Site icon SHIFT Indonesia

Kisah Sukses Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Indonesia

Dalam panggung ekonomi Indonesia, nama Low Tuck Kwong telah menjadi legenda hidup yang identik dengan kejayaan industri pertambangan, hingga ia secara luas dijuluki sebagai sang “Raja Batu Bara”. Keberhasilannya membangun imperium bisnis yang raksasa tidak hanya menempatkannya di jajaran elit orang terkaya di tanah air, tetapi juga diakui dalam skala global sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di sektor energi. Sosoknya mencerminkan ketangguhan seorang visioner yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang besar di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Siapakah Low Tuck Kwong? 

Lahir pada 17 April 1948 di Singapura, Low Tuck Kwong tumbuh besar di lingkungan keluarga pengusaha. Ayahnya, David Low Yi Ngo, merupakan pemilik sekaligus direktur sebuah perusahaan konstruksi ternama di Singapura yang bernama Sum Cheong. Latar belakang keluarga ini memberikan pengaruh besar terhadap etos kerja dan ketertarikannya pada dunia sipil sejak usia muda. Sebelum mengadu nasib ke luar negeri, Low sudah terlibat aktif bekerja di perusahaan ayahnya tersebut saat ia masih remaja, mengasah kemampuan praktisnya dalam mengelola proyek-proyek fisik.

Pendidikan formal Low menjadi fondasi teknis yang kuat bagi perjalanan profesionalnya. Dari tahun 1969 hingga 1971, Low mengikuti pelatihan intensif dalam bidang teknik sipil di Jepang, yang memberikan pengetahuan kepadanya dalam perkembangan teknologi di dalam bidang teknik sipil. Pelatihan tersebut juga memberikan pemahaman kepadanya dalam bidang manajemen. Kecakapannya dalam pelatihan ini tidak terlepas dari dasar pengetahuan yang sangat matang dalam pekerjaan tanah dan teknik sipil, yang diperoleh dengan bekerja di perusahaan ayahnya.

Perjalanan Bisnisnya

Perjalanan karier Low di Indonesia dimulai pada tahun 1972 ketika ia memutuskan pindah dari Singapura untuk mencari peruntungan yang lebih besar. Setahun kemudian, pada 1973, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) yang awalnya berfokus sebagai kontraktor pekerjaan tanah, sipil, dan struktur kelautan. Keberuntungan besar menghampirinya saat ia bertemu pengusaha Sudono Salim, yang membuka jalan bagi perkembangan bisnisnya. 

JSI kemudian menjadi pionir dalam penggunaan palu mesin diesel dan konstruksi pondasi tumpuk (pile foundation). Seiring berkembangnya bisnis, Low memutuskan untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 1992. Transformasi besar terjadi pada 22 November 1997 saat ia mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal, sebuah langkah yang sempat dianggap berisiko karena dilakukan di tengah krisis ekonomi. Namun, keputusan itu terbukti tepat; perusahaan ini berkembang menjadi Bayan Resources yang melantai di bursa saham pada 2008 dan kini menjadi salah satu raksasa tambang terintegrasi di Indonesia.

Gurita bisnis Low Tuck Kwong kini sangat luas, mencakup sektor batu bara melalui Bayan Resources dan Samindo Resources, hingga sektor energi terbarukan melalui Metis Energy di Singapura. Di bidang telekomunikasi, ia mendukung SEAX Global untuk konektivitas kabel bawah laut dan memiliki saham di PT Voksel Electric. Ia juga merambah sektor perhotelan dan kesehatan melalui The Farrer Park Company di Singapura. Strategi utamanya dalam mengelola bisnis adalah integrasi vertikal, di mana perusahaan tidak hanya menambang, tetapi juga memiliki infrastruktur pendukung seperti Terminal Batu Bara Balikpapan dan dermaga sendiri guna menjadi produsen dengan biaya operasional terendah dan efisiensi maksimal.

