Site icon SHIFT Indonesia

Total Productive Maintenance sebagai Strategi Pengelolaan Risiko di Shell

Sumber Gambar: shell.us

Sebagai perusahaan energi dan petrokimia global, Shell beroperasi di lingkungan kerja dengan tingkat risiko yang sangat tinggi, mulai dari kegagalan peralatan, potensi kecelakaan kerja, hingga gangguan produksi yang berdampak besar pada keselamatan dan biaya operasional. 

Risiko-risiko ini tidak hanya berasal dari kompleksitas teknologi yang digunakan, tetapi juga dari ketergantungan tinggi terhadap keandalan aset. Dalam konteks inilah Shell berhasil meminimalkan risiko melalui penerapan pendekatan manajemen yang sistematis, salah satunya dengan Total Productive Maintenance (TPM) yang selaras dengan prinsip Lean Six Sigma, di mana setiap aset yang beroperasi dipantau performanya, dicek secara berkala keamanannya, dan dikelola berbasis data untuk mencegah kegagalan sejak dini.

Profil Perusahaan Shell

Shell dikenal sebagai perusahaan energi dan petrokimia berskala global dengan fokus kuat pada keandalan aset, keselamatan kerja, dan efisiensi biaya. Visi pengelolaan aset yang diterapkan Shell tercermin dalam kerangka Maintenance Excellence, yaitu memastikan integritas teknis, menyediakan tempat kerja yang aman, menjamin ketersediaan aset yang andal, serta mencapai biaya operasi yang optimal.

Visi ini menempatkan keandalan dan keselamatan sebagai fondasi utama sebelum berbicara mengenai efisiensi, sejalan dengan filosofi Lean Six Sigma yang menekankan pengurangan pemborosan tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan.

Strategi dalam Sistem Operasionalnya

Dalam operasionalnya, Shell menghadapi tantangan dan risiko yang umumnya muncul di industri minyak dan gas, seperti potensi breakdown peralatan kritis, downtime tak terencana, tingginya biaya perawatan reaktif, serta risiko keselamatan akibat kegagalan sistem. Data industri menunjukkan bahwa fokus berlebihan pada penghematan biaya justru dapat menurunkan keandalan aset dan memicu budaya “pemadam kebakaran” yang mahal dan berbahaya. Oleh karena itu, Shell memandang keandalan aset dan manajemen risiko sebagai prasyarat utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

TPM kemudian menjadi solusi yang sangat penting karena pendekatannya yang proaktif dan holistik. TPM bertujuan menjaga dan meningkatkan integritas sistem produksi, keselamatan, dan kualitas dengan menempatkan manusia sebagai pusat sistem. Melalui delapan pilar TPM, perusahaan didorong untuk membangun keandalan mesin secara berkelanjutan, menghilangkan pemborosan, serta memastikan bahwa perawatan tidak hanya menjadi tanggung jawab tim maintenance, tetapi juga operator dan fungsi pendukung lainnya. Dengan demikian, TPM mendukung prinsip Lean Six Sigma dalam menciptakan proses yang stabil, efisien, dan minim variasi kegagalan.

Di Shell, penerapan pilar-pilar TPM terintegrasi kuat dengan praktik Maintenance Excellence dan pemanfaatan teknologi digital. Continuous Improvement dijalankan melalui budaya perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan lintas fungsi, sementara autonomous maintenance mendorong operator untuk melakukan inspeksi dasar, pembersihan, dan identifikasi dini potensi masalah. Planned maintenance dan preventive maintenance dioptimalkan melalui strategi berbasis risiko dan keandalan, didukung oleh Preventive Maintenance Library yang terstandarisasi secara global. Penerapan ini memungkinkan Shell memprediksi dan mencegah masalah secara tepat sasaran, sekaligus menyusun strategi perawatan yang lebih efektif untuk menekan biaya operasional dan memperpanjang umur aset.

Struktur kerja maintenance di Shell dibangun secara disiplin melalui proses identifikasi dan prioritisasi pekerjaan berbasis risiko, perencanaan dan persiapan kerja yang matang, penjadwalan ketat dengan tingkat kepatuhan tinggi, serta eksekusi dan penutupan pekerjaan yang terdokumentasi di Computerized Maintenance Management System (CMMS). Inspeksi dilakukan melalui berbagai mekanisme seperti condition monitoring, daily walk round, dan analisis data historis, sehingga masalah dapat terdeteksi sebelum berkembang menjadi kegagalan besar. Proses ini diperkuat dengan kepemimpinan yang aktif melakukan gemba walk, Leader Standard Work, dan mendorong budaya continuous improvement.

Perubahan strategi Shell semakin terlihat ketika perusahaan memasuki era digital. Kolaborasi dengan C3 AI memungkinkan Shell mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI) ke dalam praktik predictive maintenance. Melalui analisis data historis dan sensor real-time, Shell mampu mengidentifikasi pola kegagalan peralatan lebih dini, menjadwalkan perawatan preventif secara akurat, mengurangi downtime tak terencana, serta meningkatkan keselamatan. Transformasi digital ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung keberlanjutan dan transisi energi melalui pemanfaatan teknologi yang canggih.

