Site icon SHIFT Indonesia

Lean Six Sigma Tool: SIPOC Diagram

SIPOC Diagram adalah salah satu tool Six Sigma yang digunakan oleh tim process improvement untuk mengidentifikasi setiap elemen dalam proyek process improvement sebelum proses dijalankan.

Dalam cakupan process improvement, SIPOC Diagram adalah sebuah tool yang merangkum input dan output dari satu proses atau lebih, yang dijabarkan dalam bentuk tabel. SIPOC diagram digunakan sejak metode Total Quality Management masih banyak dipakai, dan terus dipakai hingga kini dalam metodologi Lean Manufacturing dan Six Sigma.

SIPOC diagram adalah tool yang digunakan tim untuk mengidentifikasi semua elemen yang relevan dalam process improvement project yang mungkin tidak tercakup dengan baik. Diagram ini mirip dan berhubungan dengan Process Mapping, namun memberikan detail yang lebih lengkap.

Akronim dari SIPOC sendiri adalah Supplier, Input Process, Output, dan Customer:

Supplier – seluruh supplier yang terlibat dalam proses Anda.

Input – semua input yang masuk kedalam proses.

Process – adalah proses yang akan diimprove oleh Anda dan tim.

Output – semua output yang berasal dari proses.

Customer – mereka yang menerima output dari proses.

Pada kasus-kasus tertentu, kita bisa menambahkan Requirement (of the customers) dalam variabel untuk memberikan detail yang lebih lengkap.

SIPOC diagram biasanya digunakan untuk mengklarifikasi beberapa hal berkaitan dengan lima variabel tersebut diatas. Misalnya:

SIPOC diagram seringkali dibuat pada awal proyek process improvement seperti Kaizen event atau pada fase “Define” atau “Measure” dalam rangkaian proses DMAIC pada proses berbasis Lean Six Sigma. Ada tiga kegunaan SIPOC:

Langkah-langkah Membuat SIPOC Diagram

Pembuatan SIPOC Diagram sangat mudah dilakukan. Inilah beberapa langkah yang dapat diambil untuk membuatnya:

  1. Buatlah area kosong yang akan memungkinkan tim menambahkan dan mencantumkan berbagai hal dalam diagram SIPOC. Anda bahkan dapat memperoleh beberapa template SIPOC yang siap pakai. Template dapat beruba tabel dengan label S-I-P-O-C di bagian atas.
  2. Mulailah dengan variabel Process. Buat pemetaan proses hingga empat atau lima langkah.
  3. Identifikasi Output dari proses tersebut.
  4. Identifikasi Customer yang akan menerima Output dari Process.
  5. Identifikasi Input yang dibutuhkan Proses agar berjalan lancar.
  6. Identifikasi Supplier yang memberikan Input pada Process.
  7. Optional: identifikasi kebutuhan dan permintaan Customer. Ini akan diverifikasi pada langkah akhir dalam fase Measure.
  8. Diskusikan dengan Sponsor Proyek, Champion dan stakeholder lain yang terlibat dalam verifikasi.
Exit mobile version