Site icon SHIFT Indonesia

From Zero To Hero: William Tanuwijaya Founder Tokopedia

Sumber gambar, Detikinet, Link: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5662299/bos-tokopedia-raih-penghargaan-bergengsi-dari-the-asian-banker (Diakses 18 Juli 2025)

Tokopedia, nama yang tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Perusahaan ini telah menjelma menjadi raksasa e-commerce yang mendominasi ranah jual beli daring. Di balik kesuksesan platform ini, ada sosok visioner bernama William Tanuwijaya, seorang pendiri yang kisahnya patut menjadi inspirasi. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, mimpi dapat diwujudkan, terlepas dari berbagai rintangan.

Kisah Hidup William Tanuwijaya

William Tanuwijaya lahir pada 11 November 1981 di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan, ia tumbuh dengan prinsip kuat dari kedua orang tuanya mengenai pentingnya pendidikan. Semangat inilah yang mendorongnya merantau ke Jakarta demi menempuh pendidikan yang lebih baik.

Perjalanan pendidikannya dimulai di Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta. Selama kuliah, William menunjukkan kegigihan luar biasa. Ketika ayahnya jatuh sakit, ia tak ragu bekerja sebagai penjaga warnet dari pukul 9 malam hingga 9 pagi demi membiayai kuliah dan kehidupannya.

Pekerjaan ini membawanya semakin akrab dengan dunia digital dan memantik inspirasi untuk meraih kesuksesan melalui internet. Setelah lulus dari Binus pada tahun 2003, ketertarikannya pada dunia digital semakin besar. Sebelum membangun bisnisnya sendiri, ia sempat bekerja di beberapa perusahaan teknologi, termasuk PT Boleh Net Indonesia sebagai pengembang game, Signet, PT Sqiva Sistem sebagai software developer, dan PT Indocom Mediatama sebagai tenaga IT dan Business Development Manager.

Pada tahun 2007, berbekal pengalaman di bidang IT, William Tanuwijaya menemukan ide untuk membangun sebuah platform digital yang ia namakan Tokopedia, sebuah mal online. Gagasan ini sempat dipandang sebelah mata karena ia tidak memiliki latar belakang dan pengalaman bisnis. Namun, dengan tekad tak menyerah, ia tetap optimis. William kemudian menggandeng Leontinus Alpha Edison, rekan kerjanya, untuk bersama-sama merintis Tokopedia sebagai penghubung gratis antara penjual dan pembeli di Indonesia.

Perjalanan mereka tidak mudah. Banyak penolakan diterima saat menawarkan konsep kepada investor. Setelah dua tahun berjuang, akhirnya, salah satu atasan di tempat kerjanya bersedia memberikan modal. Masa perintisan ini juga diwarnai kesulitan pribadi, di mana sang ayah divonis kanker. Namun, William tetap berjuang di Jakarta karena ia adalah tulang punggung keluarga.

Mengembangkan Tokopedia

Tokopedia, diluncurkan pada 6 Februari 2009 dengan situs webnya yang diperkenalkan pada 17 Agustus 2009, merupakan situs e-commerce pertama di Indonesia yang memberikan peluang usaha berbasis jual beli online.  Dengan model bisnis e-commerce dan mal online, Tokopedia membebaskan setiap individu, toko kecil, dan merek untuk membuka dan mengelola toko online mereka.  Awalnya, Tokopedia berkolaborasi dengan 509 pedagang dan memiliki 4561 anggota.  Angka ini terus meningkat hingga pada tahun pertama. Pada 17 Agustus 2010, Tokopedia menarik 46.594 pedagang dengan 44.765 anggota.  Kegigihan William dan Leontinus dalam mengembangkan Tokopedia membuahkan hasil dengan investasi dari mantan rekan kerja William dan beberapa investor pada tahun 2010. Kemudian, arus itu terus disusul dengan investasi besar dari perusahaan-perusahaan besar lainnya.  Investasi ini menghasilkan keuntungan besar untuk pengembangan Tokopedia kedepannya. 

Pada tahun 2014, Tokopedia terpilih sebagai Marketers of the Year oleh Markplus Inc.  Tujuh tahun setelah pendiriannya, William Tanuwijaya terpilih sebagai Young Global Leader di World Economic Forum.  Di tengah pandemi Covid-19, Tokopedia berkolaborasi dengan Gojek dan bergabung menjadi GoTo, perusahaan teknologi terbesar di Indonesia yang menyediakan solusi untuk kehidupan sehari-hari. GoTo merupakan kolaborasi terbesar antara dua perusahaan penyedia layanan internet dan media di Asia hingga saat ini. 

