Site icon SHIFT Indonesia

Penjualan Mobil Anjlok, Imbas Daya Beli Melemah

Keadaan ekonomi global saat ini tengah mengalami tantangan, mulai dari pergerakan fluktuatif dolar, disrupsi global, hingga kenaikan harga bahan baku yang menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat.

Daya beli masyarakat yang kian turun juga dirasakan oleh berbagai industri, salah satunya, industri otomotif. Selama tiga tahun ke belakang, industri satu ini terus mengalami penurunan dalam hal penjualan mobil. 

Menurut data dari GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) terdapat angka penjualan dari pabrik ke dealer sebesar 374.740 unit pada semester I tahun 2025. Hal ini menunjukkan penurunan sebanyak 8,6 persen dari periode tahun sebelumnya. Sedangkan untuk penjualan dealer ke konsumen turun 9,6 persen dari semester I tahun 2024 dengan angka penjualan 390.467 unit. 

Jika ditilik dari tiga tahun sebelumnya, angka penjualan mobil pada semester I terus mengalami penurunan. Bahkan angka penjualan pada bulan Januari-Mei 2025 hanya sebanyak 316.981 unit, lebih rendah dari angka penjualan pada Januari-Mei 2021 lalu sebanyak 320.746 unit. Angka paling rendah didapatkan saat kondisi pandemi Covid-19 yang hanya mampu menjual sebanyak 248.309 unit sampai bulan Mei 2020.

Penyebab Penurunan Penjualan Mobil 

Menurunnya daya beli masyarakat disebabkan banyak faktor lain yang membentuknya. Beban pajak yang tinggi menjadi salah satu kendala mengapa masyarakat menengah ke bawah enggan membeli mobil. Tak hanya itu, faktor eksternal seperti perang dagang AS juga mengancam industri otomotif ini. 

Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan dampak ekonomi nasional yang lebih luas. Bukan hanya pemangku kepentingan di industri otomotif yang terdampak, tetapi juga seluruh rantai bisnis yang terkait. Potensi PHK juga mengancam mereka yang terkait pada proses bisnis di industri ini. 

Tanggapan Pemerintah 

Meskipun demikian, pemerintah sangat mengupayakan supaya tidak ada gelombang PHK yang mengenai pelaku bisnis industri otomotif ini. 

“Kami beri perintah tegas, jangan ada PHK. Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang stabil dengan kebijakan harga terjangkau, serta memastikan industri otomotif tetap jadi sektor utama penyedia lapangan kerja,” tegas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir dari Koran Jakarta

Beliau yakin masalah ini hanya terjadi sementara dan merupakan bentuk transisi untuk ekonomi nasional yang lebih baik lagi. Gaikindo juga berharap pemerintah dapat mengupayakan kebijakan untuk mendukung majunya industri otomotif Indonesia, misalnya seperti diberlakukannya insentif pajak otomotif untuk meningkatkan daya beli masyarakat sebagai bentuk nyata dari kepedulian pemerintah. 

Exit mobile version