Site icon SHIFT Indonesia

Kolaborasi Industri, Pemerintah, dan Praktisi: Semangat Baru OPEXCON 2025 

OPEXCON 2025 kembali hadir sebagai ajang tahunan yang menyoroti inovasi dan proyek perbaikan berkelanjutan dari berbagai industri di Indonesia. Sejak pertama kali digelar lebih dari empat belas tahun lalu, Opexcon menjadi salah satu barometer perkembangan industri nasional melalui rangkaian kompetisi, konferensi, serta kegiatan edukatif yang semakin komprehensif.

Tahun ini, penyelenggara menilai kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian sebagai salah satu pencapaian paling penting. “Kerja sama dengan pemerintah menjadi salah satu pencapaian besar tahun ini,” ujar Nicolaas Andrew Sujatno, Direktur dari SHIFT Indonesia.

Rangkaian OPEXCON 2025

Format acara OPEXCON 2025 tetap mengusung struktur tiga tahap: webinar, penjurian proyek, dan malam puncak penghargaan. Webinar menjadi salah satu sorotan karena dirancang semakin mendalam dan aplikatif. Menurut Nicolaas, webinar tahun ini memberikan ruang bagi peserta untuk belajar bagaimana menjelaskan dan menyelesaikan proyek mereka, diperkuat dengan kehadiran narasumber dari kementerian sebagai regulator dan para praktisi yang membuat materi semakin relevan dengan kebutuhan industri.

“Webinar menjelaskan bagaimana menyelesaikan suatu project improvement, dan bagaimana project ini dipresentasikan saat penjurian,” katanya.

Peserta tahun ini kembali didominasi perusahaan multinasional dari sektor manufaktur, mining & energy, serta jasa layanan. Dalam kompetisi proyek perbaikan, puluhan proyek terbaik dari berbagai perusahaan dipresentasikan di depan dewan juri.

Tahun ini, Opexcon juga memperbarui sistem penghargaan. Setelah sebelumnya hanya memberikan kategori Gold, Silver dan Bronze, kini seluruh peserta berhak mendapatkan plakat apresiasi. 

Selain itu, Nicolaas juga menyebut bahwa jajaran Board of Directors memberikan respons positif pada acara tahun ini. Mereka menilai kualitas peserta semakin kuat, sementara tema besar yang diusung, khususnya terkait keberlanjutan yang dinilai selaras dengan arah perkembangan industri global.

Melihat capaian tahun ini, arah penyelenggaraan OPEXCON 2026 mulai tergambar lebih jelas. “Tahun depan tetap di tema sustainability, terutama karbon emisi, sosial dan governance. Targetnya adalah 200 project yang ikut serta,” ujar Nicolaas. Ia juga menyebut adanya rencana memperluas kolaborasi, termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Exit mobile version