Site icon SHIFT Indonesia

Implementasi Sederhana TOC dengan 5 Focusing Steps

Seperti yang telah diketahui dalam pembahasan sebelumnya, Theory of Constraints atau Teori Kendala yang biasa disingkat TOC, merupakan suatu metode filosofi manajemen yang diperkenalkan oleh Goldratt pada tahun 1984 lewat bukunya “The Goal”. Metode perubahan organisasi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan laba perusahaan ini berfokus pada kendala sebagai hambatan utama dari suatu proses dalam perusahaan manufakturing.

Cara terbaik untuk memperdalam pemahaman tentang Theroy of Constraints ini adalah dengan implementasi sederhana ke dalam organisasi perusahaan dengan melakukan teori dasar dari TOC, yaitu melalui Five Focusing Steps atau 5 Langkah Utama untuk mengidentifikasi dan menghilangkan kendala yang menjadi hambatan dalam proses manufaktur.

Langkah 1 – Identifikasi Masalah

Pada langkah ini, proses manufakturing dkaji ulang untuk mengidentifikasikan kendala. Sebuah cara yang sederhana namun efektif untuk mencari indikasi kendala adalah dengan benar-benar mengikuti proses manufakturing. Poin-poin penting yang perlu diingat adalah:

Pencapaian dari langkah ini adalah identifikasi satu bagian peralatan yang menghambat proses throughput.

Langkah 2 – Eksploitasi Kendala

Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan throughput kendala dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia. Jalur antara eksploitasi kendala (langkah ini) dengan meningkatkan kendala (langkah ke-4) tidak selalu jelas. Langkah ini berfokus pada quick wins dan rapid relief; meninggalkan perubahan yang lebih kompleks dan substantive ke depannya. Poin penting yang harus diperhatikan dalam langkah ini adalah:

Pencapaian langkah ini adalah peningkatan pemanfaatan kendala, yang pada gilirannya akan menghasilkan peningkatan throughput dalam proses. Apabila tindakan yang diambil pada langkah ini berhasil menghilangkan kendala, langsung lanjutkan pada langkah ke-5. Namun jika tidak, teruskan pada langkah ke-3.

Langkah 3 – Subordinasi dan Sinkronisasi Kendala

Fokus pada langkah ini ada pada peralatan non-kendala. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung semua yang menjadi kebutuhan kendala. Efisiensi dari peralatan non-kendala menjadi perhatian sekunder selama operasional kendala tidak berdampak buruk. Beberapa teknik yang berguna untuk langkah ini antara lain:

Maksud dari langkah ini adalah sedikit contoh dari operasional kendala yang dihentikan oleh peralatan dari hulu atau hilir, yang mengakibatkan terjadinya peningkatan throughput pada proses.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Langkah 4 – Peningkatan Performa Kendala

Pada langkah ini, perubahan yang lebih substantive diimplementasikan untuk menghilangkan kendala. Perubahan-perubahan ini mungkin memerlukan investasi waktu atau uang yang signifikan (misalnya penambahan peralatan atau mempekerjakan lebih banyak karyawan). Beberapa poin penting yang harus diingat dalam langkah ini diantaranya:

Kesimpulan dari langkah ini adalah peningkatan performa kinerja yang cukup signifikan untuk menghilangkan kendala atau memindahkan kendala di tempat lain.

Langkah 5 – Pengulangan Proses

Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa 5 langkah dasar tersebut tidak diimplementasikan hanya sekali untuk perbaikan proyek. Sebaliknya, mereka harus diimplementasikan sebagai proses perbaikan secara terus-menerus.

Langkah ini juga meliputi peringatan untuk berhati-hati terhadap inersia. Selalu waspada dan pastikan bahwa perbaikan tetap berlangsung dan berkelanjutan.

Tujuan utama dari penerapan The Five Focusing Steps TOC ke dalam organisasi perusahaan adalah untuk membantu perusahaan mencapai tujuan utama, yaitu peningkatan laba. Pastikan bahwa kelima langkah dasar tersebut telah diimplementasikan dengan baik ke dalam proses produksi di perusahaan untuk pencapaian tujuan yang maksimal.***

Exit mobile version