Site icon SHIFT Indonesia

Karyawan Berkinerja Buruk? Begini Menghadapinya

Sebagai manajer atau pemimpin, mungkin Anda pernah menghadapi anak buah yang berkinerja rendah, di bawah harapan Anda. Di satu sisi, Anda masih berharap dan membutuhkan tenaga dan kemampuannya, namun di sisi lain Anda tak bisa terus membiarkannya seperti itu. Nah, dirangkum dari inc.com, kali ini SHIFT akan bahas beberapa cara untuk menghadapi situasi ini.

Satu hal yang penting untuk diingat, pemimpin perlu untuk mendisiplinkan para karyawannya. Disiplin adalah landasan dari produktivitas tinggi perusahaan. Tanpanya, kinerja karyawan menjadi sangat beresiko. Tapi jangan melihat disiplin sebagai hal negatif. Hasilnya akan baik jika dilakukan dengan konsisten, bimbingan dan respon yang baik terhadap berbagai permasalahan karyawan.

Manajer yang baik menggunakan cara diskusi tatap muka untuk berurusan dengan karyawan yang bermasalah dan yang berkinerja rendah. Hal ini perlu dipersiapkan dengan baik melalui beberapa tahapan:

1. Sebagai persiapan, manajer terlebih dulu perlu menganalisis masalah untuk memahami semua perspektif.
Saat bertatap muka, ada empat pertanyaan yang sangat penting antara lain:

2. Kapan, dimana, dan bagaimana caranya
Manajer yang baik tidak suka menunda-nunda sesuatu. Mereka bertindak proaktif untuk memperbaiki masalah lebih cepat. Tapi mereka juga cukup bijak untuk menunda sementara waktu saat emosi sedang tinggi dan akan memulainya setelah masa pendinginan. Beberapa manajer lebih memilih untuk mengatasi masalah di akhir bisnis, akhir shift, atau akhir minggu. Manajer yang cerdas memperhitungkan efek apa yang akan terjadi pada tim. Ia juga akan selalu menghormati privasi. Pilihlah waktu dan lokasi yang tepat.

3. Pelatih dan penasihat
Manajer yang baik adalah mentor yang baik. Mereka dapat memecahkan permasalahan secara bersama-sama karyawannya. Mereka melatih dan memberikan masukan-masukan yang baik terhadap karyawan. Prinsip-prinsipnya sebagai berikut:

4. Menghadapi penolakan.
Beberapa permasalahan karyawan benar-benar menguji kesabaran kita. Meskipun salah, kadangkala mereka menyangkalnya. Ketika manajer menghadapi jenis perlawanan ini, hal pertama yang mereka perlu lakukan adalah tetap tenang dan objektif. Anda akan melihat penggunaan pengulangan (dengan suara tenang dan tegas) yang membantu tetap fokus ke intinya. Yang sulit adalah terlontarnya permohonan maaf. Saat menghadapi penolakan, manajer yang baik menolak untuk melawan serangan. Ini akan meminimalisir resiko terbawanya kita kepada “drama karyawan”.

Karyawan Anda mengganggu kinerja dan memiliki masalah dalam sikap, apa yang perlu dilakukan?
Sebelum memberhentikan karyawan, lebih baik bersikap tenang terlebih dulu. Manajer yang baik melihat potensi apa yang dimiliki karyawan yang bermasalah itu. Pertimbangkan opsi ini terlebih dahulu. Kaitkanlah masalah sikap secara langsung dan secara khusus untuk sebuah isu kinerja.

Ajukan banyak pertanyaan untuk menemukan inti masalahnya. Kebanyakan, setelah melalui beberapa proses, mereka akan mengakui bahwa terjadi masalah karena manajer mereka mengungkapkan masalah itu, hingga terungkaplah kebenaran. Beri mereka kesempatan untuk mengakui kesalahan dan mengungkapkan penyesalannya.

Bagaimana? Apakah Anda pernah mengalami masalah ini?

Exit mobile version