Site icon SHIFT Indonesia

Optimasi Laboratorium untuk Proses Manufaktur yang Lebih Baik

Kondisi lingkungan di laboratorium QC farmasi memang sangat berbeda dengan manufaktur, namun laboratorium tetaplah sebuah entitas operasional. Laboratorium farmasi memiliki peran penting yang menentukan kecepatan rilis produk obat-obatan, dan bisa membantu insiatif penghematan biaya di perusahaan manufaktur farmasi yang terkait dengannya.

Prinsip-prinsip Lean diaplikasikan untuk mengoptimasi proses-proses di laboratorium dan meningkatkan kinjerja operasionalnya. Rancangan, tata letak dan penempatan peralatan di laboratorium bisa memberikan dampak yang signifikan, baik positif atay negatif, bagi implementasi dan keberlangsungan proses yang Lean di lab. Berikut adalah panduan penataan laboratorium untuk menunjang program Lean, baik di laboratorium itu sendiri maupun di pabrik produk farmasi yang menjadi ‘pelanggan’-nya. Menurut laporan yang dibuat dan Scharton-Kersten dan Tom Reynolds, Operations Service Director dari BSM, area laboratorium seharusnya dirancang untuk:

1)  Menunjang Pemerataan dan Aliran Kerja dan Standard Work

2) Mendukung Pemanfaatan Waktu Kerja Karyawan dengan Maksimal

3) Meminimalkan Waste Transportasi dan Pergerakan

4) Meminimalisir Kebutuhan Ruangan dan Peralatan

5) Memaksimalkan Kemudahan Konfigurasi

6) Menunjang Manajemen Inventori Laboratorium yang Efektif

7) Mendukung Manajemen Kinerja yang Efektif

8) Membantu Perkembangan Komunikasi dan Lean Behaviors

9) Mendukung Kinerja Pengelolaan Area Kerja dan Kebersihan (5S)

What’s The Point?

Implementasi Lean di lingkup laboratorium diperlukan untuk meningkatkan kinerja, meminimalisir kesalahan dan menghemat biaya dalam rangkaian proses manufaktur di pabrik-pabrik produk farmasi. Dengan kata lain, laboratorium yang lean akan menunjang inisiatif lean manufacturing di perusahaan farmasi yang terkait dengan laboratorium tersebut.

Implementasi lean di laboratorium melibatkan seluruh lapisan organisasi dan individu yang berada didalamnya. Mulai dari perancang, pengguna dan para lean expert, seperti yang dilakukan oleh NVD Lean Lab Design Workshop yang merancang tata letak ruangan laboratorium. Hasilnya jauh melebihi ekspektasi, yang pada awalnya hanya menyasar optimasi aliran sampel dan analyst motion. Dampaknya juga signifikan bagi pemikiran dan pendekatan Novartis terhadap perancangan lab. Implementasi lean di lab tersebut telah membuahkan panduan yang baik yang akan memastikan semua laboratorium baru dan refurbis dibangun dengan konsep dan hasil yang mendukung inisiatif lean.***

Sumber: Esai “Incorporating Lean Principles into Pharmaceutical QC Laboratory Design: Building Design Influencing Laboratory Behaviours and Effectiveness”, 2010, yang disusun oleh Novartis Pharmaceuticals, Novartis Vaccins and Diagnostics, BSM, Flad Architects, Foster Wheeler, Jacobs, dan Sandoz.

Exit mobile version