Site icon SHIFT Indonesia

Mengenal Kusnadi Rahardja, Nakhoda Bisnis Boga Group

Lanskap kuliner di pusat perbelanjaan kota-kota besar Indonesia tidak akan lengkap tanpa kehadiran gerai-gerai populer seperti Sushi Tei, Shaburi, hingga Kintan Buffet. Nama-nama tersebut berada di bawah naungan Boga Group, sebuah raksasa industri makanan dan minuman yang konsisten menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat. 

Daya tarik perusahaan ini tidak hanya terletak pada kelezatan hidangannya, tetapi juga pada langkah-langkah korporasi yang progresif. Salah satu momen yang sempat viral di tahun 2024 adalah kebijakan berani Boga Group dalam membuka lowongan kerja bagi para lansia. Langkah inklusif ini menarik simpati luas karena memberikan kesempatan bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun untuk tetap aktif berkarya sebagai pelayan restoran. Sebuah inovasi sosial yang jarang ditemukan di industri serupa di tanah air.

Pendiri Boga Group

Di balik kesuksesan dan berbagai gebrakan Boga Group, terdapat sosok bertangan dingin bernama Kusnadi Rahardja. Lahir di Indonesia sekitar tahun 1960-an, Kusnadi menghabiskan masa pertumbuhannya hingga menjadi pengusaha mapan seperti sekarang. Meskipun data mengenai latar belakang pribadinya tidak banyak dipublikasikan secara mendetail, ia dikenal sebagai figur yang memiliki ketajaman visi dalam melihat peluang pasar. 

Sebelum terjun ke dunia kuliner, Kusnadi meniti karier profesional yang solid di sektor farmasi dan kesehatan. Pengalaman kerjanya selama hampir delapan tahun di perusahaan ternama seperti Johnson & Johnson serta PT Anugerah Pharmindo Lestari memberikan fondasi manajerial yang kuat bagi perjalanannya di masa depan.

Kusnadi Rahardja memulai langkahnya sebagai wirausahawan pada tahun 2002 setelah mengakhiri karier korporatnya dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Direktur. Keputusannya untuk pindah haluan ke bisnis makanan dan minuman (F&B) berawal dari keyakinan bahwa makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditunda, sehingga bisnis ini diprediksi tidak akan pernah mati. Debutnya ditandai dengan pembukaan gerai Bakerzin, sebuah kafe pencuci mulut asal Singapura, di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Respons positif dari pasar kemudian mendorongnya untuk membawa merek legendaris Sushi Tei ke Indonesia, yang memperkenalkan konsep inovatif conveyor belt sushi kepada masyarakat luas.

Strategi dan Keberhasilannya 

Keberhasilan dua merek awal tersebut menjadi tonggak berdirinya Boga Group yang kemudian berkembang secara masif. Hingga saat ini, perusahaan ini telah mengelola lebih dari 200 outlet dan menaungi lebih dari 10 merek restoran ternama. Portofolio bisnisnya mencakup beragam konsep, mulai dari all-you-can-eat modern seperti Shaburi, Kintan Buffet, dan Onokabe, hingga sajian tematik seperti Pepper Lunch, Paradise Dynasty, Kimukatsu, Master Wok, dan Penyetan Cok. Dalam pengembangannya, Kusnadi tidak hanya mengandalkan lisensi merek luar negeri, tetapi juga melahirkan merek lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik.

