Site icon SHIFT Indonesia

Kanban: Bikin Aliran Barang Jalan Tanpa Drama

Barang Numpuk di Ujung Proses, Lalu Kehabisan di Tempat Lain

Di satu sisi, barang jadi menumpuk seperti bendungan.
Di sisi lain, lini berikutnya kelabakan karena kehabisan bahan.
Operator bingung:

“Ini barang kenapa belum dikirim?”
“Kenapa yang ini malah datangnya kebanyakan?”

Di tengah semua itu, tidak ada satu pun yang bisa menjawab dengan yakin.
Yang ada hanya tebakan, “feeling”, dan “kebiasaan”.

Lalu proses kerja jadi penuh improvisasi—dan konflik kecil tiap hari.

Kanban Bukan Sistem, Tapi Cara Berpikir

Kanban bukan sekadar kartu.
Bukan hanya papan warna-warni yang ditempel di dinding.

Kanban adalah cara menjaga agar aliran barang dan informasi:

Kanban membuat sistem kerja bicara sendiri.
Tanpa perlu email, push, atau omelan.

Kenapa Kanban Efektif?

Karena ia bekerja berdasarkan prinsip tarik (pull), bukan dorong.
Artinya:

Ini menghentikan efek “kerja asal jalan” yang sering memicu penumpukan, overproduction, atau shortage.

Ciri Aliran Kerja yang Butuh Kanban

Kanban Dalam Bentuk Paling Sederhana

Yang penting dari Kanban bukan tampilannya—tapi disiplinnya.

Dengan Kanban, Proses Jadi Lebih Tenang

Lean tidak mencari kecepatan liar.
Lean mencari aliran kerja yang stabil dan bisa diprediksi.

Dan Kanban adalah salah satu cara paling sederhana untuk mencapainya.

Karena ketika sistem tahu harus bergerak kapan dan sejauh mana,
orang-orang di dalamnya bisa bekerja tanpa drama.

Artikel ini merupakan pengembangan dari e-book “Belajar Lean” karya Riyantono Anwar (2015)

Exit mobile version