Site icon SHIFT Indonesia

Layout Pabrik Kuno = Lari-Lari Tiap Jam

Banyak Bergerak, Tapi Bukan Karena Produktif

Coba perhatikan lantai produksi Anda:

Ada operator yang jalan bolak-balik bawa barang

Ada yang harus memutar setengah pabrik untuk ambil tools

Ada yang rela “lari kecil” ke bagian lain karena barang tertinggal

Kelihatannya sibuk. Tapi sebenarnya…

Mereka bukan sedang kerja cepat.

Mereka sedang “menebus” desain layout yang buruk.

Motion = Waste yang Sering Dianggap Wajar

Dalam Lean, gerakan ekstra yang tidak menambah nilai disebut motion waste.

Layout pabrik yang dibuat asal:

…adalah akar dari motion waste ini.

Tapi karena sudah terjadi bertahun-tahun, semua orang menganggap itu normal.
Padahal itu mahal—mahal waktu, mahal energi, mahal semangat.

Layout Buruk Bikin Flow Macet

Berikut gejala umum layout yang menyabotase efisiensi:

Alur kerja harusnya mengalir. Bukan zigzag. Bukan naik-turun. Bukan balik lagi.

Layout Harus Bicara Logika Proses

Desain layout yang Lean itu:

Mengalir sesuai urutan proses

Meminimalkan jarak antar stasiun kerja

Menghilangkan titik-titik bottleneck

Memudahkan visualisasi (semua bisa lihat status kerja)

Dibuat berdasar data—bukan “dari dulu emang gitu”

Jangan Tunggu Proyek Besar

Mau ubah layout? Nggak harus nunggu pindah pabrik.

Mulailah dari:

Langkah kecil, tapi dampaknya besar kalau dilakukan terus.

Pabrik bukan tempat olahraga.
Kalau operator Anda lari-lari tiap jam, bukan mereka yang perlu dilatih—tapi layout-nya yang perlu dibenahi.

Karena gerakan tanpa arah bukan produktivitas—itu pemborosan.

Artikel ini merupakan pengembangan dari e-book “Belajar Lean” karya Riyantono Anwar (2015)

Exit mobile version