Strategi utama Kusnadi dalam membangun imperium bisnisnya adalah dengan memberikan pengalaman bersantap yang baru dan unik kepada pelanggan. Ia menegaskan bahwa kunci sukses di tengah persaingan ketat adalah inovasi dan konsistensi, bukan sekadar menjadi peniru. Kusnadi menerapkan sistem manajemen yang tertata melalui Strategic Business Unit (SBU), di mana setiap General Manager diberikan kewenangan penuh untuk mengelola merek secara mandiri namun tetap selaras dengan karakter utama grup. Meski persaingan industri F&B sangat menantang, Kusnadi selalu mencari celah mengenai apa yang belum ada di Indonesia dan melakukan ekspansi ke berbagai kota besar seperti Medan, Bandung, Surabaya, hingga Makassar. Kepercayaan dari mitra internasional juga menjadi modal penting, di mana ia menonjolkan kekuatan jaringan nasional dan sistem operasional yang solid sebagai nilai tawar utama. Fokus utamanya tetap pada pengembangan bisnis agar terus menjadi yang terbaik di industrinya. 

FAQ (Pertanyaan Umum)

Siapakah sosok di balik kesuksesan Boga Group?

Sosok tersebut adalah Kusnadi Rahardja, seorang pengusaha kelahiran Indonesia sekitar tahun 1960-an yang memiliki latar belakang karier di sektor farmasi sebelum terjun ke dunia kuliner.

Apa kebijakan Boga Group yang sempat viral pada tahun 2024?

Kebijakan membuka lowongan kerja bagi para lansia (berusia di atas 60 tahun) untuk bekerja sebagai pelayan restoran, yang dianggap sebagai langkah inklusif dan inovasi sosial di industri F&B.

Mengapa Kusnadi Rahardja memilih untuk berpindah haluan ke bisnis makanan dan minuman (F&B)?

Karena ia memiliki keyakinan bahwa makan dan minum adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditunda, sehingga bisnis di bidang ini diprediksi tidak akan pernah mati.

Apa merek restoran pertama yang dibuka oleh Kusnadi saat memulai debut kewirausahaannya?

Merek pertamanya adalah Bakerzin, sebuah kafe pencuci mulut asal Singapura yang dibuka di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, pada tahun 2002.

Bagaimana strategi manajemen yang diterapkan Kusnadi dalam mengelola banyaknya merek di bawah Boga Group?

Ia menerapkan sistem Strategic Business Unit (SBU), di mana setiap General Manager diberikan kewenangan penuh untuk mengelola merek secara mandiri namun tetap selaras dengan karakter utama grup.

Penutup

Kusnadi Rahardja telah membuktikan bahwa keberhasilan dalam bisnis kuliner tidak melulu soal latar belakang sebagai juru masak, melainkan tentang kepekaan terhadap tren, keberanian berinovasi, dan kemampuan mengelola manajemen manusia dengan empati. Melalui Boga Group, ia tidak hanya memperkaya khazanah kuliner Indonesia, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi berbagai lapisan generasi.

Referensi

Dinisari, Mia Chitra. “Kusnadi Rahardja, Sosok di Balik Boga Group Dipuji Warganet karena Buka Loker untuk Lansia.” Bisnis.com, 26 April 2024. https://entrepreneur.bisnis.com/read/20240426/265/1760754/kusnadi-rahardja-sosok-di-balik-boga-group-dipuji-warganet-karena-buka-loker-untuk-lansia.

Inilah.com. “Profil Kusnadi Rahardja.” Inilah.com. Diakses 8 Februari 2026. https://www.inilah.com/kusnadi-rahardja.

Marketeers. “CEO Boga Group: Bisnis Makanan Jangan Sekadar Copycat.” Marketeers, 29 Juli 2019. https://www.marketeers.com/ceo-boga-group-bisnis-makanan-jangan-sekadar-copycat/.

Marketeers. “Strategi Omnichannel Selamatkan Boga Group Saat Krisis.” Marketeers, 15 Oktober 2020. https://www.marketeers.com/strategi-omnichannel-selamatkan-boga-group-saat-krisis/.

SWA. “Kusnadi Rahardja: Persaingan Bisnis F&B Itu Ketat.” SWA Online, 12 April 2023. https://swa.co.id/read/75160/kusnadi-rahardja-persaingan-bisnis-fb-itu-ketat.

Exit mobile version