Lean Six Sigma: Sinergi Dua Metode Perbaikan Untuk Operational Excellence

Lean Six Sigma5 Cara Terapkan Jadwal Kerja Fleksibel pada Sistem Operasional Industri Manufaktur. Read more ... »: High Value, Low Defect.
Lean3 Tips untuk Lakukan Process Improvement. Read more ... » Six SigmaSix Sigma In Action - Seri Ilustrasi Penerapan Six Sigma di Berbagai Sektor. Read more ... » adalah konsep manajemenBenarkah Para Manajer Tidak Ingin Berinovasi?. Read more ... » operasional yang merupakan sinergi dari Lean dan Six Sigma. Dengan Lean Six Sigma, perusahaan dapat memperoleh “kecepatan” yang dimiliki Lean dan “kualitas” yang dimiliki Six Sigma. Metodologi ini mengarahkan perusahaan kepada eliminasi dari tujuh pemborosan (seven wastes) yang terjadi pada proses manufakturOperational Excellence di Industri Manufaktur: Mengejar Bisnis yang Eco-Friendly demi Sukses yang Sustainable. Read more ... » ataupun jasa, dan perolehan kualitas pada output yang meminimalisir terciptanya produk yang cacat (rata-rata 3.4 cacat per satu juta kesempatan / defects per million opportunities (DPMO)). Tujuannya adalah meningkatkan profit perusahaan, memberikan kemampuan bertahan (sustainabilityContinuous Improvement di General Motors: Efisiensi Proses Administratif dengan Metode Lean. Read more ... »), dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Lean Six Sigma menggunakan konsep fase DMAICLean Six Sigma Best Practice: Strategi First Choice DHL dalam Memaksimalkan Potensi Sumber Dayanya. Read more ... » dalam menjalani proses, seperti halnya dalam Six Sigma murni. DMAIC adalah fase-fase yang harus dilalui dalam menjalani proyek perbaikan apapun, yang merupakan singkatan dari Define-Measure-Analyze-Improve-Control. Dalam masing-masing fase, akan dilakukan aktifitas yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang terjadi selama proyek berjalan.
Dalam menjalani inisiatif Lean Six Sigma dan mengeksekusi proyek, perusahaan harus membentuk tim khusus yang terdiri atas belt dan anggota tim. Belt sendiri merupakan individu yang memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam menerapkan Lean Six Sigma. Hirarki dari belt dari mulai beginner hingga advanced meliputi Yellow BeltContinous Improvement di Indosat melalui Pelatihan Lean Six Sigma Yellow Belt. Read more ... », Green Belt, Black BeltAngkatan Darat AS Kukuhkan Adam C. Roberts Sebagai Lean Six Sigma Master Black Belt. Read more ... » dan Master Black Belt.
Integrasi Lean dan Six Sigma
Integrasi antara Lean dan Six Sigma dapat dilakukan melalui 2 pendekatan yang berbeda. Umumnya dua metode ini digabungkan dengan mengintegrasikan toolsData Collection Plan. Read more ... » yang digunakan, yang disebut Partial Integration. Pendekatan kedua adalah komprehensi, atau dikenal dengan Total Integration.
Integrasi ini dilakukan sebelum proyek dimulai. Contoh sederhananya adalah pada saat tim melakukan project selectionPICK Chart. Read more ... », maka project akan terbagi menjadi project Six Sigma (yang umumnya menggunakan metodologi DMAIC atau DMADV), maupun project non-Six Sigma.
1. Partial Integration Lean Six Sigma
Partial Integration merupakan penggabungan tools Lean kedalam metodologi problem solving5 Kunci Sukses untuk Problem-Solving yang Efektif dalam Operasional. Read more ... » Six Sigma. Tools yang dimaksud berupa 5SCara Perusahaan Jepang Menjalankan 5S dan Mempertahankan Hasilnya. Read more ... », Kanban, SMED, Kaizen yang dimasukkan ke dalam kurikulum dan fase-fase DMAIC. Pada jenis integrasi ini, tools Lean yang digunakan terbatas kepada kebutuhan selama proyek berjalan, dan penerapannya khusus pada area dan proyek Green Belt atau Black Belt yang sesuai.