Kekayaan Low Tuck Kwong tercatat sangat fantastis, mencapai sekitar US$ 24,3 miliar hingga US$ 27 miliar pada periode 2024-2025, yang menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia dan dunia. Di balik kekayaannya, Low sangat aktif dalam kegiatan filantropi, terutama di bidang pendidikan. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Filantropi Asia 2025 oleh Forbes atas sumbangannya yang mencapai jutaan dolar ke berbagai universitas seperti NTU, Universitas Indonesia, dan ITB. Selain itu, ia mendirikan Yayasan Low Tuck Kwong dan membangun Kebun Binatang Gunung Bayan (Tabang Zoo) yang menampung satwa eksotis yang habitatnya terpengaruh oleh aktivitas pertambangan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

  1. Apa perusahaan utama milik Low Tuck Kwong di sektor batu bara? 

Perusahaan utamanya adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

  1. Sejak kapan Low Tuck Kwong menjadi Warga Negara Indonesia? 

Ia resmi menjadi WNI pada tahun 1992.

  1. Apa nama kebun binatang yang didirikan oleh Low Tuck Kwong? 

Namanya adalah Kebun Binatang Gunung Bayan atau dikenal sebagai Tabang Zoo.

  1. Mengapa Low Tuck Kwong dijuluki Pahlawan Filantropi Asia 2025? 

Karena kontribusi besarnya dalam memberikan beasiswa dan dana pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Singapura.

  1. Apa perusahaan pertama Low Tuck Kwong yang didirikan Low saat tiba di Indonesia? 

Perusahaan pertama yang didirikannya adalah PT Jaya Sumpiles Indonesia pada tahun 1973.

Low Tuck Kwong adalah figur pengusaha yang membuktikan bahwa keberanian mengambil risiko dan ketajaman melihat peluang masa depan adalah kunci kesuksesan. Dari seorang kontraktor muda yang pindah ke Jakarta, ia berhasil membangun kerajaan bisnis lintas sektor yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui beasiswa dan pelestarian lingkungan. Dedikasinya pada dunia pendidikan memastikan bahwa warisannya tidak hanya berupa tumpukan batu bara, tetapi juga kemajuan bagi generasi mendatang.

Referensi

Amalia, Yunita. “Ini Bisnis Pertama Low Tuck Kwong di RI, Bukan Batu Bara.” CNBC Indonesia, 23 Desember 2024. https://www.cnbcindonesia.com/market/20241223110527-17-598121/ini-bisnis-pertama-low-tuck-kwong-di-ri-bukan-batu-bara.

Dinisari, Mia Chitra. “Kekayaan Low Tuck Kwong, Peraih Anugerah Pahlawan Filantropi Asia Tahun 2025 dari Forbes.” Bisnis.com, 12 Desember 2025. https://entrepreneur.bisnis.com/read/20251212/265/1936147/kekayaan-low-tuck-kwong-peraih-anugerah-pahlawan-filantropi-asia-tahun-2025-dari-forbes.

Inilah.com. “Kisah Sukses Low Tuck Kwong.” Inilah.com, 28 Desember 2023. https://www.inilah.com/kisah-sukses-low-tuck-kwong.

Riani, Asnida. “Profil Low Tuck Kwong, Orang Terkaya dan Raja Batu Bara di Indonesia.” Tempo.co, 26 Desember 2022. https://www.tempo.co/ekonomi/profil-low-tuck-kwong-orang-terkaya-dan-raja-batu-bara-di-indonesia-126708.

Yanwardhana, Emir. “4 Dekade Bisnis Indonesia: Jejak Raja Batu Bara Low Tuck Kwong & Gurita Bisnisnya.” Bisnis Indonesia, 12 Desember 2025. https://ekonomi.bisnis.com/read/20251212/44/1936327/4-dekade-bisnis-indonesia-jejak-raja-batu-bara-low-tuck-kwong-gurita-bisnisnya.

Exit mobile version