Tokopedia bersaing ketat dengan Shopee sebagai platform e-commerce teratas di Indonesia, sedangkan Gojek telah beroperasi di lebih dari 50 kota di Indonesia, serta di Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.  Tokopedia telah mendapatkan pendanaan fantastis hingga berstatus unicorn startup dengan investasi US$ 2,8 miliar dari 13 investor besar, termasuk Google, Alibaba, SoftBank, dan Sequoia.  Perusahaan ini telah menciptakan lebih dari lima ribu lapangan kerja di Indonesia melalui program Nakama.

Inovasi dan Terobosan Tokopedia

Sebagai CEO, William Tanuwijaya menerapkan gaya kepemimpinan visioner.  Keputusan berani untuk mengambil risiko dalam mengembangkan Tokopedia, optimisme terhadap rencananya, keterbukaan terhadap ide-ide baru, inovasi, dan orientasi jangka panjang menjadi ciri khasnya.  Keunggulan gaya kepemimpinannya terlihat dari keberanian mengambil risiko yang menghasilkan kesuksesan Tokopedia.  Pikiran inovatifnya memungkinkan Tokopedia mengikuti perkembangan digital, misalnya dengan memperluas bisnis melalui kolaborasi dengan mitra untuk kemajuan teknologi.

Tokopedia pun meraih penghargaan seperti Android Excellence App pada 2018 dan Indonesian Digital Economic Award pada 2016.  Namun, gaya kepemimpinan visioner juga memiliki kekurangan.  Terkadang, prioritas pada hal-hal strategis membuat pemimpin kehilangan fokus pada detail penting.  Pengambilan risiko yang tinggi, tanpa perhitungan matang, dapat menghabiskan sumber daya dan mengabaikan aktivitas rutin.  Fokus pada rencana besar untuk masa depan dapat mengabaikan target jangka pendek, berpotensi mengurangi keuntungan bisnis.  William sendiri mengakui serangkaian kegagalan awal Tokopedia, namun hal itu justru menjadi pembelajaran berharga baginya.

Tokopedia juga berperan besar dalam membantu UMKM Indonesia melalui kampanye #MulaiAjaDulu,  memudahkan UMKM bersaing di era globalisasi dengan menawarkan kemudahan pemasaran online, fleksibilitas waktu, jangkauan pasar yang lebih luas, promosi, dan kemudahan pengiriman barang.  Keberhasilan Tokopedia dalam membantu UMKM juga berkontribusi pada perekonomian Indonesia dan menciptakan lapangan kerja.

FAQ (Pertanyaan Umum)

  1. Siapakah William Tanuwijaya?

William Tanuwijaya adalah pendiri Tokopedia, sebuah platform e-commerce terkemuka di Indonesia.

  1. Siapa rekan William Tanuwijaya dalam merintis Tokopedia?

Ia menggandeng Leontinus Alpha Edison sebagai rekan untuk bersama-sama merintis Tokopedia.

  1. Kapan Tokopedia secara resmi diluncurkan?

Tokopedia diluncurkan pada 6 Februari 2009 dan situs webnya diperkenalkan pada 17 Agustus 2009.

  1. Apa status Tokopedia saat ini terkait pendanaan?

Tokopedia telah berstatus unicorn startup dengan investasi fantastis hingga US$2,8 miliar dari 13 investor besar, termasuk Google, Alibaba, SoftBank, dan Sequoia.

  1. Bagaimana Tokopedia berkontribusi pada perekonomian Indonesia?

Tokopedia telah menciptakan lebih dari lima ribu lapangan kerja melalui program Nakama dan membantu UMKM Indonesia melalui kampanye #MulaiAjaDulu, memudahkan mereka bersaing di era globalisasi.

Kisah William Tanuwijaya dan Tokopedia adalah cerminan nyata dari semangat pantang menyerah dan visi jauh ke depan. Berawal dari keterbatasan ekonomi dan minimnya pengalaman bisnis, William dengan gigih membangun Tokopedia dari nol. Perjalanannya diwarnai berbagai tantangan, mulai dari penolakan investor hingga masalah pribadi, namun ia berhasil membuktikan bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan kemampuan berinovasi, mimpi besar dapat terwujud.

Tokopedia tidak hanya menjadi raksasa e-commerce yang memfasilitasi jual beli online di Indonesia, tetapi juga berperan besar dalam memajukan UMKM nasional dan menciptakan ribuan lapangan kerja. Kolaborasi strategisnya dengan Gojek membentuk GoTo, menunjukkan kemampuan adaptasi dan visi jangka panjang untuk terus berkembang. Kepemimpinan William yang visioner, meskipun memiliki tantangan tersendiri, terbukti berhasil membawa Tokopedia mencapai status unicorn dan menjadi salah satu pemain kunci dalam ekonomi digital Indonesia. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah pada keterbatasan dan terus berinovasi demi mencapai kesuksesan.

Exit mobile version