Praktisi Six Sigma menilai toolQuick Changeover untuk Tingkatkan Fleksibilitas Produksi. Read more ... »-tool Lean tersebut sebagai pemberi nilai tambah pada proses problem solving Six Sigma dalam fase DMAIC. Sementara, praktisi Lean akan melihat melalui sudut pandang Lean, yaitu proyek QCC dengan struktur kerja yang lebih baku dan mengandalkan lebih banyak data.
2. Total Integration Six Sigma
Total Integration mengkombinasikan Lean dan Six Sigma secara utuh, mulai dari tujuan, pendekatan maupun metodologi, tidak hanya sekedar mengadopsi tools. Penentuan total integration dilakukan sebelum proyek dimulai. Sebagai contoh, langkah awal yang dilakukan untuk memulai proyek Total Integration Lean Six Sigma adalah selain dengan membekali change agents (anggota tim yang menjalankan proyek) dengan kurikulum Green Belt dan Black Belt, pada saat bersamaan organisasi juga membekali mereka dengan pemahaman akan operational excellence, waste, quick wins, dan tools serta metode Lean lainnya.
Manakah yang lebih tepat? Keduanya sama-sama memberikan nilai tambah. Ini akan kembali pada kebijakan atau keputusan manajemen organisasi.


















Pingback: Change Management dalam Lean Six Sigma | Shift Indonesia
Pingback: SSCX Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Lean Six Sigma Green Belt | Shift Indonesia
Pingback: Pelatihan Root Cause Analysis: Cetak Problem Solver di Perusahaan | Shift Indonesia
Pingback: Gate Review: Wajib Dilakukan di Setiap Akhir Siklus D-M-A-I-C Lean Six Sigma | Shift Indonesia
Pingback: Improving Lean Six Sigma Effectiveness: Mengganti Aktifitas Non-Value-Add dengan Aktifitas Value-Add | Shift Indonesia
Pingback: Value: Penentu Loyalitas Pelanggan dan Kesuksesan Bisnis Anda | Shift Indonesia
Pingback: Analisa Kualitas Proses Anda dengan Value Stream Mapping (VSM)! | Shift Indonesia
Pingback: Seven Deadly Waste dalam Business Process | Shift Indonesia
Pingback: Sembilan Tipe Team-Role: Pembentuk Karakter Tim Menuju Operational Excellence | Shift Indonesia
Pingback: Tim yang Sinergis dan Efektif, Kunci Kesuksesan Implementasi Program Continuous Improvement! | Shift Indonesia
Pingback: Lima Cara Sukseskan Inisiatif Lean Six Sigma di Perusahaan | Shift Indonesia
Pingback: Sembilan Tipe TEAM-ROLE: Pembentuk Karakter Tim Menuju OPERATIONAL EXCELLENCE « MASDUKI ASBARI
Pingback: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) | Shift Indonesia
Pingback: Apa itu Voice of Customer? Pertajam Pendengaran Anda Sebelum Memulai Inisiatif Lean Six Sigma! - Shift Indonesia | Shift Indonesia
Pingback: Business Alignment dalam Penerapan Lean Six Sigma | Shift Indonesia
Pingback: Langkah Besar Menuju Operational Excellence: Retailer Makanan Inggris Manfaatkan Limbah untuk Berhemat - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Six Sigma di XEROX: Praktekkan Team Role Belbin untuk Maksimalkan Produktifitas - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Quality Management “Menyumbang” Sebesar 90 Milyar Pounds bagi Pertumbuhan Ekonomi Inggris - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Six Sigma Tool: SIPOC Diagram - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Six Sigma di Industri Tambang - Efisiensi Proses untuk Tingkatkan Profit - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Output di Industri Tambang dengan Lean Six Sigma - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Memahami Makna “Kualitas” Sebelum Menjalankan Program Quality Improvement | Majalah Shift Indonesia
Pingback: SSCX Kembali Adakan Pelatihan Design of Experiments (DOE) Fundamental | Majalah Shift Indonesia
Pingback: DMAIC: Fase-Fase dalam Process Improvement pada Lean Six Sigma | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Peran dalam Lean Six Sigma – Green Belt, Black Belt, Champion ‹ SSCX