Pada tahun 2026, rencana penutupan toko oleh H&M mulai menjadi sorotan publik. Informasi ini beredar melalui laporan resmi perusahaan dan pemberitaan media internasional yang menyebutkan bahwa sekitar 160 gerai akan tutup di berbagai lokasi.
Profil H&M
H&M merupakan toko ritel pakaian asal Swedia yang berdiri sejak tahun 1947. Saat awal berdiri, toko tersebut bernama Hennes yang didirikan oleh Erling Persson. Toko ini berfokus pada pakaian wanita. Lalu pada tahun 70-an, toko ini berubah nama menjadi Hennes & Maurits dan mulai menawarkan pakaian pria dan anak-anak. Sejak saat itu, toko ini berkembang dengan menambah lima atau enam toko setiap tahun.
Pada 1982, Erling Persson melepas jabatan CEO H&M dan kepemimpinan beralih ke putranya, Stefan Persson. Di bawah kepemimpinan Stefan sepanjang era 1980-an hingga akhir 1990-an, perusahaan berkembang pesat dengan mengusung model industri fesyen cepat yang kemudian mengubah peta bisnis ritel global. Kinerja tersebut mendorong H&M masuk ke panggung bergengsi seperti Paris Fashion Week sejak 2013 dan menempatkannya sejajar dengan merek mewah seperti Chanel dan Louis Vuitton.
Pada 2020, Stefan mengakhiri masa jabatannya setelah dua dekade memimpin, lalu posisi tersebut diteruskan oleh generasi ketiga keluarga, Karl-Johan Persson, yang menjabat hingga 2024. Hingga tahun 2025, H&M masih bertahan meski harus mengubah arah bisnisnya dengan menutup beberapa toko.
Keputusan Penutupan Beberapa Gerai H&M
Keputusan tersebut diambil bukan karena perusahaan sedang mengalami kemunduran, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas untuk merampingkan operasional dengan menutup gerai fisik yang kinerjanya kurang baik serta mengalihkan fokus ke e-commerce dan toko andalan yang lebih menguntungkan. Sejak 2019, H&M telah menutup hampir 1.000 gerai di berbagai negara. Kebijakan ini mengikuti pergeseran perilaku konsumen yang semakin beralih ke platform online. Sebab saat ini, kanal e-commerce menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan.
“Pembeli lebih mementingkan nilai, lebih sering berbelanja daring, dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional,” kata Dominick Miserandino, CEO Retail Tech Media Nexus kepada The U.S. Sun.
Perubahan ini mendorong peritel meninjau ulang fungsi toko fisik, dari yang sebelumnya menjadi saluran utama menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas. Bagi H&M, langkah tersebut diterjemahkan dalam pengurangan jumlah gerai dengan lokasi yang lebih strategis, serta peningkatan investasi pada kanal digital guna menyesuaikan diri dengan ekspektasi konsumen yang terus berkembang. Meski begitu, dalam usaha transformasi bisnisnya, raksasa ritel itu dilaporkan mencatat penurunan laba sekitar 1 persen.
Langkah H&M Kedepannya
H&M menyatakan bahwa mereka akan secara rutin meninjau portofolio ritelnya dan memiliki fleksibilitas untuk menegosiasikan ulang atau mengakhiri sekitar sepertiga kontrak sewa setiap tahun. Fleksibilitas ini memberi ruang bagi perusahaan untuk mengalihkan modal ke toko dengan kinerja lebih baik melalui renovasi, relokasi, penyesuaian format, serta peningkatan investasi digital.
Upaya optimalisasi toko tersebut ditujukan untuk memperbaiki margin dengan meningkatkan produktivitas penjualan per meter persegi sekaligus menekan biaya akibat kelebihan stok, tenaga kerja, dan aktivitas diskon. Strategi ini pun direncanakan berlanjut hingga 2026.
Referensi
Abdulgani, B. S. (2026, April 10). H&M bakal tutup 160 gerai tahun ini, ini alasannya. CNNIndonesia.com.https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260409130100-92-1346017/hm-bakal-tutup-160-gerai-tahun-ini-ini-alasannya (CNN Indonesia)
Bisnis.com. (2026, April 10). Tutup 160 toko offline pada 2026, ini profil pendiri H&M. Bisnis.com.https://entrepreneur.bisnis.com/read/20260410/265/1965502/tutup-160-toko-offline-pada-2026-ini-profil-pendiri-hm
Cantika. (2026, April 15). H&M umumkan rencana akan menutup 160 offline store, ini alasannya. Cantika.com.https://www.cantika.com/read/2098243/hm-umumkan-rencana-akan-menutup-160-offline-store-ini-alasannyaIndraini, A. (2026, April 8). H&M bakal tutup permanen 160 toko di 2026. Detik.com.https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8434463/h-m-bakal-tutup-permanen-160-toko-di-2026 (detikfinance)

