Site icon SHIFT Indonesia

Lean Healthcare: Mengapa FMEA Perlu Dilakukan di Rumah Sakit?

Apa itu FMEA?

FMEA atau Failure Mode and Effect Analysis adalah salah satu tool Lean yang merupakan metode sistematik untuk mengidentifikasi dan mencegah terjadinya masalah dalam aktifitas (produksi atau pelayanan).

Selama ini, FMEA banyak dipraktekkan di industri manufaktur, penerbangan, tenaga nuklir, kimia, dan banyak industri lainnya selama lebih dari 30 tahun. Baru-baru ini, beberapa rumah sakit di negara-negara maju telah ikut mempraktekkannya untuk memperbaiki proses dan meningkatkan kualitas pelayanan mereka.

Mengapa FMEA Perlu Dilakukan?

FMEA di rumah sakit dan lembaga kesehatan lainnya berfungsi untuk:

Pada intinya, FMEA berfungsi untuk mencegah kesalahan dengan cara menganalisa faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut (potensi terjadinya kesalahan dalam operasional sehari-hari), sehingga kita bisa menentukan langkah atau memodifikasi sistem untuk mencegah kesalahan tersebut terjadi.

Sebelum metode Lean Healthcare diperkenalkan di dunia medis, pencegahan kecelakaan masih belum menjadi fokus dalam operasional rumah sakit. Sistem di rumah sakit tidak dirancang untuk mencegah atau memungkinkan analisa potensi kesalahan, melainkan hanya bersifat reaktif; tindakan dilakukan hanya jika kesalahan sudah terjadi. FMEA dilakukan untuk merangsang proaktifitas setiap staf yang bekerja di rumah sakit terhadap potensi kesalahan yang ada dan mengambil tindakan pencegahan.

Definisi Healthcare Failure Mode & Effect Analysis (HFMEA)

FMEA di rumah sakit, atau yang oleh beberapa orang disebut HFMEA, merupakan:

Aktifitas utama dalam melakukan FMEA di rumah sakit antara lain:

Bagaimana cara melakukan FMEA di Rumah Sakit? Simak lahkah-langkahnya disini:

5 Langkah Melakukan FMEA di Rumah Sakit

Exit mobile version