Lean Manufacturing: Tingkatkan Efisiensi Proses dengan Eliminasi Waste untuk Ciptakan Value Bagi Pelanggan

Lean Manufacturing adalah metode untuk menciptakan efisiensi dan menghilangkan pemborosan dalam proses manufaktur. Gambar: Shutterstock
LeanAir Asia Blog: Cara Pintar Lakukan Studi Voice of Customer. Read more ... » ManufacturingJenjang Karir Six Sigma: Alasan McKesson Menjadi Perusahaan Favorit? (Bagian 1). Read more ... », atau dikenal juga dengan sebutan Lean Enterprise, Lean Production, atau sederhananya hanya disebut “Lean” saja merupakan sebuah metodologi praktek produksi yang memfokuskan penggunaan dan pemberdayaan sumber daya untuk menciptakan valueCustomer Value: Penentu Loyalitas Pelanggan dan Kesuksesan Bisnis Anda. Read more ... » bagi pelanggan; caranya adalah dengan menhilangkan waste (pemborosan) yang terjadi pada proses sehingga terjadi proses yang lebih efektif dan efisien, dengan kualitas output yang lebih baik.
Dalam kacamata pelanggan, “value” yang dimaksud disini berarti segala faktor yang membuat pelanggan bersedia membeli atau membayar untuk suatu produk atau jasa.
Dalam esensinya, Lean terfokus kepada “preserving value with less work”.
Secara mendasar, Lean memiliki fokus kepada cara organisasi memaksimalkan value (nilai) yang diterima pelanggan dan pada saat bersamaan meminimalisir wastePemborosan Transportasi: Salah Satu Waste yang Paling Merugikan. Read more ... » pada prosesnya. Waste (pemborosan) tersebut merupakan proses yang tidak memberikan nilai (value) kepada pelanggan.
Pada awalnya konsep ini diterapkan oleh Toyota dalam proses produksinya. Para peneliti dari MIT yang menulis tentang konsep tersebut dalam buku “The Machine That Changed The World” memperkenalkan istilan “Lean” yang merujuk kepada konsepnya. Setelah itu barulah istilah Lean dikenal di seluruh dunia.
Prinsip dasar Lean adalah:
- Berikan VALUE sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan.
- Identifikasi VALUE STREAM untuk setiap produk / jasa.
- Buat aliran proses menjadi sebuah tahapan yang rutin dan berkelanjutan (continuous FLOW).
- Terapkan sistem tarik (PULL system) dalam proses.
- Lakukan secara konsisten hingga tercapai proses yang sempurna (ZERO-WASTE).
Yang perlu ditekankan sebelum memulai inisiatif Lean dalam organisasi adalah bahwa Lean bukanlah sebuah program perbaikan yang instan. Dibutuhkan usaha yang berkelanjutan untuk menyempurnakan hasil dari penerapan Lean dalam organisasi. Lean harus dijalankan dengan rutin serta utuh, dan sebaiknya menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Dalam konsepsi Lean memang terdapat banyak toolsPareto Chart. Read more ... » yang digunakan untuk perbaikan, seperti 5SCara Perusahaan Jepang Menjalankan 5S dan Mempertahankan Hasilnya. Read more ... », Kanban, QCC dan sebagainya. Banyak organisasi yang tidak ingin repot dan hanya menerapkan toolMengenal Balanced Scorecard (BSC). Read more ... »-tool secara terpisah. Apakah itu ideal? Dalam kacamata Lean, hal tersebut jauh dari ideal. Organisasi yang demikian kemungkinan akan gagal mendapatkan keuntungan besar dari penerapan Lean.
7 Waste dalam Lean
Karena fokus utama dari Lean adalah menghilangkan waste dalam proses, maka dalam konsepnya terdapat 7 macam waste yang umumnya terjadi, yang harus dihilangkan. 7 Waste tersebut diantaranya:
- Waste Transportasi (Waste ini terdiri dari pemindahan atau pengangkutan yang tidak diperlukan seperti penempatan sementara, penumpukan kembali, perpindahan barang)
- Waste Kelebihan Persediaan (Inventory, stok atau persediaan yang berlebihan)
- Waste Gerakan (Motion, waste ini berupa waktu yang digunakan untuk mencari, kemudian gerakan yang tidak efisien dan tidak ergonomis)
- Waste Menunggu (Waiting, waste ini termasuk antara lain aktivitas menunggui mesin otomatis, menunggu barang datang dsb)
- Waste Kelebihan Produksi (Over Production, menghasil produk melebihi permintaan, ataupun lebih awal dari jadwal)
- Waste Proses Berlebih (Over Processing, penambahan proses yang tidak diperlukan bagi barang produk hanya akan menambah biaya produksi
- Waste Defect (Rework, kerja ulang tidak ada nilai tambahnya (pelanggan tidak membayar).
Semua jenis waste ini sering terjadi tanpa disadari, karena telah dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan umum, padahal sesungguhnya sangat merugikan, khususnya sering menyebabkan pertambahan biaya operasional (cost) yang seharusanya bisa dihindari. Karena itu, penerapan Lean dapat membantu organisasi memotong biaya yang tidak perlu, sekaligus meningkatkan revenue.


















Pingback: Nothing found for 1299
Pingback: SSCX Fasilitasi Pelatihan dan Sertifikasi Lean Six Sigma Green Belt | Shift Indonesia
Pingback: Pelatihan Root Cause Analysis: Cetak Problem Solver di Perusahaan | Shift Indonesia
Pingback: Mengenal dan Memahami Takt Time dalam Lean Six Sigma | Shift Indonesia
Pingback: Value: Penentu Loyalitas Pelanggan dan Kesuksesan Bisnis Anda | Shift Indonesia
Pingback: Analisa Kualitas Proses Anda dengan Value Stream Mapping (VSM)! | Shift Indonesia
Pingback: Seven Deadly Waste dalam Business Process | Shift Indonesia
Pingback: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) | Shift Indonesia
Pingback: Lima Cara Sukseskan Inisiatif Lean Six Sigma di Perusahaan dan Bisnis | Shift Indonesia
Pingback: The Toyota Way: Konsistensi Toyota dalam Mencapai Sukses | Shift Indonesia
Pingback: Gate Review: Wajib Dilakukan di Setiap Akhir Siklus D-M-A-I-C Lean Six Sigma | Shift Indonesia
Pingback: Operational Excellence di Industri Manufaktur: Mengejar Bisnis yang Eco-Friendly demi Sukses yang Sustainable - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Quality Management “Menyumbang” Sebesar 90 Milyar Pounds bagi Pertumbuhan Ekonomi Inggris - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Manufacturing di Ultrafit: Tingkatkan Value dan Hilangkan Waste di Tiap Sendi Produksi - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Continuous Improvement di General Motors: Efisiensi Proses Administratif dengan Metode Lean - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Enterprise Sempurnakan Supply Chain General Motors - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Six Sigma Tool: Fishbone Diagram - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Six Sigma Tool: SIPOC Diagram - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Lean Manufacturing Perbaiki Kinerja Perusahaan di Amerika Serikat | Majalah Shift Indonesia
Pingback: 25 Perusahaan dengan Supply Chain Terbaik di Dunia Tahun 2012 | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Studi Kasus Lean Healthcare: Staf UGD Tingkatkan Utilisasi dan Kurangi Resiko | Majalah Shift Indonesia
Pingback: Benjamin Franklin dan Ide Awal Lean Thinking | Majalah Shift Indonesia