dilengkapi dua kursi, karena Four Seasons memahami bahwa kebanyakan orang kini bekerja menggunakan laptop atau iPad sambil bersantai.
Selain itu, sakelar lampu utama ditempatkan tepat di samping tempat tidur agar tamu tidak perlu bangun untuk mematikan lampu, menciptakan suasana kamar sebagai tempat istirahat yang suci. Empati serupa diterapkan di Four Seasons Resort and Residences Vail dengan bar lobi yang dipindahkan dari sudut tersembunyi ke tengah lobi utama sehingga mengubah ruang mati menjadi pusat sosial yang hidup bagi tamu dan komunitas.
Strategi realisasi visi Four Seasons berpusat pada prinsip “Aturan Emas” atau The Golden Rule, yang dicanangkan oleh pendiri Isadore Sharp: “Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.” Prinsip ini menjadi kunci stabilitas dan standar layanan Four Seasons di seluruh dunia, menggantikan pendekatan teknis yang kaku dengan filosofi yang mengedepankan kebaikan, empati, dan rasa hormat.
Strategi ini juga tercermin dalam bagaimana Four Seasons merancang pengalaman di luar hotel fisik. Misalnya, Four Seasons Private Jet yang baru dirancang ulang menawarkan area sosial untuk tempat tamu dapat berinteraksi dengan kru ahli, seperti sommelier, selama penerbangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi Four Seasons adalah menciptakan ekosistem kemewahan yang menyeluruh, baik di darat, laut, maupun udara, dengan tetap mempertahankan sentuhan personal yang menjadi ciri khas Four Seasons.
Untuk menjaga agar strategi tersebut tetap stabil dan relevan, Four Seasons menerapkan inovasi berkelanjutan dan prosedur layanan yang mengedepankan pengalaman pelanggan serta tanggung jawab sosial. Four Seasons meluncurkan program Lead With Care sebagai respons terhadap pandemi untuk memastikan kesehatan dan keselamatan tamu, serta berkomitmen pada program ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) melalui inisiatif “Four Seasons for Good”.
Dalam hal desain fisik, Four Seasons memastikan setiap properti memiliki “sense of place” atau rasa tempat yang kuat, seperti instalasi seni digital di Four Seasons Hotel Philadelphia atau penggunaan material lokal di Los Cabos yang menghormati tradisi arsitektur Meksiko. Stabilitas strategi ini juga didukung oleh kolaborasi dengan desainer kelas dunia untuk memastikan setiap properti, meskipun berbeda secara visual, tetap memiliki DNA layanan yang sama.
Kesuksesan strategi ini terbukti dari pencapaian Four Seasons hingga saat ini. Four Seasons Private Jet Experience telah memasuki tahun ke-10 dengan tingkat pengulangan tamu sebesar 30 persen dan kepuasan pelanggan yang memecahkan rekor. Selain itu, antusiasme pasar terhadap peluncuran Four Seasons Yachts pada tahun 2026 menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap ekspansi merek ini ke sektor pelayaran.
Dengan jaringan pipa pengembangan lebih dari 60 proyek di seluruh dunia dan pembukaan properti baru di destinasi kunci seperti Italia, Cina, dan Arab Saudi, Four Seasons terus membuktikan bahwa kombinasi antara warisan layanan, inovasi desain, dan empati yang mendalam adalah formula sukses yang tak tergoyahkan.
Pertanyaan Umum (Frequently Asked Questions)
1. Apa prinsip utama yang menjadi landasan layanan Four Seasons?
Prinsip utamanya adalah “The Golden Rule” atau Aturan Emas, yang diajarkan oleh pendiri Isadore Sharp, yaitu: “Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.”
2. Bagaimana Four Seasons menerapkan design thinking dalam fasilitas kamar mereka?
Mereka melakukan riset ilmiah tentang kenyamanan tamu, contohnya mengganti meja kerja tradisional dengan meja aktivitas bundar untuk mengakomodasi penggunaan laptop yang lebih santai dan menempatkan sakelar lampu utama di samping tempat tidur.
3. Siapa pendiri Four Seasons dan kapan hotel pertama dibuka?
Four Seasons didirikan oleh Isadore (Issy) Sharp, seorang arsitek muda asal Kanada, dan hotel pertamanya dibuka pada tahun 1961.
4. Apa inovasi terbaru Four Seasons dalam hal pengalaman perjalanan mewah?
Inovasi terbaru mereka meliputi Four Seasons Private Jet Experience yang menggunakan pesawat Airbus A321neo yang dirancang khusus dengan area sosial, serta peluncuran Four Seasons Yachts yang dijadwalkan berlayar perdana pada tahun 2026.
5. Apa itu program “Four Seasons for Good”?
Program tersebut merupakan komitmen ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) perusahaan untuk melestarikan tempat-tempat indah di mana mereka beroperasi dan mendukung komunitas lokal, bekerja sama dengan organisasi seperti American Hotel and Lodging Association (AHLA) dan World Sustainable Hospitality Alliance.
Dari perjalanan panjang Four Seasons Hotel and Resorts, dapat dilihat bahwa kesuksesan sebuah merek mewah tidak hanya bergantung pada kemegahan fisik, tetapi pada kemampuan untuk beradaptasi dan berempati terhadap kebutuhan pengguna. Melalui penerapan Design Thinking yang matang dan kepatuhan teguh pada prinsip The Golden Rule, Four Seasons berhasil menciptakan standar layanan yang sulit ditiru oleh kompetitornya.
Konsistensi dalam menjaga kualitas layanan, sembari terus berinovasi melalui ekspansi ke jet pribadi dan kapal pesiar, menunjukkan betapa pentingnya memiliki strategi operasional yang solid dan berpusat pada pelanggan. Prinsip-prinsip yang ditawarkan oleh Four Seasons dapat pula Anda pelajari lebih jauh dengan mengikuti pelatihan Design Thinking di SSCX International. Untuk informasi selengkapnya, Anda dapat mengunjungi situs www.sscxinternational.com.
Referensi
Four Seasons Hotels and Resorts. “Four Seasons History.” Four Seasons Hotels and Resorts. Accessed December 13, 2025. https://www.fourseasons.com/about_four_seasons/four_seasons_history/.
Four Seasons Hotels and Resorts. “From Strength to Strength: Four Seasons Accelerates Growth Strategy Across Hotels, Resorts, Residences and Experiential Journeys.” Four Seasons Press Room, January 27, 2025. https://press.fourseasons.com/news-releases/2025/strategic-growth-and-expansion/.
Four Seasons Hotels and Resorts. “Our ESG Commitment | Four Seasons for Good.” Four Seasons Hotels and Resorts. Accessed December 13, 2025. https://www.fourseasons.com/landing-pages/corporate/esg/our-commitment/.
Pierce, Scott Masters. “Four Seasons By Design.” Four Seasons Magazine, September 5, 2019. https://www.fourseasons.com/magazine/discover/four-seasons-by-design/.

