Site icon SHIFT Indonesia

Kaizen Events: Perubahan untuk Perbaikan

Kaizen merupakan salah satu konsep menuju operational excellence, yang artinya “improvement” atau “perubahan ke arah yang lebih baik.

Kaizen adalah praktek yang terfokus kepada continuous improvement dari proses dalam manufaktur, engineering, development, dan business management. Metode ini telah diterapkan di banyak sektor, seperti kesehatan, psikoterapi, coaching, pemerintahan, banking, manufaktur, pertambangan, dan banyak industri lainnya.

Dalam penerapannya, Kaizen lebih bersifat ‘on-site’, dan digunakan dalam proyek-proyek short term yang intens dengan tujuan mengimprovisasi proses, khususnya yang membutuhkan hasil yang cepat.

Ketika diimplementasikan kedalam kegiatan kerja sehari-hari, Kaizen mengarah kepada aktifitas yang secara terus-menerus meningkatkan fungsi, dan melibatkan seluruh komponen SDM, mulai dari CEO hingga pekerja garda depan dan assembly line. Metode ini juga diaplikasikan pada proses, seperti purchasing dan logistik, hingga kepada supply chain. Sebagai salah satu metode yang sejalan dengan Lean, Kaizen menitik-beratkan kepada standardisasi proses yang bertujuan mengeliminasi waste atau pemborosan dalam proses.

Kapan Kaizen Events Diterapkan?

Dalam proses yang berjalan dalam konsep Lean Six Sigma, seluruh personel yang terlibat dalam proses tersebut harus menghentikan jalannya proses dengan segera jika melihat adanya indikasi proses yang abnormal. Kemudian mereka harus mencari solusi untuk mengatasi abnormalitas tersebut, dan disinilah Kaizen dapat berperan.

Kaizen dilakukan dengan sebuah tahapan yang disebut PDCA cycle (siklus Plan, Do, Check, Act).

Siklus Kaizen tersebut berperan dalam:

Siklus PDCA dikenal juga dengan Shewhart cycle atau Deming cycle. Tool lain yang dapat digunakan bersamaan dengan PDCA antara lain 5 Whys (root cause analysis), dan dapat divisualisasi dengan menggunakan tabel atau fishbone diagram.

Proses ini bekerja dalam situasi dan masalah yang variatif. Kaizen events biasanya direncanakan dengan menggunakan value stream mapping untuk menyasar target yang perlu diimprovisasi. Berikut adalah beberapa contoh situasi dimana Kaizen dapat diterapkan:

Untuk menjalankan kaizen events dengan efektif, adalah penting untuk memahami tipe permasalahan dan menganalisa apakah kaizen dapat digunakan atau tidak.  Dengan perencanaan yang baik, kaizen events dapat membawa perusahaan kepada continuous improvement.

Apakah Kaizen dapat dijalankan dengan efektif?

Berbagai studi dan observasi membuktikan bahwa Kaizen events merupakan metode yang sangat efektif dan powerful. Namun banyak organisasi yang ternyata gagal menerapkan Lean dan Kaizen events.  Apakah alasan dibalik kesuksesan Kaizen?

Sebagian mengatakan bahwa kunci sukses Kaizen events adalah perencanaan yang selektif dan matang. Pendapat ini memang separuhnya benar; namun ternyata para guru Lean setuju bahwa terdapat satu komponen yang sangat krusial yang menjadi penentu kesuksesan kaizen. Komponen tersebut tak lain adalah: manusia!

Pertanyaannya adalah, apakah SDM yang ‘lebih baik’ akan menjamin kaizen yang ‘lebih baik’ juga? Kenyataannya tidak. Toyota, yang selama ini dianggap sebagai pengagas dan penganut Lean manufacturing yang paling sukses, merupakan salah satu perusahaan yang ‘anti’ merekrut pekerja ‘superstar’. Toyota yang berpusat di Jepang seringkali lebih memilih untuk merekrut SDM yang fresh-graduated, untuk menghindari kecenderungan ‘malas belajar’ yang seringkali dialami orang-orang yang sudah berpengalaman. Toyota lebih memilih untuk men-develop SDM dan mendidik mereka untuk memiliki pemikiran dan budaya yang sesuai dengan streamline Toyota.

Exit mobile version