Site icon SHIFT Indonesia

Sabuk-Sabuk Lean Six Sigma: Bukan Sekadar Warna, Tapi Peta Peran dan Arah Karier

Banyak orang tertarik dengan Lean Six Sigma (LSS) karena janji efisiensi, kualitas, dan perbaikan proses yang berkelanjutan. Tapi di balik metode dan tools-nya, ada satu struktur yang kerap membingungkan: sistem “sabuk” — White, Yellow, Green, Black, hingga Master Black Belt.

Apa artinya sabuk-sabuk ini?
Dan bagaimana memilih level yang tepat sesuai peran dan tujuan karier?

 Memahami Peran di Tiap Level Sabuk

Sabuk dalam Lean Six Sigma bukan sekadar tingkatan.
Mereka merepresentasikan:

Berikut gambaran umumnya:

Proses Sertifikasi Lean Six Sigma

Umumnya terdiri dari tiga tahapan utama:

  1. Pelatihan Teoritis
    Berisi konsep, metode, studi kasus, dan praktik simulasi.
  2. Ujian Sertifikasi
    Untuk menguji pemahaman teoritis.
  3. Proyek Praktik (Green Belt ke atas)
    Kandidat harus mengaplikasikan tools LSS dalam proyek nyata.

Tersedia dalam berbagai format: kelas tatap muka, online bersama trainer, hingga self-paced learning. Bisa dilakukan terbuka untuk publik atau disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan (In-House).

Manfaat Sertifikasi

Banyak orang fokus mengejar sabuk. Tapi yang lebih penting adalah memahami peran dan kontribusi yang bisa dibawa di setiap tingkatan.

Lean Six Sigma bukan soal gelar, tapi tentang dampak nyata terhadap proses, tim, dan arah organisasi.

Jika kamu sedang mencari jalur pengembangan yang tepat dalam perbaikan proses, program pelatihan Lean Six Sigma SSCX bisa menjadi langkah awal yang terarah dan terukur.

Exit mobile version