Site icon SHIFT Indonesia

8 Langkah Sukses Menerapkan OEE

SHIFT edisi sebelumnya pernah menyinggung tentang Overall Equipment Effectiveness atau OEE, yang merupakan “alat ukur” untuk mengetahui sedekat apa proses produksi Anda dengan proses yang sempurna.

Tetapi tahukah Anda bahwa OEE ternyata lebih dari sekadar alat ukur, namun juga merupakan kunci untuk meningkatkan efektivitas? Bagaimana jika penerapan OEE dirasa tak sedemikian efektif? Berarti ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan kembali.

Simak delapan langkah yang bisa Anda ikuti berikut untuk bisa merasakan manfaat dari penerapan OEE.

Langkah 1: Pilih Mesin yang Paling Baik

Langkah 2: Susun penerapan OEE

[cpm_adm id=”10763″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Langkah 3: Tetapkan dan rapikan data OEE

Langkah 4: Pelatihan yang baik pada tim

Langkah 5: Kumpulkan data OEE

Langkah 6: Proses data OEE yang sudah ada

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

– Bisakah ia menyediakan operator dan anggota staf departemen teknis memberikan umpan balik sehari-hari?

– Bisakah ia menginformasikan kepada menajemen tentang kemajuan dan kebutuhan untuk dapat dukungan?

 Langkah 7: Berikan feedback kepada operator

Berikan umpan balik dengan teknis visual berupa diagram yang mudah dibaca, garis berwarna, dan sebagainya

Langkah 8: Informasikan pihak manajemen

Exit mobile version