Site icon SHIFT Indonesia

Strategi Tambah-Kurang Untuk Tingkatkan Kualitas Produk 

Process improvement adalah strategi peningkatan proses kerja. Pendekatan ini menekankan pentingnya kualitas dan keunggulan tetap terjaga. Process improvement menjadi pembeda utama antara negara-negara industri yang stagnan dan mereka yang berkembang pesat. Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat mendominasi ekonomi dunia. Namun, memasuki dekade 1970-an, Jepang perlahan mengancam dominasi tersebut. Pertanyaannya adalah apa yang membuat Jepang mampu menyusul Amerika?

Jawabannya adalah pendekatan yang revolusioner terhadap proses kerja. Jepang tidak hanya berusaha membuat produk yang lebih baik, tetapi juga memastikan bahwa proses produksinya bebas dari hal-hal yang memperburuk kualitas. Dengan strategi process improvement, mereka secara sistematis mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) di setiap langkah produksi. Hasilnya adalah pabrik-pabrik yang ramping, efisien, dan menghasilkan produk berkualitas tinggi secara konsisten, sebuah kombinasi yang sangat kompetitif di pasar global.

Dua Strategi Process Improvement 

Untuk mencapai efisiensi optimal, process improvement memiliki dua pendekatan utama, yaitu  doing more yang artinya peningkatan melalui upaya penambahan dan doing less, yaitu peningkatan melalui upaya pengurangan. Keduanya saling melengkapi, dengan satu mendorong peningkatan, sedangkan yang lain mencegah kemunduran. Gabungan keduanya menjadi kunci kesuksesan transformasi manufaktur Jepang.

2.1. Peningkatan melalui Upaya Penambahan

Strategi ini bertujuan melampaui performa saat ini. Contohnya, membuat mobil lebih cepat, audio lebih jernih, atau meja lebih kuat. Dengan kata lain, peningkatan melalui upaya penambahan menuntut inovasi dan dorongan untuk mencapai level kualitas baru. Di Jepang, filosofi ini mendorong penciptaan produk yang lebih baik dibandingkan produk Amerika pada masa itu. Dengan begitu, secara otomatis produk-produk Jepang unggul karena secara konsisten menambahkan nilai lebih bagi konsumen.

2.2. Peningkatan melalui Upaya Pengurangan

Jika peningkatan melalui upaya penambahan bertujuan menciptakan keunggulan baru, maka peningkatan melalui upaya pengurangan adalah tentang menghilangkan hal-hal yang menghambat performa. Hal ini mencakup mengurangi kesalahan, menghindari proses yang tidak bernilai tambah, serta menyederhanakan sistem yang terlalu kompleks. Peningkatan melalui upaya pengurangan tidak selalu terlihat mencolok. Namun, justru sangat penting dalam menjaga konsistensi kualitas. Sayangnya, banyak perusahaan mengabaikan langkah ini karena terlalu fokus mengejar inovasi besar tanpa membenahi kesalahan kecil yang berdampak besar.


Pentingnya Peningkatan melalui Upaya Pengurangan dalam Meningkatkan Efisiensi Proses Produksi

3.1 Mengapa Peningkatan melalui Upaya Pengurangan Penting untuk Dilakukan?

Peningkatan melalui upaya pengurangan bukan berarti melakukan lebih sedikit pekerjaan, melainkan mengurangi aktivitas yang tidak penting dan memusatkan energi pada hal-hal yang sudah terbukti efektif. Metode ini meningkatkan konsistensi dan frekuensi performa terbaik. Perusahaan yang menerapkan peningkatan melalui upaya pengurangan bisa menjaga produktivitas stabil dan mengurangi kemungkinan performa buruk akibat proses yang tidak efisien.

3.2 Bagaimana Dampaknya dalam Meningkatkan Efisiensi dan Mengurangi Pemborosan? 

Peningkatan melalui upaya pengurangan erat kaitannya dengan eliminasi pemborosan atau waste. Dalam sistem produksi, pemborosan bisa berupa waktu tunggu, gerakan yang tidak perlu, produksi berlebih, hingga cacat produk. Dengan menghapus langkah-langkah yang tidak memberikan nilai tambah, perusahaan mempercepat alur kerja, menurunkan biaya, dan memperbaiki kualitas. Itulah yang membuat pabrik Jepang mampu mengalahkan Amerika, rahasianya adalah bukan karena mereka bekerja lebih keras, tetapi karena mereka bekerja lebih cerdas.

