Gaya hidup anak muda terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Aktivitas malam yang dulu lekat dengan hingar-bingar clubbing dan minuman beralkohol, kini mulai bergeser ke arah yang lebih santai.
Dari perubahan inilah, muncul istilah soft clubbing, sebuah tren baru yang kian akrab di kalangan Gen Z.
Alasan Soft Clubbing Digemari Generasi Z
Soft clubbing merupakan gaya berpesta di malam hari yang lebih mengedepankan suasana nyaman, santai, dan elegan tanpa dentuman musik serta alkohol yang berlebihan. Soft clubbing muncul seiring meningkatnya kesadaran Gen Z akan kesehatan. Mereka lebih memilih berada di ruang sosial untuk bersenang-senang dan membangun koneksi, tanpa dibayangi oleh efek negatif dari clubbing yang berisiko pada kesehatan dan produktivitas mereka.
Selain karena pertimbangan kesehatan, ada beberapa alasan lain yang mendorong popularitas tren ini, seperti:
- Ruang Sosialisasi yang Santai dan Inklusif
Ruang sosialisasi bagi Gen Z tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun relasi dan rasa kebersamaan. Soft clubbing menawarkan suasana yang lebih santai dan inklusif, sehingga memungkinkan interaksi yang lebih natural, nyaman, dan mendukung terbentuknya hubungan sosial yang lebih bermakna tanpa harus merasa kelelahan esok harinya.
- Estetika Tempat dan Suasana
Soft clubbing umumnya hadir dengan desain interior yang menarik, pencahayaan yang nyaman, serta musik yang dikurasi secara khusus dan terasa lebih personal.
- Gaya Hidup Mindful dan Seimbang
Perubahan pola hidup pasca pandemi dan dinamika kehidupan urban mendorong generasi muda untuk lebih selektif dalam menikmati hiburan. Nilai keseimbangan, self-care, serta kualitas pengalaman kini lebih diutamakan dibandingkan pesta berlebihan. Hal ini sejalan dengan kecenderungan gaya hidup yang lebih mindful.
Soft Clubbing di Indonesia
Di Indonesia sendiri, tren ini sudah menyebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya. Soft Clubbing di Indonesia biasanya memadukan antara party, olahraga ringan, dan konsumsi sehat, seperti:
- Event Sober Party
Belakangan ini, konsep sober party mulai menemukan tempatnya di kalangan anak muda urban. Salah satu contohnya adalah Extrajoss Ultimate Sober Party yang digelar di Kopikina Kemang, Jakarta. Mengusung konsep soft clubbing, acara ini tetap menghadirkan atmosfer pesta dengan musik dan pencahayaan khas, tapi tanpa tekanan untuk konsumsi alkohol.
- Coffee Party dan Matcha-and-Padel
Media Indonesia mencatat meningkatnya minat Gen Z terhadap acara seperti coffee party atau matcha-and-padel sebagai bentuk sosialisasi yang lebih santai dan berimbang. Tidak sekadar nongkrong, acara-acara ini menggabungkan elemen gaya hidup sehat, hobi, dan interaksi sosial yang terasa lebih natural dan tidak menguras energi.
- Minuman Sehat
Dalam praktiknya, konsep soft clubbing di Indonesia juga diperkuat melalui pilihan minuman yang lebih ramah tubuh. Alih-alih alkohol, pengunjung disuguhkan mocktail berbasis jus buah segar, kopi artisan, teh spesial, hingga minuman herbal. Kehadiran opsi ini bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi juga membentuk suasana yang lebih nyaman dan inklusif.
Referensi:
Ayu Putu Widya Indah Sari, I. (2025, Oktober 28). Soft clubbing, era baru mengubah dunia malam. RRI. https://rri.co.id/iptek/1931613/soft-clubbing-era-baru-mengubah-dunia-malam
CNN Indonesia. (2026, Januari 15). Soft clubbing, cara baru Gen Z bersosialisasi tanpa pesta. CNNIndonesia.com. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260115182041-277-1317499/soft-clubbing-cara-baru-gen-z-bersosialisasi-tanpa-pesta
Mecadinisa, N. (2025). Soft clubbing: Tren gaya hidup malam yang lebih santai dan berkelas. Fimela.com. https://www.fimela.com/lifestyle/read/6177252/soft-clubbing-tren-gaya-hidup-malam-yang-lebih-santai-dan-berkelas
Ramot, C. (2025, November 13). Tren soft clubbing di Gen Z: Party sehat tanpa alkohol. Kpoin.com. https://www.kpoin.com/blog/lifestyle/tren-soft-clubbing-di-gen-z-party-sehat-tanpa-alkohol