Hasil dari penerapan TPM, Maintenance Excellence, dan predictive maintenance berbasis AI terlihat pada peningkatan keandalan aset, penurunan biaya perawatan darurat, efisiensi operasional yang lebih tinggi, serta lingkungan kerja yang lebih aman. Teknologi predictive maintenance Shell bahkan telah memberikan dampak nyata, misalnya dalam pemantauan control valve di kilang, yang berhasil menurunkan downtime tak terencana dan meningkatkan keandalan aset kritis. Keberhasilan ini memperkuat eksistensi Shell sebagai pemain global yang kompetitif, termasuk di Indonesia, dengan praktik pengelolaan aset yang berkelas dunia.

Hingga saat ini, Shell terus menunjukkan kesuksesan melalui konsistensi dalam menjaga keselamatan, keandalan aset, dan efisiensi biaya, serta kemampuannya beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tuntutan industri. Pendekatan berbasis TPM dan Lean Six Sigma menjadi dasar yang penting dalam menjaga kinerja jangka panjang dan daya saing perusahaan.

Pertanyaan Umum (Frequently Asked Questions)

  1. Bagaimana Shell menerapkan Total Productive Maintenance (TPM) di dalam perusahaannya? 

Shell memiliki strategi yang dinamakan maintenance excellence yang sejalan dengan pilar-pilar utama TPM. Ini adalah pendekatan pemeliharaan terintegrasi yang berfokus pada keandalan aset, keselamatan, kualitas, dan keterlibatan karyawan untuk mencegah kegagalan sejak dini. 

  1. Bagaimana TPM membantu mengurangi risiko operasional? 

TPM memungkinkan deteksi dini masalah, perawatan preventif yang tepat, dan pengurangan downtime tak terencana sehingga risiko keselamatan dan kerugian bisnis dapat diminimalkan. 

  1. Apa peran teknologi digital dalam Shell? 

Teknologi digital, termasuk AI, digunakan untuk predictive maintenance dengan menganalisis data historis dan sensor real-time guna memprediksi kegagalan peralatan. 

  1. Mengapa TPM selaras dengan Lean Six Sigma

Karena keduanya menekankan pengurangan pemborosan, peningkatan kualitas, stabilitas proses, dan perbaikan berkelanjutan berbasis data. 

  1. Apa dampak penerapan TPM bagi kinerja bisnis Shell? 

Dampaknya meliputi peningkatan keandalan aset, efisiensi biaya, keselamatan kerja yang lebih baik, dan keberlanjutan operasional.

Total Productive Maintenance terbukti menjadi elemen krusial dalam menjaga keandalan aset, keselamatan kerja, dan efisiensi biaya di industri berisiko tinggi seperti energi dan petrokimia. Pengalaman Shell menunjukkan bahwa TPM bukan sekadar metode perawatan, melainkan strategi manajemen yang terintegrasi dengan budaya continuous improvement dan transformasi digital.

Oleh karena itu, sudah saatnya para profesional dan organisasi mulai mempelajari TPM secara lebih terstruktur melalui pelatihan. Program pelatihan TPM di SSCX International, misalnya, dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang delapan pilar TPM, penerapan praktis di lapangan, perhitungan Overall Equipment Effectiveness, hingga pembangunan infrastruktur dan tim yang mampu mendorong perbaikan berkelanjutan. Dengan pembelajaran yang tepat, TPM dapat menjadi pondasi kuat bagi perusahaan untuk mencapai keunggulan operasional seperti yang telah ditunjukkan oleh Shell. Untuk informasi selengkapnya, Anda dapat mengunjungi situs www.sscxinternational.com

Referensi

Al-Ghamdi, Abdulhameed, and Tarek Al-Ghamdi. “Asset Integrity Management in a Challenging Environment: A Case Study.” Paper presented at the Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference, Abu Dhabi, UAE, November 2015. https://doi.org/10.2118/177964-MS.

Machine Vision. “8 Pilar Total Productive Maintenance.” Machine Vision. Accessed December 13, 2025. https://www.machinevision.global/post/8-pilar-total-productive-maintenance-1?lang=id.

Quaedvlieg, J. M. J. “Total Productive Maintenance (TPM): A New Approach to Plant Maintenance.” Paper presented at the SPE Annual Technical Conference and Exhibition, New Orleans, Louisiana, September 1994. https://doi.org/10.2118/28469-MS.

RIB Consulting. “Total Productive Maintenance (TPM) in Oil & Gas Industry.” RIB Consulting (blog), April 25, 2017. https://www.ribcon.com/blog/2017/04/25/tpm-oil-gas-industry/.

Shell Global. “Services for the Mining Industry.” Shell Global. Accessed December 13, 2025. https://www.shell.com/business-customers/industrial-lubricants-and-specialty-fluids-for-business/sector-expertise/mining/services.html.

SSCX International. “Total Productive Maintenance.” SSCX International. Accessed December 13, 2025. https://sscxinternational.com/total-productive-maintenance/.

Zacks Equity Research. “Shell (SHEL) & C3 AI Partner to Deploy Predictive Maintenance.” Yahoo Finance, May 25, 2023. https://finance.yahoo.com/news/shell-shel-c3-ai-partner-112000134.html.

Exit mobile version