Peningkatan melalui Upaya Pengurangan: Dampak terhadap Kualitas 

Peningkatan melalui upaya pengurangan memungkinkan organisasi mengevaluasi proses secara bertahap namun menyeluruh. Alih-alih membuat perubahan besar yang berisiko gagal, pendekatan ini menekankan pada perbaikan kecil tetapi konsisten. Strategi ini juga mendorong organisasi menjadi lebih adaptif terhadap dinamika pasar, kebutuhan pelanggan, dan regulasi baru. Melalui budaya kerja yang mendorong refleksi dan penyempurnaan proses secara rutin, perusahaan dapat menciptakan sistem kerja yang terus berevolusi seiring waktu. Hasil akhirnya adalah produk yang lebih konsisten, lebih unggul, dan lebih dipercaya oleh pasar.


Frequently Asked Questions(FAQs) 

  1. Apa yang membedakan process improvement dengan metode lain?
    Process improvement fokus pada perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan jangka pendek. Ia menekankan pada menghilangkan pemborosan sekaligus memperkuat kualitas.
  2. Apa perbedaan utama dua strategi dalam process improvement?
    Peningkatan melalui upaya penambahan fokus pada menciptakan keunggulan baru, sementara peningkatan melalui upaya pengurangan fokus pada menghilangkan kekurangan atau inefisiensi dalam proses.
  3. Bagaimana peningkatan melalui upaya pengurangan berkaitan dengan eliminasi waste?
    Peningkatan melalui upaya pengurangan secara langsung menghapus aktivitas tanpa nilai tambah seperti duplikasi kerja, cacat produksi, atau waktu tunggu yang tidak perlu.
  4. Apa dampak peningkatan melalui upaya pengurangan terhadap kualitas produk?
    Peningkatan melalui upaya pengurangan memperkuat konsistensi dan mencegah variabilitas dalam hasil produksi, sehingga menghasilkan produk yang lebih stabil dan berkualitas tinggi.
  5. Apakah kedua strategi harus dilakukan bersamaan?
    Ya, karena keduanya saling melengkapi. Perusahaan yang hanya fokus pada inovasi (peningkatan melalui upaya penambahan) tapi mengabaikan inefisiensi internal akan tetap gagal bersaing.

Process improvement bukan sekadar jargon efisiensi, melainkan strategi dasar bagi perusahaan untuk bisa terus berkembang di tengah dunia yang dinamis Sejarah Jepang setelah Perang Dunia II menunjukkan bahwa keunggulan tidak lahir dari sekadar membuat produk lebih baik, tetapi dari kemampuan menciptakan proses yang bebas dari pemborosan, konsisten, dan berorientasi pada kualitas. Dengan pendekatan ini, organisasi tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga membangun sistem kerja yang tangguh, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Bagi perusahaan modern, pelajarannya jelas: keunggulan hanya dapat dicapai dengan menggabungkan dua strategi utama process improvement. Peningkatan melalui penambahan mendorong inovasi dan penciptaan nilai baru, sementara peningkatan melalui pengurangan memastikan setiap langkah terfokus pada aktivitas bernilai tambah. Kombinasi keduanya memungkinkan organisasi bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras. Dengan menerapkannya secara konsisten, perusahaan tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga menumbuhkan budaya kerja yang adaptif, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan global.

Referensi

Clear, J. (n.d.). To Make Big Gains, Avoid Tiny Losses. Jamesclear.com. Retrieved 8 6, 2025, from https://jamesclear.com/subtraction 

What Is Process Improvement? (n.d.). IBM. Retrieved August 7, 2025, from https://www.ibm.com/think/topics/process-improvement 

Voehl, F., Harrington, H. J., Mignosa, C., & Charron, R. (2014). THE LEAN SIX SIGMA BLACK BELT HANDBOOK Tools and Methods for Process Acceleration. CRC Press.

Exit mobile version